<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4772052257728224771</id><updated>2012-02-16T20:11:26.208+07:00</updated><category term='Penulis Drs.H Alnedral BAB III'/><category term='Penulis Drs.H Alnedral BAB II'/><category term='Kegiatan Kawah Derajat Sum Bar'/><category term='data Kejurnas Tarung Derajat'/><category term='Penulis Drs.H.Alnedral'/><category term='Menurut gw tarung drajat terlalu keras...'/><category term='Sang Guru Utama'/><category term='Petarung Sumbar Ikuti Piala Presiden'/><category term='Kejuaraan Nasional Tarung Derajat 2009'/><category term='Mengenal Tarung Derajat'/><category term='PERATURAN PERTANDINGAN'/><category term='Filosofi Perguruan'/><category term='Struktur Organisasi KODRAT Sumbar'/><category term='PORPROV DITUNDA'/><category term='Peraturan Pertandingan yang Baru'/><category term='Juara Umum Sea games'/><category term='kejurda XII kodrat sumbar'/><category term='Piala Presiden'/><category term='Koordinator Provinsi Kodrat'/><title type='text'>K A W A H    D E R A J A T   SUMATERA   BARAT</title><subtitle type='html'>KELUARGA OLAHRAGA TARUNG DERAJAT AA-BOXER CABANG SUMATERA BARAT</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Yon BoxeR</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/SeK8aPPDBGI/AAAAAAAAAA0/vmmBF1cj-yw/S220/BOX.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4772052257728224771.post-208568120006481673</id><published>2011-12-09T19:34:00.002+07:00</published><updated>2011-12-09T19:57:21.756+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peraturan Pertandingan yang Baru'/><title type='text'>Peraturan Pertandingan yang Baru</title><content type='html'>PERATURAN PERTANDINGAN&lt;br /&gt;KEJUARAAN TARUNG BEBAS DAN SENI GERAK&lt;br /&gt;KELUARGA OLAHRAGA TARUNG DERAJAT&lt;br /&gt;PASAL 1&lt;br /&gt;PERALATAN PERLINDUNGAN PETARUNG&lt;br /&gt;1. PETARUNG PUTRA&lt;br /&gt;Peralatan perlindungan bagi petarung putra yang wajib dikenakan selama pertandingan adalah :&lt;br /&gt;1. Alat pelindung bagian tangan (kepalan tangan/hands box).&lt;br /&gt;2. Pelindung gigi (gumseal)&lt;br /&gt;3. Pelindung selangkangan (testicural protector).&lt;br /&gt;4. Pelindung kepala&lt;br /&gt;5. Pelindung badan&lt;br /&gt;2. PETARUNG PUTRI&lt;br /&gt;Peralatan perlindungan bagi petarung putrI yang wajib dikenakan selama pertandingan adalah :&lt;br /&gt;1. Alat pelindung bagian tangan (kepalan tangan/hands box).&lt;br /&gt;2. Pelindung gigi (gumseal).&lt;br /&gt;3. Pelindung selangkangan (testicural protector).&lt;br /&gt;4. Pelindung kepala.&lt;br /&gt;5. Pelindung badan.&lt;br /&gt;PASAL 2&lt;br /&gt;ARENA PERTARUNGAN&lt;br /&gt;1. Untuk semua pertandingan Tarung, pertarungan harus dilaksanakan diatas arena pertandingan yang selanjutnya disebut MATRAS, dengan ukuran 12 x 12 M2.&lt;br /&gt;2. Matras terbuat dari bahan karet / busa yang ketebalannya lebih kurang 1,5 cm yang terdiri dari tiga warna. Bagian tengah sebagai tempat pertandingan berukuran 8 x 8 m,&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3. lalu dikelilingi lapis kedua sebagai batas arena pertandingan dengan ukuran 10 x 10 M, dan lapis ketiga berukuran 12 x 12 M.&lt;br /&gt;2.1 Pada batas 10 x 10 m, peringatan bagi petarung untuk tidak saling menyerang. Melakukan serangan pada batas 10 x 10 m, setelah mendapatkan peringatan 1 kali, petarung mendapatkan pemotongan nilai dan sebaliknya. Kecuali akibat serangan/pertahanan dari arena 8 x 8 m.&lt;br /&gt;2.2 Pada batas 12 x 12 adalah batas penyelamatan petarung.&lt;br /&gt;4. Untuk pertandingan SENI GERAK, pertandingan dapat dilaksanakan diatas matras maupun tanpa matras.&lt;br /&gt;5. Pada kejuaraan-kejuaraan tertentu (pesertanya banyak), matras dapat lebih dari satu.&lt;br /&gt;PASAL 3&lt;br /&gt;PERALATAN PETARUNG&lt;br /&gt;1. Peralatan yang diijinkan dibawa dan dipakai oleh petarung saat masuk lokasi arena pertarungan adalah :&lt;br /&gt;1.1 Pelindung Kepalan tangan (hands box)&lt;br /&gt;1.2 Pelindung gigi (gumseal).&lt;br /&gt;1.3 Pelindung alat vital (testiciural protector).&lt;br /&gt;1.4 Pelindung kepala.&lt;br /&gt;1.5 Pelindung badan.&lt;br /&gt;1.6 Handuk.&lt;br /&gt;1.7 Minuman (air mineral).&lt;br /&gt;1.8 Sabuk sudut (panitia).&lt;br /&gt;2. Anggota hakim pertandingan berkewajiban memeriksa kelengkapan peralatan pertandingan petarung. Bagi petarung yang tidak memiliki kelengkapan peralatan maka akan mendapat peringatan dari Hakim Pertandingan, bahkan petarung dapat dinyatakan kalah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PASAL 4&lt;br /&gt;PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN PENIMBANGAN BERAT BADAN&lt;br /&gt;1. PEMERIKSAAN KESEHATAN&lt;br /&gt;1.1 Pemeriksaan kesehatan bertujuan untuk menentukan kesehatan petarung secara umum sebelum mengikuti pertandingan resmi dan mencari penyakit dan atau kelainan pada petarung yang bisa mengganggu saat pertandingan atau menyebabkan sesuatu yang fatal bagi petarung apabila mengikuti pertandingan.&lt;br /&gt;1.2 Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh satu Tim Pemeriksa Kesehatan yang dipimpin oleh seorang dokter. Tim Pemeriksaan Kesehatan tersebut paling tidak terdiri dari 2 (dua) orang tenaga dokter dan 2 (dua) orang perawat.&lt;br /&gt;1.3 Sasaran pemeriksaan kesehatan adalah :&lt;br /&gt; Mengetahui riwayat medis atlet.&lt;br /&gt; Mengetahui keadaan fisiologis atlet.&lt;br /&gt; Mengetahui kendala fisik yang akan menghambat atlet dalam berlaga&lt;br /&gt; Memutuskan secara medis layak/tidak layak atlet tampil di arena kejuaraan&lt;br /&gt;1.4 Pada waktu yang telah ditentukan untuk penimbangan berat badan, seorang petarung harus sudah diperiksa kesehatannya dan dinyatakan sehat untuk bertarung oleh Dokter yang ditunjuk oleh Panitia Pelaksana Kejuaraan. (±1 hari sebelum pelaksanaan pertarungan).&lt;br /&gt;1.5 Pada saat pemeriksaan kesehatan dan penimbangan berat badan, semua petarung yang akan mengikuti pertarungan harus dapat menunjukan surat keterangan sehat dari Dokter Satlat / Pengcab / Pengda dengan ditandatangani/diketahui oleh Tim Kesehatan.&lt;br /&gt;1.6 Dalam hal seorang petarung pada saat pemeriksaan kesehatan dan penimbangan badan tidak dapat&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;menunjukan surat keterangan sehat, maka ia tidak diperbolehkan mengikuti pertarungan.&lt;br /&gt;1.7 Pemeriksaan kesehatan dan penimbangan badan dilakukan satu kali dalam satu hari bagi setiap petarung yang lolos ke babak berikutnya.&lt;br /&gt;1.8 Atau bila kejuaraan berlanjut keesokan harinya, maka setiap atlet petarung yang akan berlaga harus kembali dilakukan pemeriksaan kesehatan.&lt;br /&gt;1.9 Apabila pada saat pemeriksaan kesehatan salah seorang dokter pemeriksa menemukan penyakit atau kelainan yang memungkinkan petarung dinyatakan tidak layak untuk bertanding, maka dokter tersebut harus berkonsultasi kepada dokter yang kedua untuk dilakukan pemeriksaan ulang (second opinion) dan apabila penyakit atau kelainan yang ditemukan tersebut hasil pengukuran dari suatu alat medis (misalnya tensimeter atau termometer) maka harus dilakukan pengukuran ulang dengan menggunakan alat yang berbeda.&lt;br /&gt;1.10 Apabila hasilnya tetap menyatakan bahwa petarung dinyatakan tidak layak untuk bertanding, maka ketua tim pemeriksa kesehatan segera melaporkan hasilnya ke hakim pertandingan.&lt;br /&gt;1.11 Hakim pertandingan dengan didampingi Ketua Tim Pemeriksa Kesehatan menyampaikan hasil tersebut kepada petarung.&lt;br /&gt;1.12 Bagi atlet petarung dan seni gerak yang dinyatakan tidak lulus pemeriksaan kesehatan maka tidak diperbolehkan mengikutii kejuaraan.&lt;br /&gt;1.13 Keputusan tim dokter/medis bersifat mutlak.&lt;br /&gt;2. PENIMBANGAN BERAT BADAN&lt;br /&gt;2.1 Penimbangan berat badan akan dilaksanakan 1 (satu) hari sebelum hari pertarungan.&lt;br /&gt;2.2 Para petarung untuk semua kelas berat badan, harus siap untuk melaksanakan penimbangan berat badan.&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;2.3 Pada waktu yang telah ditentukan untuk melaksanakan penimbangan berat badan akan diawali dengan pemeriksaan kesehatan.&lt;br /&gt;2.4 Berat badan adalah jumlah yang tertera pada penimbangan atas seorang petarung yang telanjang dada (hanya memakai celana dalam/celana bahan stret ).&lt;br /&gt;2.5 Penimbangan berat badan harus dilaksanakan secara terbuka dengan dihadiri oleh perwakilan dari peserta, namun tidak boleh ikut campur dalam pelaksanaan penimbangan berat badan.&lt;br /&gt;2.6 Berat badan yang tercatat pada saat pendaftaran harus sesuai dengan berat badan pada saat penimbangan berat badan. Dalam hal tidak ada kecocokan berat badan dengan kelas yang ditempatinya (berat badan naik/ turun) seorang petarung diberi kesempatan sebanyak 2 (dua) kali untuk melakukan penyesuaian dengan berat badan yang ditempatinya. Apabila setelah diberi kesempatan sebanyak 2 (dua) kali petarung tersebut masih tidak sesuai berat badannya, maka petarung tersebut tidak bisa ikut pertarungan (dinyatakan kalah secara administratif, dengan pertimbangan dari Hakim Pertandingan dan Perguruan).&lt;br /&gt;2.7 Waktu yang diberikan untuk perubahan berat badan petarung, yaitu sampai selesainya acara technical meeting. Diluar acara itu panitia tidak menerima perubahan apapun.&lt;br /&gt;2.8 Berat badan yang tercatat pada saat penimbangan badan secara resmi akan menentukan kelas petarung untuk seluruh pertarungan.&lt;br /&gt;2.9 Hasil penimbangan badan bersifat final, namun bagi Pengda / Pengcab / Satlat dapat memindahkan petarungnya ke kelas yang lebih rendah / lebih tinggi / apabila pada saat penimbangan berat badan, ternyata petarungnya terlalu berat atau terlalu ringan dari yang didaftarkan, dengan ketentuan kelas yang&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;`baru ditempatinya tersebut masih kosong, serta waktu penimbangan badan belum selesai.&lt;br /&gt;2.10 Dalam hal penggantian petarung, panitia dapat mempertimbangkannya asalkan penggantian tersebut didaftarkan / dilaporkan secara administrative bersamaan dengan pengembalian form.A atau paling lambat pengembalian form B ke meja panitia dengan ketentuan nama petarung cadangan / pengganti tersebut telah didaftarkan untuk kelas tersebut.&lt;br /&gt;2.11 Bagi petarung yang lolos untuk bertarung pada hari berikutnya maka harus dilakukan penimbangan berat badan kembali dibawah pengawasan hakim pertandingan.&lt;br /&gt;2.12 Hasil penimbangan berat badan kembali (recheck berat badan) harus sesuai dengan kelas berat badan yang diikuti.&lt;br /&gt;2.13 Ketidaksesuaian recheck berat badan dengan kelas berat badan yang diikuti sebelumnya, akan mengakibatkan petarung tersebut di diskualifikasi dari kejuaraan.&lt;br /&gt;PASAL 5&lt;br /&gt;PENYUSUNAN SKEMA PERTANDINGAN&lt;br /&gt;1. UNDIAN&lt;br /&gt;1.1 Undian dilaksanakan setelah selesainya pemeriksaan kesehatan dan penimbangan badan.&lt;br /&gt;1.2 Undian dilakukan untuk menentukan skema dan nomor urut pertandingan.&lt;br /&gt;1.3 Pengundian harus dihadiri oleh ofisial peserta kejuaraan.&lt;br /&gt;2. BYE&lt;br /&gt;2.1 Dalam hal jumlah petarung tidak sesuai dengan skema pertarungan, maka akan ada penempatan Bye sesuai dengan jumlah Bye.&lt;br /&gt;2.2 Penempatan Bye menjadi wewenang penuh panitia.&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt;3. URUTAN PERTANDINGAN&lt;br /&gt;3.1 Penyusunan urutan pertandingan tarung berdasarkan atas kelas berat badan, yaitu petarung kelas lebih ringan akan bertarung terlebih lebih dahulu kemudian dilanjutkan petarung di kelas yang lebih berat.&lt;br /&gt;3.2 Penyusunan urutan pertandingan partai final berdasarkan penilaian hakim pertandingan terhadap kemampuan petarung dalam menguasai teknik dan aturan tarung yang terbaik.&lt;br /&gt;PASAL 6&lt;br /&gt;RONDE&lt;br /&gt;1. Pertarungan untuk perorangan putra dilaksanakan dalam 3 (tiga) ronde, dengan durasi waktu tiap ronde adalah 3 (tiga) menit dan waktu istirahat 1 (satu) menit. Pertarungan perorangan putri dilaksanakan dalam 2 (dua) ronde dengan durasi waktu tiap ronde adalah 3 (tiga) menit dan waktu istirahat 1 (satu) menit.&lt;br /&gt;2. Penghentian pertarungan untuk membetulkan pakaian, pemeriksaan kesehatan, tidak termasuk dalam waktu yang telah ditentukan (dalam hal-hal tersebut, stop watch / waktu dihentikan).&lt;br /&gt;3. Ronde tambahan akan diberikan bila pertarungan berakhir dengan nilai seri / seimbang.&lt;br /&gt;4. Waktu yang digunakan untuk ronde tambahan adalah selama 2 (dua) menit.&lt;br /&gt;5. Pada ronde tambahan, penilaian dilakukan sebagaimana mestinya, dalam hal ini juri kembali bertugas melakukan penilaian.&lt;br /&gt;6. Dalam hal terjadi ronde tambahan, juri wajib menuliskan “ RONDE TAMBAHAN “ pada format nilai.&lt;br /&gt;7. Dalam hal selama ronde tambahan belum ada pemenangnya, maka akan diadakan ronde tambahan berikutnya dengan sistem “ SUDDENT DEATH “ (Siapa yang lebih dulu serangannya masuk pada sasaran).&lt;br /&gt;8&lt;br /&gt;PASAL 7&lt;br /&gt;ATLET PESERTA KEJUARAAN&lt;br /&gt;1. Tingkatan Kurata untuk atlit yang mengikuti kejuaraan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1.1 Nomor tarung bebas putra : Minimal tingkat Kurata V, memiliki kesiapan sebagai petarung pada kelasnya dan lolos seleksi panitia penyelenggara.&lt;br /&gt;1.2 Nomor tarung bebas putri : Minimal tingkat Kurata V, memiliki kesiapan sebagai petarung pada kelasnya dan lolos seleksi panitia penyelenggara.&lt;br /&gt;1.3 Atlet Seni Gerak Putri nomor Ranger : Minimal tingkat Kurata V, memiliki kesiapan sebagai petarung rangkaian gerak dan lolos seleksi panitia penyelengara.&lt;br /&gt;1.4 Atlet Seni Gerak Putra nomor Getar : Minimal tingkat Kurata V, memiliki kesiapan sebagai petarung gerak tarung dan lolos seleksi panitia penyelenggara.&lt;br /&gt;1.5 Atlet Seni Gerak Beregu Putra-Putri : Minimal tingkat Kurata V, memiliki kesiapan sebagai petarung gerak tarung dan lolos seleksi panitia penyelenggara.&lt;br /&gt;2. Hak dan Kewajiban Atlet&lt;br /&gt;2.1 Hak Atlet&lt;br /&gt;2.1.1 Penting dan ksatria menyatakan diri mundur dari pertandingan. Hal ini dapat dilakukan apabila atlit merasa secara fisik dan mental tidak siap untuk bertanding dikarenakan sesuatu hal baik itu sebelum, ataupun saat bertanding dan setelah bertanding (waktu istirahat/ronde 1,2 dan 3 bila nilai seri, dst).&lt;br /&gt;2.1.2 Dalam hal petarung tidak dapat melanjutkan pertarungan dalam keadaan ronde berjalan, petarung tersebut harus mengucapkan BOX ! sambil mundur 3 (tiga) langkah.&lt;br /&gt;9&lt;br /&gt;2.1.3 Meminta untuk diperiksakan diri ke dokter pertandingan, baik itu sebelum ataupun sesudah selesai pertandingan.&lt;br /&gt;2.1.4 Menyatakan diri keberatan untuk ditemani seorang ofisial tertentu kepada hakim pertandingan, sehingga hakim pertandingan diharuskan mencari ofisial pengganti (sesuai dengan daftar ofisial).&lt;br /&gt;2.2 Kewajiban Atlet&lt;br /&gt;2.2.1 Mematuhi setiap butir peraturan pertandingan.&lt;br /&gt;2.2.2 Bertanding dengan semangat sportivitas dan persaudaraan yang tinggi.&lt;br /&gt;2.2.3 Tidak boleh memukul dan menendang bagian belakang tubuh (misalnya kepala dan seluruh badan/anggota badan bagian belakang).&lt;br /&gt;2.2.4 Tidak boleh menyerang lawan yang terjatuh secara tidak sengaja dan karena terkena serangan lawan. Menjatuhkan diri secara sengaja untuk menghindari serangan lawan atau untuk menyerang lawan dengan teknik jatuh yang tidak akurat, mendapat peringatan wasit dan bila dilakukan berulang lebih dari 2x, mendapat pengurangan nilai dalam ronde berjalan bahkan bisa di diskualifikasi atau dinyatakan kalah.&lt;br /&gt;2.2.5 Harus kembali di tes kesehatannya dan berat badannya setiap hari satu kali, bila seorang petarung maju ke babak berikutnya pada hari yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Teknik Atlet&lt;br /&gt;3.1 Tarung Bebas&lt;br /&gt;3.1.1 Menguasai dan memahami peraturan pertandingan dengan baik dan benar.&lt;br /&gt;3.1.2 Memiliki koordinasi step kaki, pukulan dan tendangan yang sangat baik.&lt;br /&gt;3.1.3 Menguasai teknik tarung Tarung Derajat.&lt;br /&gt;3.1.4 Pada saat pertarungan, serangan kaki dan tangan harus seimbang dan berimbang.&lt;br /&gt;3.1.5 Petarung yang banyak melakukan serangan pukulan apalagi tanpa serangan tendangan akan mendapat peringatan keras dan dapat dikeluarkan dari arena pertarungan dan diskualifikasi.&lt;br /&gt;3.1.6 Pertarungan harus dijiwai dengan semangat sportivitas dan rasa persaudaraan yang tinggi.&lt;br /&gt;11&lt;br /&gt;3.2 Seni Gerak&lt;br /&gt;12&lt;br /&gt;3.2.1 Menguasai dan memahami peraturan pertandingan dan sistem penilaian dengan baik dan benar.&lt;br /&gt;3.2.2 Menguasai teknik seni gerak sesuai dengan dasar geraknya yang diperagakan baik secara berpasangan (getar) dan berkelompok (ranger).&lt;br /&gt;3.2.3 Pada saat pertandingan, apabila melakukan gerakan pembuka yang tidak ada hubungannya dengan seni gerak yang diperagakan atau melakukan gerakan variasi yang terlalu berlebihan maka akan mengurangi nilai.&lt;br /&gt;3.2.4 Keseluruhan pergerakan dinilai berdasarkan prinsip lima (5) unsur daya gerak yaitu : kekuatan, kecepatan, ketepatan, keberanian, dan keuletan. Yang dimaksud dengan 5 unsur daya gerak pada penilaian seni gerak adalah :&lt;br /&gt;Kekuatan.&lt;br /&gt;Artinya setiap gerakan dilakukan dengan bertenaga dan tidak kaku (keras dan lentur), penuh semangat ditunjang dengan kesiapan fisik dan mental.&lt;br /&gt;Kecepatan.&lt;br /&gt;Artinya setiap gerakan merupakan gerakan reflex yang telatih, sesuai dengan irama gerakan secara berpasangan.&lt;br /&gt;Ketepatan.&lt;br /&gt;Artinya gerakan yang dilakukan jelas sasaran (target) yang dituju dan maksud serta peruntukannya.&lt;br /&gt;Keberanian.&lt;br /&gt;Artinya gerakan dilakukan secara pasti, penuh kesungguhan, realistis dan rasional.&lt;br /&gt;13&lt;br /&gt;Keuletan&lt;br /&gt;Artinya gerakan-gerakannya memiliki / mengandung nilai-nilai seni tinggi, berangkat seperti air yang mengalir dengan memperhatikan 4 unsur diatas, yaitu kekuatan, kecepatan, ketepatan dan keberanian.&lt;br /&gt;PASAL 8&lt;br /&gt;OFISIAL (PELATIH DAN MANAJER)&lt;br /&gt;Setiap petarung berhak atas 1 (satu) orang pembantu/ pendamping dengan ketentuan sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Tugas utama seorang ofisial adalah menyelamatkan petarung bila secara fisik dan mental tidak layak untuk melanjutkan pertarungan.&lt;br /&gt;2. Pembantu petarung tidak dapat memasuki arena pertarungan (matras).&lt;br /&gt;3. Selama pertarungan berlangsung, pembantu petarung dilarang memberi petunjuk, bantuan atau dorongan kepada petarungnya, karena akan merugikan petarungnya.&lt;br /&gt;4. Jika pembantu petarung tersebut melanggar peraturan, maka dia dapat diperingati atau didiskualifikasi, bahkan atas kesalahan pembantunya, seorang petarung dapat ditegur, diperingati dan didiskualifikasi oleh wasit.&lt;br /&gt;5. Setiap pembantu petarung atau official yang mendorong ataupun menghasut penonton dengan kata-kata atau&lt;br /&gt;14&lt;br /&gt;isyarat-isyarat tertentu, maka wasit berhak melarang official tersebut melanjutkan tugasnya mendampingi petarung. Dan melaporkan pada hakim pertandingan.&lt;br /&gt;6. Pembantu petarung bertugas mengurus petarung, memberi arahan teknik dan dorongan semangat pada saat petarung istirahat dan mengawasi kelayakan/ ketidaklayakan petarungnya untuk bertarung kembali.&lt;br /&gt;7. Ketika kejuaraan berlangsung, ofisial harus terus memantau keadaan atlit baik ketika bertanding maupun sebelum dan sesudah bertanding.&lt;br /&gt;8. Setiap perubahan fisik, mental atlit harus dapat diketahui oleh offisial sehingga offisial dapat mengetahui kesiapan atlit dalam mengikuti pertandingan berikutnya.&lt;br /&gt;9. Ingat oficial petarung dalam pertarungan adalah sebagai penyelamat petarung, dan bukan penyiksa petarung.&lt;br /&gt;PASAL 9&lt;br /&gt;WASIT&lt;br /&gt;1. Sikap Kepemimpinan Wasit&lt;br /&gt;1.1 Permulaan Pertarungan&lt;br /&gt;1.1.1 Memposisikan diri ditengah matras pertandingan.&lt;br /&gt;• Menanyakan kesiapan petarung sebelum pertarungan dimulai.&lt;br /&gt;• Berdiri siaga dan waspada ditengah-tengah petarung yang telah mengambil posisi drop kaki untuk memastikan kedua petarung telah siap tarung (menyerang dan bertahan).&lt;br /&gt;• Saat bel tanda pertarungan berbunyi (permulaan pertarungan), wasit tidak cepat-cepat menjauhi petarung, tapi harus selalu siaga dan waspada untuk memisahkan kedua petarung.&lt;br /&gt;1.1.2 Lakukan pemeliharaan jarak dengan ke dua petarung secara bertahap, contoh : saat&lt;br /&gt;15&lt;br /&gt;permulaan pertarungan jarak antara wasit dan petarung adalah satu panjang tangan wasit, dimaksudkan untuk mempelajari secara cermat keamanan gaya bertarung masing-masing petarung.&lt;br /&gt;1.2 Aba-aba&lt;br /&gt;1.2.1 Dalam menjalankan tugasnya, hanya ada 3 (tiga) macam aba-aba, yaitu :&lt;br /&gt;• BOX ! Untuk perintah mulai pertarungan.&lt;br /&gt;• STOP ! Untuk perintah agar kedua petarung berhenti saling menyerang.&lt;br /&gt;• KEMBALI ! Apabila kedua petarung telah keluar arena pertarungan dan wasit memerintahkan kedua petarung kembali ketengah arena.&lt;br /&gt;1.2.2 Cara pengucapan aba-aba haruslah keras, tegas, dan jelas.&lt;br /&gt;1.3 Saat Pertarungan&lt;br /&gt;1.3.1 Wasit harus mampu melihat pergerakan teknik kedua petarung secara menyeluruh yaitu dari kepala s/d kaki.&lt;br /&gt;1.3.2 Sudut pandang wasit harus mampu melihat kedua petarung, bukan hanya satu orang petarung saja.&lt;br /&gt;1.3.3 Melihat dari seluruh aspek gerakan teknik pertarungan, diantaranya adalah :&lt;br /&gt;• Serangan pukulan, harus diamati step kaki, gerakan memukul, dan pengembalian tangan (melindungi bagian yang rawan serangan) ke posisi yang benar.&lt;br /&gt;• Serangan tendangan, harus diamati gerakan tendangan,dan posisi tubuh (melindungi bagian tubuh lainnya) sebelum menendang dan setelah menendang.&lt;br /&gt;16&lt;br /&gt;• Gerakan bertahan dalam bertarung merupakan suatu gerakan baku yang memiliki (perlindungan / ketahanan dan kesiapan diserang atau menyerang) tingkat disiplin yang tinggi.&lt;br /&gt;1.4 Istirahat&lt;br /&gt;1.4.1 Wasit harus segera menghentikan pertarungan (petarung segera kembali ke sudut masing-masing / semula) bila terdengar bel istirahat berbunyi.&lt;br /&gt;1.4.2 Lakukan teguran, peringatan, atau pengurangan nilai bila salah satu petarung atau kedua petarung masih bertarung.&lt;br /&gt;1.4.3 Wasit tidak boleh meninggalkan matras pertandingan sebelum kedua petarung meninggalkan matras.&lt;br /&gt;1.4.4 Saat istirahat selesai dan kembali bertarung, lakukan/ulangi pasal 1.1 dalam bertindak (petarung tidak lagi melakukan saling drop kaki).&lt;br /&gt;1.5 Selesai Pertarungan&lt;br /&gt;1.5.1 Bila bel tanda pertarungan selesai, maka lakukan pasal 1.3.1, 1.3.2, dan 1.3.3 dalam bertindak.&lt;br /&gt;1.5.2 Pada akhir pertarungan, wasit wajib mengumpulkan daftar nilai yang dibuat oleh ketiga juri, yang selanjutnya menyerahkan kepada Hakim Pertandingan. Setelah diperiksa keseluruhan jumlah nilai akhir oleh Hakim Pertandingan, daftar nilai tersebut diserahkan kepada announcer untuk diumumkan pemenangnya.&lt;br /&gt;1.5.3 Wasit tidak boleh menunjuk pemenangnya sebelum nama petarung diumumkan oleh announcer.&lt;br /&gt;1.5.4 Setelah diumumkan pemenangnya dengan disebutkan pula nilainya oleh announcer,&lt;br /&gt;17&lt;br /&gt;wasit harus mengangkat tangan pemenangnya.&lt;br /&gt;1.5.5 Kedua petarung berjiwa besar yaitu penuh rasa persaudaraan menerima hasil pertandingan (saling bersalaman dan berangkulan).&lt;br /&gt;2. Kekuasaan Wasit&lt;br /&gt;Wasit dalam memimpin pertandingan mempunyai kekuasaan sebagai berikut :&lt;br /&gt;2.1 Dapat menghentikan pertarungan pada setiap saat jika dianggap pertarungan sangat berat sebelah (tidak seimbang).&lt;br /&gt;2.2 Dapat menghentikan pertarungan pada setiap saat jika salah satu petarung terluka dan berdasarkan penilaian wasit akan berbahaya bila dilanjutkan dan secepatnya memanggil dokter/medis pertarungan ke arena.&lt;br /&gt;2.3 Terkoordinasi dengan tim medis menghentikan pertarungan bila tim medis menilai bahwa petarung bersangkutan tidak boleh melanjutkan pertarungan.&lt;br /&gt;2.4 Dapat menghentikan pertarungan pada setiap saat jika wasit menganggap kedua petarung tidak sungguh-sungguh. Dalam hal ini wasit dapat mendiskualifikasi salahsatu atau kedua petarung setelah diberi peringatan.&lt;br /&gt;2.5 Memberi teguran kepada seorang petarung atau menghentikan pertarungan dan memberikan peringatan kepada seorang petarung atas pelanggaran yang dilakukan atau atas alasan lain demi tercapainya permainan yang jujur (bersih) dan mengikuti peraturan.&lt;br /&gt;2.6 Setiap saat dapat mendiskualifikasi seorang petarung yang tidak segera memenuhi perintahnya, atau bertindak tidak sopan dan tidak santun terhadap lawan, wasit, juri, dan hakim pertandingan.&lt;br /&gt;18&lt;br /&gt;2.7 Mendiskualifikasi pembantu petarung yang melanggar peraturan, dan bahkan kepada petarungnya sendiri apabila pembantu petarung tidak mematuhi peraturan pertandingan atau mengganggu jalannya pertarungan.&lt;br /&gt;2.8 Dengan atau tanpa perintah terlebih dahulu untuk mendiskualifikasi seorang petarung karena suatu pelanggaran yang berat.&lt;br /&gt;2.9 Dalam hal terjadi petarung roboh, wasit segera melakukan penghitungan sampai dengan 10 hitungan, sedangkan lawannya segera menempati sudut netral yang dibantu oleh pengawas pertarungan untuk segera ke sudut netral.&lt;br /&gt;2.10 Menafsirkan peraturan pertandingan sejauh dapat diterapkan atau relevan terhadap pertarungan atau memutuskan dan mengambil tindakan dalam keadaan apapun pada pertarungan yang tidak atau belum tercantum dalam peraturan pertandingan demi keselamatan petarung dan kelancaran pertarungan.&lt;br /&gt;3. Keputusan Wasit&lt;br /&gt;3.1 Peringatan dan Pelanggaran&lt;br /&gt;3.1.1 Peringatan dilakukan jika seorang petarung melanggar peraturan tetapi tidak pantas didiskualifikasi, maka wasit harus menghentikan pertarungan dan memberi peringatan kepada petarung yang melanggar.&lt;br /&gt;3.1.2 Peringatan harus diberikan dengan jelas dan singkat sehingga petarung mengerti alasan dan maksud peringatan tersebut. Cara memberi peringatan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;• Menstop pertarungan.&lt;br /&gt;• Memberitahu petarung tentang kesalahannya baik berupa teguran/peringatan ataupun kejelasan berupa gerak.&lt;br /&gt;19&lt;br /&gt;• Menghitung telah berapa kali petarung tersebut melakukan kesalahan yang mengakibatkan peringatan dalam satu ronde.&lt;br /&gt;3.1.3 Peringatan akan menjadi sebuah pelanggaran jika sudah dilakukan 2 (dua) kali berturut-turut dalam satu ronde berjalan, dan wasit harus memberikan tanda dengan tangan kepada masing-masing juri bahwa pelanggaran telah diberikan kepada salah seorang petarung.&lt;br /&gt;3.1.4 Pelanggaran akan menjadi keputusan diskualifikasi jika sudah dilakukan 2 (dua) kali berturut-turut dalam satu ronde berjalan, dan wasit harus menghentikan pertarungan.&lt;br /&gt;3.1.5 Wasit tidak ragu-ragu dalam mengambil suatu keputusan. (memberikan potongan nilai, menghentikan pertandingan)&lt;br /&gt;3.1.6 Dalam memberikan keputusan wasit tidak terpengaruh oleh , offisial, dan atlit, serta suporter.&lt;br /&gt;3.2 Hal-hal yang dianggap Peringatan dan Pelanggaran&lt;br /&gt;3.2.1 Peringatan :&lt;br /&gt;3.2.1.1 Tidak agresif baik bertahan maupun menyerang.&lt;br /&gt;3.2.1.2 Tidak semangat atau kelelahan.&lt;br /&gt;3.2.1.3 Melakukan pancingan kearah sasaran yang dilarang.&lt;br /&gt;3.2.1.4 Berpura-pura sakit atau cedera, dalam hal ini keputusan terakhir ada pada tim Medis dan Hakim Pertandingan.&lt;br /&gt;3.2.1.5 Bila petarung mendapat teguran berulang, hal itu merupakan peringatan pertama.&lt;br /&gt;20&lt;br /&gt;3.2.2 Pelanggaran :&lt;br /&gt;3.2.2.1 Menyerang bagian belakang kepala / badan lawan atau sebaliknya membelakangi lawan dengan sengaja.&lt;br /&gt;3.2.2.2 Menyerang bagian selangkangan&lt;br /&gt;3.2.2.3 Mengejek atau memperolok lawan baik didalam atau diluar arena pertarungan.&lt;br /&gt;3.2.2.4 Menyerang lawan diluar arena pertarungan.&lt;br /&gt;3.2.2.5 Dengan sengaja meninggalkan arena pertarungan.&lt;br /&gt;3.2.2.6 Menyerang wasit, juri dan hakim pertandingan.&lt;br /&gt;3.2.2.7 Dengan sengaja menyerang lawan yang sudah jatuh.&lt;br /&gt;3.2.2.8 Berturut-turut melakukan / menggunakan teknik tarung secara asal-asalan atau salah.&lt;br /&gt;3.2.2.9 Tetap bertarung atau menyerang lawan meskipun bel tanda ronde telah selesai berbunyi.&lt;br /&gt;3.3 Hitungan Goyah (kondisi fisik tidak stabil) atau Roboh&lt;br /&gt;Goyah adalah keadaan fisik atau stamina yang labil disebabkan oleh serangan lawan atau kelelahan dan petarung dianggap roboh apabila bagian tubuh petarung selain telapak kaki menyentuh matras setelah mendapat serangan dari lawan.&lt;br /&gt;Hal-hal yang harus diketahui tentang keputusan ini adalah :&lt;br /&gt;1. Ciri-ciri petarung yang mengalami kondisi goyah adalah :&lt;br /&gt;• posisi badan dan siaga tarung yang gontai,&lt;br /&gt;• pandangan mata yang lemah,&lt;br /&gt;• ekspresi muka yang loyo (karena hilang kesadaran seketika),&lt;br /&gt;21&lt;br /&gt;• atau lutut yang menyentuh matras (meskipun petarung dapat berdiri seketika).&lt;br /&gt;2. Dalam hal terjadi goyah / goyang atau roboh, wasit wajib segera menghitung detik-detik berlalunya waktu dengan suara yang keras mulai dari 1 s/d 10 atau 10 (sepuluh ) detik dan setiap detik harus dinyatakan dengan gerakan tangan sedemikian rupa agar petarung yang telah roboh dapat menyadari penghitungan tersebut.&lt;br /&gt;3. Ketika wasit melakukan penghitungan kepada petarung yang goyah / goyang atau roboh sebagai upaya penyelamatan, wasit harus memegang bagian belakang leher petarung baik petarung dalam keadaan berdiri atau duduk.&lt;br /&gt;4. Petarung yang membuat lawannya goyah / roboh harus segera menempati sudut netral, dibantu secepatnya oleh hakim garis baik diperintah atau tidak diperintah wasit.&lt;br /&gt;5. Dan jika petarung tersebut masih di arena, maka Hakim pertandingan harus memerintahkannya segera ke sudut netral, bila masih tidak melaksanakannya maka petarung tersebut mendapat pengurangan nilai 1.&lt;br /&gt;6. Batas hitungan wajib wasit apabila seorang petarung jatuh (roboh) atau goyah sebagai akibat dari serangan lawan adalah sampai hitungan 10 (sepuluh), meskipun petarung yang bersangkutan sudah siap sebelum hitungan 10 (sepuluh) dan apabila sampai hitungan 10 ( sepuluh ) tidak bisa melanjutkan pertarungan, maka petarung tersebut dinyatakan kalah dengan M.R.&lt;br /&gt;7. Setelah dilakukan penghitungan karena petarung roboh, wasit baru dapat melanjutkan pertarungan apabila sipetarung menunjukan kesiapannya untuk bertarung kembali (sorotan mata yang tajam dan menunjukan kesiapan, cara berdiri dan berjalan yang tegak).&lt;br /&gt;22&lt;br /&gt;Tata cara siap tarung setelah mendapat hitungan dari wasit :&lt;br /&gt;• Mendengarkan aba-aba wasit.&lt;br /&gt;• Melakukan penghormatan dan mengucapkan BOX, dengan keras.&lt;br /&gt;• Melangkahkan kaki kanan dengan sentakan sebagai tanda siap bertarung kembali.&lt;br /&gt;8. Dua kali mendapat hitungan merupakan peringatan bagi petarung, karena pertarungan dapat dihentikan tanpa hitungan yang ketiga.&lt;br /&gt;9. Serangan pukulan atau tendangan dengan sasaran yang telak mengenai bagian muka maka petarung dianggap mengalami kondisi goyah.&lt;br /&gt;4. Wasit Cedera&lt;br /&gt;Dalam hal wasit mengalami cedera ketika sedang memimpin, pertarungan dapat dihentikan oleh hakim pertandingan dan dengan segera menggantikan wasit tersebut dengan wasit cadangan.&lt;br /&gt;PASAL 10&lt;br /&gt;JURI&lt;br /&gt;1. Tata Kerja Juri :&lt;br /&gt;1.1 Setiap anggota juri wajib membuat penilaian atas suatu pertarungan secara objektif, jujur dan cermat serta mampu mengambil kesimpulan secara cepat dan tepat.&lt;br /&gt;1.2 Juri wajib memeriksa daftar nilai untuk melihat :&lt;br /&gt;1.2.1 Apakah angka-angka telah dijumlahkan dengan benar.&lt;br /&gt;1.2.2 Apakah nama petarung telah ditulis secara benar.&lt;br /&gt;1.2.3 Apakah sudut pemenang telah ditunjuk.&lt;br /&gt;1.2.4 Apakah daftar nilai telah ditandatangani dan diberi nama jelas.&lt;br /&gt;23&lt;br /&gt;1.3 Hasil penilaian juri akan diambil oleh wasit yang selanjutnya diserahkan kepada hakim pertandingan untuk disyahkan.&lt;br /&gt;1.4 Setelah diperiksa hakim pertandingan, hasil penilaian juri diserahkan kepada announcer untuk dibacakan hasil pertandingannya dan mengumumkan nilai angkanya.&lt;br /&gt;2 Sistem Penilaian :&lt;br /&gt;2.1 Point.&lt;br /&gt;Sistem penilaian kejuaraan tarung bebas menitikberatkan pada point-point (titik-titik) pengenaan dengan bidang sasaran yaitu kepala bagian muka dan samping serta badan bagian depan dan samping.&lt;br /&gt;2.2 Penilaian juri.&lt;br /&gt;Dalam memberikan penilaian pada point (titik) sasaran, hal-hal yang harus dipertimbangkan oleh juri adalah :&lt;br /&gt;• Jenis serangan.&lt;br /&gt;• Awalan serangan dan pengembalian serangan ke posisi awal.&lt;br /&gt;• Pengenaan ke bidang sasaran.&lt;br /&gt;2.2.1 Jenis Serangan&lt;br /&gt;Petarung hanya boleh menyerang dengan jenis-jenis serangan yang telah ditentukan dalam peraturan tarung bebas.&lt;br /&gt;2.2.2 Penempatan Awalan Serangan dan Akhiran Serangan.&lt;br /&gt;Awalan dan akhiran serangan adalah penempatan posisi tangan ketika akan dipukulkan ataupun kaki ketika akan ditendangkan dan penempatan posisi akhir tangan / kaki setelah menyerang harus sesuai dengan teknik-teknik dasar tarung. Hal ini untuk menghindari :&lt;br /&gt;• gerakan mengayun,&lt;br /&gt;• gerakan membabi buta,&lt;br /&gt;• pengenaan point dengan teknik yang salah.&lt;br /&gt;24&lt;br /&gt;2.2.3 Pengenaan ke Bidang Sasaran&lt;br /&gt;Sasaran pengenaan berdasarkan pada peraturan pertandingan yang berlaku.&lt;br /&gt;PASAL 11&lt;br /&gt;HAKIM PERTANDINGAN&lt;br /&gt;1. Hakim Petandingan terdiri dari 3 (tiga) orang Dewan Guru atau orang yang ditunjuk oleh Sang Guru, dengan dibantu 5 ( lima ) orang pembantu yang terdiri dari :&lt;br /&gt;1.1 (satu) orang announcer (pembaca pengumuman pemenang).&lt;br /&gt;1.2 (dua) orang pencatat hasil pertarungan dan membuat skema serta urutan pertandingan.&lt;br /&gt;1.3 (satu) orang pencatat waktu, pemukul gong.&lt;br /&gt;1.4 (satu) orang bagian umum/ pemeriksa kelengkapan petarung.&lt;br /&gt;2. Putusan pertarungan disyahkan oleh Hakim Pertandingan.&lt;br /&gt;3. Hakim Pertandingan merupakan pimpinan pertarungan yang berada diluar arena pertarungan dengan tugas dan wewenang sebagai berikut :&lt;br /&gt;3.1 Memimpin acara technical meeting,&lt;br /&gt;3.2 Mempersiapkan administrasi pertandingan sampai dengan selesai kejuaraan (dibantu oleh tim wasit dan juri)&lt;br /&gt;3.3 Mengatur wasit dan juri dalam bertugas memimpin pertarungan.&lt;br /&gt;3.4 Meneliti dan memeriksa hasil penilaian juri sebelum diumumkan oleh announcer.&lt;br /&gt;3.5 Mempunyai keputusan tertinggi dan mutlak.&lt;br /&gt;3.6 Dapat menghentikan pertarungan apabila kepemimpinan wasit dianggap tidak benar atau tidak seimbang dalam memberikan keputusan.&lt;br /&gt;3.7 Hakim Pertandingan dapat menskor wasit, bila dinilai tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan melanggar janji wasit serta kode etik perwasitan.&lt;br /&gt;25&lt;br /&gt;3.8 Apabila wasit dinilai tidak mampu meneruskan tugasnya, maka Hakim Pertandingan dapat mengganti wasit tersebut dengan terlebih dahulu menghentikan pertarungan.&lt;br /&gt;PASAL 12&lt;br /&gt;PETUGAS PERTARUNGAN&lt;br /&gt;Petugas pertarungan mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Memeriksa kembali urutan pertarungan dari mulai nama petarung, asal daerah dan penempatan sudut petarung.&lt;br /&gt;2. Memastikan dan menjaga agar urutan pertarungan berjalan berkesinambungan (tidak terputus).&lt;br /&gt;3. Memeriksa kesiapan petarung yang dipanggil oleh Hakim Pertandingan.&lt;br /&gt;4. Memeriksa dan menyiapkan segala kelengkapan pertarungan bagi seorang petarung mulai dari gumseal, testicular protector, handbox, tanda sudut (hitam / merah) dan merapikan baju petarung (tali-talinya).&lt;br /&gt;PASAL 13&lt;br /&gt;PENGAWAS PERTARUNGAN&lt;br /&gt;Pengawas pertarungan mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Mengawasi jalannya pertarungan dan menjaga keselamatan petarung yang keluar dari matras karena adanya serangan dari lawan.&lt;br /&gt;2. Posisi pengawas pertarungan berada disamping matras.&lt;br /&gt;3. Pengawas pertarungan terdiri dari 4 (empat) orang, yaitu disetiap sisi matras pertandingan.&lt;br /&gt;4. Membuka dan mengembalikan peralatan panitia yang dipakai petarung, ke meja petugas pertandingan.&lt;br /&gt;26&lt;br /&gt;PASAL 14&lt;br /&gt;PETUGAS PENCATAT WAKTU&lt;br /&gt;Tugas pencatat waktu adalah :&lt;br /&gt;1. Mengatur lamanya waktu serta interval antara ronde-ronde.&lt;br /&gt;2. Memulai dan mengakhiri tiap ronde dengan memukul gong atau tanda lainnya.&lt;br /&gt;3. Mematikan waktu bagi penghentian sementara atau bila disuruh demikian oleh wasit dan hakim pertandingan.&lt;br /&gt;4. Mengatur semua waktu pertarungan dan menghitungnya dengan menggunakan stop watch.&lt;br /&gt;5. Pada saat salah seorang petarung mengalami roboh, dia harus memberi tanda dengan tangan kepada wasit (lewatnya detik-detik) selagi wasit menghitung.&lt;br /&gt;6. Pada akhir ronde jika seorang petarung mengalami jatuh dan wasit menghitung petarung tersebut, gong yang menandakan berakhirnya waktu pertarungan, tidak dibunyikan. Gong hanya akan dibunyikan apabila wasit telah habis menghitung dan menyatakan dilanjutkannya pertarungan atau petarung tersebut tidak bisa melanjutkan pertarungan.&lt;br /&gt;7. Tempat petugas pencatat waktu duduk berada dimeja hakim pertandingan.&lt;br /&gt;PASAL 15&lt;br /&gt;PROTES&lt;br /&gt;1. Sebuah protes diajukan oleh manager tim paling lambat 15 (lima belas) menit setelah hasil pertarungan diumumkan.&lt;br /&gt;2. Protes harus diajukan secara tertulis dengan menyerahkan uang protes sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) kepada hakim pertandingan (form tersedia di meja hakim pertandingan).&lt;br /&gt;3. Jika hakim pertandingan setuju untuk mengadakan peninjauan kembali, maka hakim pertandingan dapat melakukan tindakan-tindakan yang dianggap perlu,&lt;br /&gt;27&lt;br /&gt;dengan merujuk kepada hasil pertarungan dan memperlihatkannya kepada pemohon protes.&lt;br /&gt;4. Jika setelah diproses, ternyata protes tersebut diterima oleh hakim pertandingan, maka uang protes tersebut dikembalikan.&lt;br /&gt;5. Lakukan protes secara cermat dan santun.&lt;br /&gt;PASAL 16&lt;br /&gt;MEDIS&lt;br /&gt;1. Tim medis harus sudah hadir 60 (enam puluh) menit sebelum acara pertarungan dimulai.&lt;br /&gt;2. Apabila tim medis belum hadir, maka pertarungan tidak dapat dimulai.&lt;br /&gt;3. Tim medis baru dapat masuk ke arena tarung (matras) apabila telah diminta oleh wasit.&lt;br /&gt;4. Tim medis mempunyai tugas sebagai berikut :&lt;br /&gt;Memberikan perawatan medis kepada atlet yang terluka atau cedera pada saat atau sesudah pertandingan.&lt;br /&gt;Memberikan rekomendasi kepada wasit jika petarung tidak dapat melakukan pertarungan.&lt;br /&gt;Memberi / membuat rujukan untuk perawatan lanjutan pasca tarung kepada petarung yang mengalami cedera ke Rumah Sakit terdekat.&lt;br /&gt;5. Tim medis berhak meminta pertarungan dihentikan sementara karena alasan–alasan kesehatan kepada hakim pertarungan.&lt;br /&gt;6. Waktu yang diberikan kepada tim medis untuk memeriksa petarung yang mengalami cedera adalah selama lebih kurang 1,5 (satu koma lima) menit, dan persiapan untuk kembali bertarung lebih kurang tiga puluh (30) detik, setelah itu tim medis wajib memberitahukan / memberikan hasil pemeriksaannya kepada wasit apakah pertarungan dapat dilaksanakan atau tidak.&lt;br /&gt;28&lt;br /&gt;PASAL 17&lt;br /&gt;KEPUTUSAN – KEPUTUSAN&lt;br /&gt;1. MENANG ANGKA (M.A)&lt;br /&gt;1.1 Pada akhir pertarungan, petarung yang telah diberi keputusan dengan mayoritas juri harus dinyatakan pemenang. Dan mengumumkan nilai angka.&lt;br /&gt;1.2 Jika kedua petarung terluka atau roboh secara serentak (kedua petarung tidak dapat melanjutkan pertarungan), maka para juri harus menghitung angka yang diperoleh oleh masing-masing petarung sampai terhentinya pertarungan, dan petarung yang memperoleh angka terbanyak harus dinyatakan sebagai pemenang dengan keputusan menang angka (M.A).&lt;br /&gt;2. MENANG KARENA LAWAN MENGUNDURKAN DIRI (UNDUR DIRI / UD)&lt;br /&gt;Jika seorang petarung mengundurkan diri dengan sukarela karena cedera atau sebab lain, atau jika ia tidak dapat segera memulai kembali pertarungan sesudah istirahat antara ronde-ronde, maka lawannya harus dinyatakan sebagai pemenang dengan kemenangan undur diri (UD).&lt;br /&gt;3. MENANG KARENA WASIT HENTIKAN PERTARUNGAN (WASIT HENTIKAN TARUNG / W.H.T)&lt;br /&gt;3.1 Lawan tak seimbang&lt;br /&gt;Wasit dapat menghentikan pertarungan apabila dinilai tidak seimbang atau salah satu petarung tidak kuat lagi melakukan pertarungan, maka lawannya dinyatakan sebagai pemenang.&lt;br /&gt;3.2 Cedera&lt;br /&gt;3.2.1 Jika menurut pendapat wasit, seorang petarung tidak kuat lagi melanjutkan pertarungan karena cedera atau alasan fisik lainnya maka pertarungan dapat dihentikan dan lawannya dinyatakan sebagai pemenang.&lt;br /&gt;29&lt;br /&gt;3.2.2 Hak untuk mengambil keputusan ini terletak pada wasit setelah berkonsultasi dengan tim medis dan hakim pertandingan.&lt;br /&gt;3.2.3 Disarankan agar wasit memeriksa petarung lainnya, apakah cedera juga, sebelum membuat keputusan ini.&lt;br /&gt;3.2.4 Tim medis berhak meminta pertarungan diskor karena alasan-alasan kesehatan kepada hakim pertandingan.&lt;br /&gt;4. MENANG KARENA DISKUALIFIKASI (M.D)&lt;br /&gt;4.1 Kemenangan akan diberikan karena diskualifikasi apabila petarung lawan melakukan pelanggaran peraturan pertandingan.&lt;br /&gt;4.2 Dalam hal kedua petarung dinyatakan diskualifikasi, maka keputusannya wajib diumumkan secara serentak dan pertarungan tersebut dinyatakan tidak ada pemenangnya.&lt;br /&gt;5. MENANG KARENA ROBOH (M.R)&lt;br /&gt;Jika seorang petarung roboh dan tidak mampu melanjutkan pertarungan kembali dalam waktu 10 (sepuluh) hitungan atau 10 (sepuluh) detik, maka lawannya dinyatakan sebagai pemenang dengan menang roboh ( M. R ).&lt;br /&gt;6. TIDAK ADA PERTARUNGAN (TIDAK TARUNG/T.T)&lt;br /&gt;Suatu pertandingan dapat diakhiri oleh wasit dalam waktu yang dijadwalkan karena masalah yang terjadi diluar tanggung jawab petarung.&lt;br /&gt;30&lt;br /&gt;PASAL 18&lt;br /&gt;SISTIM PENILAIAN&lt;br /&gt;1. Tarung Bebas Putra&lt;br /&gt;1.1 Kemenangan langsung diberikan bilamana lawan tidak mampu lagi melanjutkan pertarungan.&lt;br /&gt;1.2 Serangan dengan kaki (tendangan) kearah kepala / muka dan dilakukan dengan teknik yang benar,&lt;br /&gt; Nilai = 3 (tiga)&lt;br /&gt;1.3 Serangan dengan kaki (tendangan) kearah badan dan dilakukan dengan teknik yang benar,&lt;br /&gt; Nilai = 2 (dua)&lt;br /&gt;1.4 Serangan dengan kaki (tendangan) yang mengakibatkan lawan goyah / roboh dan dilakukan dengan teknik yang benar,&lt;br /&gt; Nilai = 4 (empat)&lt;br /&gt;31&lt;br /&gt;1.5 Serangan dengan tangan (pukulan) kearah kepala / muka dan dilakukan dengan teknik yang benar,&lt;br /&gt; Nilai = 2 (dua)&lt;br /&gt;1.6 Serangan dengan tangan (pukulan) kearah badan dan dilakukan dengan teknik yang benar,&lt;br /&gt; Nilai = 1 (satu)&lt;br /&gt;1.7 Serangan dengan tangan (pukulan) yang mengakibatkan lawan goyah / roboh dan dilakukan dengan teknik yang benar,&lt;br /&gt; Nilai = 3 (tiga)&lt;br /&gt;1.8 Penilaian Khusus :&lt;br /&gt;• Agresifitas dan sportifitas tinggi didalam melakukan teknik-teknik menyerang dan bertahan dalam setiap ronde, mendapat nilai = 1 (satu),&lt;br /&gt;Seorang petarung dikatakan agresif bila dalam bertarung lebih dominan menyerang dengan variasi serangan pukulan dan tendangan yang beragam.&lt;br /&gt;32&lt;br /&gt;1.9 Pengurangan Nilai / Angka :&lt;br /&gt; Melakukan pelanggaran yang sama ataupun berbeda secara berturut-turut dalam ronde berjalan, nilai = - 1 (min satu)&lt;br /&gt; Melakukan pelanggaran yang sangat membahayakan keselamatan diri lawan dalam ronde berjalan, nilai = - 2 (min dua).&lt;br /&gt; Bagi petarung yang mendapat dua kali pengurangan nilai 2 (min 2) atau 2 (dua) kali melakukan pelanggaran berat maka akan mendapat diskualifikasi.&lt;br /&gt;1.10 Penilaian Khusus :&lt;br /&gt;o Agresifitas yang emosional dan menyerang dengan teknik yang tidak benar (membabi buta) dan menyebabkan pengenaan pada sasaran (lawan) maka mendapat pengurangan nilai 1 tapi bila menimbulkan cedera pada lawan mendapat pengurangan nilai 2.&lt;br /&gt;o Apabila keadaan tersebut diatas menyebabkan lawan roboh dan tidak bisa bertarung kembali, maka petarung yang menyerang terkena diskualifikasi, dan kemenangan diberikan pada lawannya.&lt;br /&gt;o Apabila petarung yang roboh atau cedera tersebut dan memiliki teknik yang benar pada pertandingan, masih dapat melakukan pertandingan (hasil konsultasi antara hakim pertandingan dan tim medis), maka petarung tersebut dapat lolos ke babak berikutnya.&lt;br /&gt;33&lt;br /&gt;2. Tarung Bebas Putri&lt;br /&gt;2.1 Kemenangan langsung diberikan bilamana lawan tidak mampu lagi melanjutkan pertarungan.&lt;br /&gt;2.2 Serangan dengan kaki (tendangan) kearah kepala / muka :&lt;br /&gt; Nilai = 3 (tiga)&lt;br /&gt;2.3 Serangan dengan kaki (tendangan) kearah badan :&lt;br /&gt; Nilai = 2 (dua)&lt;br /&gt;2.4 Serangan dengan kaki (tendangan) yang mengakibatkan lawan goyah / roboh :&lt;br /&gt; Nilai = 4 (empat)&lt;br /&gt;2.5 Serangan dengan tangan (pukulan) kearah badan :&lt;br /&gt; Nilai = 1 (satu)&lt;br /&gt;2.6 Serangan dengan tangan (pukulan) yang mengakibatkan lawan goyah / roboh :&lt;br /&gt; Nilai = 3 (tiga)&lt;br /&gt;2.7 Serangan dengan tangan (pukulan) beruntun, hanya dibatasi empat (4) pukulan, yang selanjutnya harus digabung dengan serangan tendangan.&lt;br /&gt;2.8 Penilaian Khusus :&lt;br /&gt;Agresifitas dan sportifitas tinggi didalam melakukan tekni-teknik menyerang dan bertahan dalam setiap ronde, mendapat nilai = 1 (satu)&lt;br /&gt;2.9 Pengurangan Nilai / Angka :&lt;br /&gt; Melakukan pelanggaran yang sama atupun berbeda secara berturut-turut dalam ronde berjalan, nilai = - 1 (min satu).&lt;br /&gt;34&lt;br /&gt; Melakukan serangan beruntun pukulan lebih dari empat (4) pukulan beruntun tanpa melakukan tendangan, nilai = -1 (min satu).&lt;br /&gt; Menyerang hanya melakukan pukulan saja tanpa diselingi dengan serangan tendangan, nilai = -1 (min satu).&lt;br /&gt; Melakukan pelanggaran yang sangat membahayakan keselamatan diri lawan dalam ronde berjalan, nilai = - 2 (min dua)&lt;br /&gt;Catatan : Hal dan keterangan lain sama dengan Tarung Bebas Putra.&lt;br /&gt;PASAL 19&lt;br /&gt;TEKNIK – TEKNIK PERTARUNGAN&lt;br /&gt;1. TEKNIK-TEKNIK TANGAN&lt;br /&gt;1.1 Semua pukulan yang dipelajari dalam Tarung Derajat, kecuali pukulan lurus, diantaranya :&lt;br /&gt;1.1.1 Pukulan cepat,&lt;br /&gt;1.1.2 Pukulan lingkar&lt;br /&gt;Pukulan Lingkar Dalam&lt;br /&gt;35&lt;br /&gt;Pukulan Lingkar atas,&lt;br /&gt;Pukulan Lingkar luar,&lt;br /&gt;1.1.3 Pukulan kibas : atas, luar, dalam, bawah.&lt;br /&gt;1.1.4 Pukulan sentak : atas dan bawah.&lt;br /&gt;36&lt;br /&gt;1.2 Teknik Drop Tangan&lt;br /&gt;2. TEKNIK-TEKNIK KAKI&lt;br /&gt;2.1 Teknik serangan kaki digunakan dalam 2 (dua) fungsi, yaitu :&lt;br /&gt;2.1.1 Sebagai Tendangan&lt;br /&gt;2.1.2 Sebagai Drop (menahan serangan lawan)&lt;br /&gt;37&lt;br /&gt;2.2 Tendangan yang diperbolehkan digunakan dalam pertarungan, yaitu :&lt;br /&gt;2.2.1 Tendangan lingkar dalam dan loncatannya&lt;br /&gt;2.2.2 Tendangan samping dan loncatannya&lt;br /&gt;2.2.3 Tendangan belakang dan loncatannya&lt;br /&gt;38&lt;br /&gt;2.2.4 Tendangan kait depan dan loncatannya&lt;br /&gt;2.2.5 Tendangan kait belakang dan loncatannya,&lt;br /&gt;39&lt;br /&gt;2.2.6 Tendangan melingkar belakang dan loncatannya&lt;br /&gt;40&lt;br /&gt;PASAL 20&lt;br /&gt;SASARAN PENGENAAN SERANGAN&lt;br /&gt;1. Mulai dari pinggang (sabuk) keatas akan mendapat nilai dengan arah sasaran bagian depan dan samping badan atau kepala.&lt;br /&gt;2. Bagian yang dilarang diserang adalah sekitar selangkangan , belakang kepala dan belakang badan.&lt;br /&gt;3. Pengenaan sasaran diluar ketentuan diatas akan mendapat pengurangan nilai bahkan dikeluarkan dari arena pertarungan dan dinyatakan kalah.&lt;br /&gt;PASAL 21&lt;br /&gt;MUTASI PETARUNG&lt;br /&gt;1. Petarung yang pindah tempat latihan dari Satlat ke Satlat / Pengcab / Pengda / Negara, maka wajib meminta surat pindah kepada Satlat dimana yang bersangkutan aktif latihan.&lt;br /&gt;2. Dalam hal perpindahan petarung tersebut lintas Pengcab / Pengda / Negara, maka surat pindah dari Satlat tersebut harus diketahui oleh Pengcab / Pengda / Negara dimana Satlat tersebut berada.&lt;br /&gt;3. Bagi petarung yang melakukan perpindahan dan kemudian memperkuat Satlat / Pengcab / Pengda / Negara yang baru, maka petarung tersebut harus sudah berdomisili ditempat yang baru dengan ketentuan sebagai berikut :&lt;br /&gt;3.1 Untuk perpindahan antar Satlat, sekurang- kurangnya 6 (enam) bulan.&lt;br /&gt;3.2 Untuk perpindahan antar Pengcab, sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun.&lt;br /&gt;3.3 Untuk perpindahan antar Pengda, sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun.&lt;br /&gt;3.4 Untuk perpindahan antar Negara, sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun.&lt;br /&gt;Ketentuan tersebut terhitung sejak tanggal surat pindah dari Satlat / Pengcab / Pengda / Negara dimana petarung tersebut berlatih untuk terakhir kalinya.&lt;br /&gt;41&lt;br /&gt;4. Apabila setelah didaftarkan kepada panitia kejuaraan dan mendapat keberatan dari peserta lainnya, maka petarung tersebut harus bisa memperlihatkan surat pindah dan Kartu Tanda Penduduk dimana petarung tersebut berdomisili. Dalam hal petarung tersebut tidak dapat menunjukan surat pindah dan KTP, maka petarung tersebut akan mendapat hukuman tidak boleh bertarung selama 1 (satu) tahun.&lt;br /&gt;5. Bagi Satlat / Pengcab / Pengda / Negara yang mendaftarkan petarung yang kepindahannya tidak beres, maka kepada Satlat / Pengcab / Pengda / Negara tersebut akan dikenakan denda sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) per petarung dan petarung tersebut tidak dapat mengikuti kejuaraan.&lt;br /&gt;6. Keberatan atau protes mengenai perpindahan petarung dapat diajukan kepada panitia kejuaraan sekurang-kurangnya pada saat pelaksanaan pertemuan teknik dengan disaksikan oleh minimal 2 (dua) orang Dewan Guru atau orang yang ditunjuk Sang Guru untuk mengawasi pelaksanaan kejuaraan.&lt;br /&gt;7. Keberatan atau protes mengenai perpindahan petarung yang diajukan pada saat berlangsungnya kejuaraan atau setelah selesainya kejuaraan akan ditolak oleh panitia kejuaraan dan hasil kejuaraan tidak dapat diganggu gugat.&lt;br /&gt;PASAL 22&lt;br /&gt;SERAGAM DAN CIRI PETARUNG&lt;br /&gt;Dalam berlaga, atlit harus mengenakan seragam peratandingan yang telah ditentukan sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Petarung memakai baju petarung yang berlengan pendek warna putih.&lt;br /&gt;2. Atlit seni gerak memakai baju latihan lengan ¾ warna putih.&lt;br /&gt;3. Wasit, Juri dan Hakim Pertandingan memakai seragam khas yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;42&lt;br /&gt;PASAL 23&lt;br /&gt;PERTEMUAN TEKNIK&lt;br /&gt;1. Pertemuan teknik dilaksanakan 1 (satu) atau 2 (dua) hari sebelum pelaksanaan pertandingan. (Tanpa penimbangan badan).&lt;br /&gt;2. Materi pertemuan teknik adalah :&lt;br /&gt;2.1 Mengesyahkan daftar peserta, hasil tes kesehatan dan timbang badan.&lt;br /&gt;2.2 Melaksanakan undian petarung dan menetapkan skema pertandingan.&lt;br /&gt;2.3 Hal-hal lain yang menyangkut teknik pertandingan.&lt;br /&gt;PASAL 24&lt;br /&gt;BERSALAMAN&lt;br /&gt;Setelah pertarungan berakhir, maka kedua petarung wajib melakukan salaman khas Tarung Derajat setelah pengumuman pemenang sebagai tanda tidak ada dendam diantara kedua petarung. (Persaudaraan dan persahabatan tetap terjalin semakin kental).&lt;br /&gt;PASAL 25&lt;br /&gt;TATA TERTIB PERTARUNGAN&lt;br /&gt;1. Sebelum pertarungan dimulai, petarung, wasit dan juri membacakan dahulu janji untuk melakukan pertarungan atau penilaian secara bersih, jujur dan murni.&lt;br /&gt;2. Tata tertib pertarungan akan dinilai oleh hakim pertandingan yang ada diluar arena pertarungan dengan tugas secara umum, baik kepada petarung, wasit dan juri maupun penonton yang mengganggu jalannya pertarungan.&lt;br /&gt;3. Waktu pertarungan ditentukan oleh petugas pencatat waktu yang berada satu meja dengan hakim pertandingan.&lt;br /&gt;4. Petarung masuk ke arena pertarungan setelah dipanggil oleh hakim pertandingan. Bila dalam 3 (tiga) kali&lt;br /&gt;43&lt;br /&gt;pemanggilan petarung yang bersangkutan tidak datang, maka petarung tersebut dianggap mengundurkan diri.&lt;br /&gt;5. Setelah masuk arena, para petarung memberi hormat disudutnya masing-masing.&lt;br /&gt;6. Setelah mendekat ditengah arena, kedua petarung memberi hormat kepada wasit.&lt;br /&gt;7. Kemudian kedua petarung saling mendekat untuk melakukan PRA TARUNG dengan mengangkat kaki kanan (posisi drop kaki) sehingga saling bertemu.&lt;br /&gt;8. Pertarungan baru dimulai bila ada aba-aba BOX ! dari wasit.&lt;br /&gt;9. Selesai ronde pertama, kedua petarung langsung kembali kesudut masing-masing untuk istirahat selama 1 (satu) menit.&lt;br /&gt;10. Selesai istirahat, kedua petarung kembali masuk arena setelah dipanggil wasit.&lt;br /&gt;11. Pertarungan ronde kedua dimulai, kedua petarung tidak perlu mengangkat kaki kanannya untuk melakukan PRA TARUNG.&lt;br /&gt;12. Selesai ronde kedua, kedua petarung kembali kesudutnya masing-masing untuk menunggu hasil pertarungan.&lt;br /&gt;13. Saat pengumuman pemenang, wasit akan mengangkat tangan salah satu petarung yang dinyatakan pemenang.&lt;br /&gt;14. Selesai pengumuman pemenang, kedua petarung kembali mengangkat kaki kanannya (seperti PRA TARUNG) dan wajib melakukan salaman khas Tarung Derajat, sebagai ungkapan rasa persaudaraan yang semakin kental.&lt;br /&gt;15. Kedua petarung kembali hormat kepada wasit.&lt;br /&gt;16. Kedua petarung dibubarkan oleh wasit, untuk kembali kesudutnya masing-masing.&lt;br /&gt;17. Dalam hal petarung-petarung tidak dapat melanjutkan pertarungan pada babak berikutnya, manager atau official wajib melaporkan pada hakim pertandingan sebelum pertarungan dimulai (pada saat pemanggilan petarung).&lt;br /&gt;44&lt;br /&gt;18. Catatan khusus :&lt;br /&gt;A) Penting pada setiap istirahat per ronde, pelatih/ pembantu petarung / manager melihat kemampuan fisik dan mental petarung (kesiapan dirinya) dalam melanjutkan pertandingan.&lt;br /&gt;B) Wasit dan Hakim Pertandngan harus jeli atas kesiapan petarung yang berlaga baik secara fisik maupun mental.&lt;br /&gt;PASAL 26&lt;br /&gt;ATURAN TAMBAHAN&lt;br /&gt;Hal-hal yang sifatnya teknik dan non teknik, yang tidak atau belum tercantum dalam peraturan ini, maka akan diatur kemudian melalui suatu musyawarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERGURUAN PUSAT&lt;br /&gt;TARUNG DERAJAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru Muda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-HNQsL_LzGwU/TuIFg4MWWeI/AAAAAAAAAuo/4XJlyCwV7rw/s1600/ttd.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="118" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-HNQsL_LzGwU/TuIFg4MWWeI/AAAAAAAAAuo/4XJlyCwV7rw/s320/ttd.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Badai Meganagara Dradjat, S.Si., MBA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4772052257728224771-208568120006481673?l=kodrat-sumbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/feeds/208568120006481673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2011/12/blog-post.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/208568120006481673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/208568120006481673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2011/12/blog-post.html' title='Peraturan Pertandingan yang Baru'/><author><name>Yon BoxeR</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/SeK8aPPDBGI/AAAAAAAAAA0/vmmBF1cj-yw/S220/BOX.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-HNQsL_LzGwU/TuIFg4MWWeI/AAAAAAAAAuo/4XJlyCwV7rw/s72-c/ttd.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4772052257728224771.post-545190986468578539</id><published>2011-11-13T21:58:00.001+07:00</published><updated>2011-11-13T22:17:07.733+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Juara Umum Sea games'/><title type='text'>Juara Umum Sea games</title><content type='html'>Dalam perhelatan OlahRaga bergengsi Sea Games Indonesia telah menorehkan banyak prestasi.adapun Data Juara umum pada sea games&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;No. TAHUN           SEA GAMES          TEMPAT                JUARA UMUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  1977  ----      IX       ----      Malaysia    ----      Indonesia&lt;br /&gt;2.  1979  ----       X       ----      Indonesia   ----      Indonesia      &lt;br /&gt;3.  1981  ----      XI       ----      Filipina    ----      Indonesia&lt;br /&gt;4.  1983  ----      XII      ----      Singapura   ----      Indonesia&lt;br /&gt;5.  1985  ----      XIII     ----      Thailand    ----      Thailand&lt;br /&gt;6.  1987  ----      XIV      ----      Indonesia   ----      Indonesia&lt;br /&gt;7.  1989  ----      XV       ----      Malaysia    ----      Indonesia&lt;br /&gt;8.  1991  ----      XVI      ----      Filipina    ----      Indonesia&lt;br /&gt;9.  1993  ----      XVII     ----      Singapura   ----      Indonesia&lt;br /&gt;10. 1995  ----      XVIII    ----      Thailand    ----      Thailand&lt;br /&gt;11. 1997  ----      XIX      ----      Indonesia   ----      Indonesia&lt;br /&gt;12. 1999  ----      XX       ----      Brunei      ----      Thailand&lt;br /&gt;13. 2001  ----      XXI      ----      Malaysia    ----      Malaysia&lt;br /&gt;14. 2003  ----      XXII     ----      Vietnam     ----      Vietnam&lt;br /&gt;15. 2005  ----      XXIII    ----      Filipina    ----      Filipina&lt;br /&gt;16. 2007  ----      XXIV     ----      Thailand    ----      Thailand&lt;br /&gt;17. 2009  ----      XXV      ----      Laos        ----      Thailand&lt;br /&gt;18. 2011  ----      XXVI     ----      Indonesia   ----      ???????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali inipun Indonesia sebagai Tuan rumah perhelatan Sea games ke 26 ini menargetkan Juara Umum.dengan perolehan medali sekitar 145-150 medali emas.Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng menyatakan,Target Juara umum ini mutlak harus di raih Indonesia.&lt;br /&gt;Sepanjang keikutsertaan di  Sea Games sejak tahun 1977,Indonesia telah sembilan kali menjadi Juara umum.disusul Thailand (Lima kali),serta Malaysia,Vietnam dan Filipin,yang masing masing satu kali menjadi juara umum.ketiga negara terakhir ini menjadi juara umum Sea games di gelar di negaranya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : www.republika.co.id&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4772052257728224771-545190986468578539?l=kodrat-sumbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/feeds/545190986468578539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2011/11/juara-umum-sea-games.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/545190986468578539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/545190986468578539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2011/11/juara-umum-sea-games.html' title='Juara Umum Sea games'/><author><name>Yon BoxeR</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/SeK8aPPDBGI/AAAAAAAAAA0/vmmBF1cj-yw/S220/BOX.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4772052257728224771.post-6947070035234951922</id><published>2011-10-29T21:00:00.001+07:00</published><updated>2011-11-13T21:35:03.218+07:00</updated><title type='text'>Daftar Satlat Sumbar</title><content type='html'>BOX....!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangan Beladiri Kebanggaan Bangsa Indonesia yang mencintai hasil karya Putra Bangsa yaitu Tarung Derajat,sumatra Barat ikut andil dalam mengembangkan seni ilmu Beladiri Tarung  Derajat,itu di tandai dengan banyaknya satuan latihan yang di buka oleh para pelatih yang sudah memenuhi standarisasi kepelatihan dasar Beladiri Tarung Derajat yang sudah melalui pengkaderan di Kawah Derajat Sumbar oleh para Dewan Pelatih.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun daftar Satuan Latihan tersebut :&lt;br /&gt;1.Satlat Univ.Bung Hatta&lt;br /&gt;2.Satlat Univ.UNP&lt;br /&gt;3.Satlat BLPP&lt;br /&gt;4.Satlat Sma Pertiwi 1&lt;br /&gt;5.Satlat IAIN IMAM BONJOL&lt;br /&gt;6.Satlat Univ.ANDALAS&lt;br /&gt;7.Satlat Univ Putra Indonesia&lt;br /&gt;8.Satlat Lanud Padang&lt;br /&gt;9.Satlat SMK Tekhnologi Plus&lt;br /&gt;10.Satlat Opel Lubuk Buaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun satuan latihan yang lain akan menyusul dengan data yg lebih lengkap.&lt;br /&gt;mohon maaf sebelumnya&lt;br /&gt;mohon di koreksi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4772052257728224771-6947070035234951922?l=kodrat-sumbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/feeds/6947070035234951922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2011/10/daftar-satlat-sumbar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/6947070035234951922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/6947070035234951922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2011/10/daftar-satlat-sumbar.html' title='Daftar Satlat Sumbar'/><author><name>Yon BoxeR</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/SeK8aPPDBGI/AAAAAAAAAA0/vmmBF1cj-yw/S220/BOX.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4772052257728224771.post-361625989068622</id><published>2011-04-12T19:52:00.000+07:00</published><updated>2011-04-12T19:52:30.713+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kejurda XII kodrat sumbar'/><title type='text'>Kejurda XII KODRAT SUMBAR 2011</title><content type='html'>Diberitahukan kepada seluruh Pengurus Kota / Kabupaten untuk segera mendaftarkan atlit kepada Panitia Pelaksana Kejurda di Kawah Derajat SumBar. &lt;br /&gt;Pendaftaran Nama nama Atlit Paling Lambat 16 April 2011&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Pelaksanaan Kejurda pada tanggal 2 - 5 Mei 2011 bertempat di Asrama Haji Tabing.&lt;br /&gt;Adapun yang akan di pertandingkan :&lt;br /&gt;Kelas Tarung Putra terdiri dari 7 (tujuh) kelas&lt;br /&gt;Kelas Tarung Putri terdiri dari 3 (tiga) kelas&lt;br /&gt;Seni gerak terdiri dari 4 kelas (getar senior PA / PI)&lt;br /&gt;Seni Gerak GLD Yunior PA / PI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4772052257728224771-361625989068622?l=kodrat-sumbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/feeds/361625989068622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2011/04/kejurda-xii-kodrat-sumbar-2011.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/361625989068622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/361625989068622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2011/04/kejurda-xii-kodrat-sumbar-2011.html' title='Kejurda XII KODRAT SUMBAR 2011'/><author><name>Yon BoxeR</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/SeK8aPPDBGI/AAAAAAAAAA0/vmmBF1cj-yw/S220/BOX.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4772052257728224771.post-8913170518925056692</id><published>2010-08-25T22:55:00.001+07:00</published><updated>2010-08-25T23:01:10.128+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PORPROV DITUNDA'/><title type='text'>PORPROV "DIKEROYOK"</title><content type='html'>Dimulai Lima Desember,Tuan Rumah 15 Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Padek.-Teka teki pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI akhirnya terjawab sudah.setelah ditunda beberapa kali,perhelatan olahraga terakbar Ranah Minang itu diputuskan ditabuh pada 5-12 Desember mendatang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;  Hanya saja,Porprov kali ini merupakan sejarah baru dan "terunik" di indonesia.Pasalnya,iven itu di tuan rumahi 15 Kabupaten dan kota untuk 27 cabang olahraga (cabor).&lt;br /&gt;  Kesepakatan ini lahir setelah rapat finalisasi Porprov yang dipimpin langsung Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama wakilnya Muslim Kasim,dengan DPRD,Bupati/Walikota,dan KONI se-Sumbar,diGubernuran,kamis (19/8).Dalam kesempatan tersebut,Irwan mengatakan,pelaksanaan kali ini tidak haus di laksanakan di satu kabupaten atau kota saja.(dalam hal ini kabupaten AGam).&lt;br /&gt;  Info Selengkapnya di Harian Pagi Padang Ekspres Jum`at,20 Agustus 2010.&lt;br /&gt;Adapun Tuan Rumah Porprov SUMBAR 2010 adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Agam =-&gt; Dayung,Tinju,Tenis Meja, Atletik.&lt;br /&gt;2.Padang Panjang =-&gt; Bulu tangkis, Silat, Menembak.&lt;br /&gt;3.Bukittinggi =-&gt; Panjat Tebing, Judo.&lt;br /&gt;4.Pessel =-&gt; Gulat, Aerosport.&lt;br /&gt;5.Tanah Datar =-&gt; Balap Sepeda.&lt;br /&gt;6.Pariaman =-&gt; Takraw.&lt;br /&gt;7.Sawahlunto =-&gt; Bridge&lt;br /&gt;8.Pasaman =-&gt; Senam.&lt;br /&gt;9.Kab Solok =-&gt; Tarung Derajat, Kempo.&lt;br /&gt;10.Padang =-&gt; Tae Kwon Do, Basket, Wushu, Angkat Besi/Berat.&lt;br /&gt;11.Dhamasraya =-&gt; Voli.&lt;br /&gt;12.Payakumbuh =-&gt; Renang, Tenis Lapangan.&lt;br /&gt;13.Padang Pariaman =-&gt; Sepak Bola&lt;br /&gt;14.Solok Selatan =-&gt; Karate.&lt;br /&gt;15.Pasaman Barat =-&gt; Catur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Demikianlah cuplikan Info dari Padek yang di kemas oleh Saudara Sandy Adri&lt;br /&gt;Mohon maaf jika ada kekurangan.Semoga bermanfaat buat Atlet yang akan mengikutin ajang Prestasi.&lt;br /&gt;Harapan bagi Atlet,berjuang lah dengan semaksimal mungkin dan Raihlah PRESTASI.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4772052257728224771-8913170518925056692?l=kodrat-sumbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/feeds/8913170518925056692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2010/08/porprov-dikeroyok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/8913170518925056692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/8913170518925056692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2010/08/porprov-dikeroyok.html' title='PORPROV &quot;DIKEROYOK&quot;'/><author><name>Yon BoxeR</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/SeK8aPPDBGI/AAAAAAAAAA0/vmmBF1cj-yw/S220/BOX.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4772052257728224771.post-5539705130306135493</id><published>2010-06-10T10:00:00.002+07:00</published><updated>2010-06-10T10:03:12.714+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Drs.Alnedral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jln Parkit IV no 4&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4772052257728224771-5539705130306135493?l=kodrat-sumbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/feeds/5539705130306135493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2010/06/drs.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/5539705130306135493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/5539705130306135493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2010/06/drs.html' title=''/><author><name>Yon BoxeR</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/SeK8aPPDBGI/AAAAAAAAAA0/vmmBF1cj-yw/S220/BOX.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4772052257728224771.post-808900294153231010</id><published>2009-06-14T12:49:00.002+07:00</published><updated>2009-06-14T13:10:09.711+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PORPROV DITUNDA'/><title type='text'>PORPROV DITUNDA</title><content type='html'>Permintaan Bupati / Wali Kota&lt;br /&gt;Padang, Metro 11 juni 2009&lt;br /&gt;Hasrat Penggemar Olahraga Sumbar untuk menyaksikan Pekan OlahRaga  Provinsi (Porprov)&lt;br /&gt;ke XI di Lubuak Basuang, Agam, Desember 2009 mendatang, nampaknya bakal ditahan. pasalnya, Bupati / Wali Kota se-sumbar meminta, porprov ini di tunda Maret 2010.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;   "Tadi, para bupati dan wali kota se-sumbar memang sepakat menyelenggarakan Porprov, tapi jadwalnya akan dibicarakan dengan KONI Sumbar, untuk digeser dari Desember 2009, menjadi Maret 2010," kata Gubernur sumbar Gamawan Fauzi, selepas memimpin rapat kordinasi dengan kepala daerah sesumbar,dikantor Bupati Lima Puluh Kota,Sarilamak,Harau,Rabu (10/6)&lt;br /&gt;Kata Gamawan,pergeseran ini diminta oleh para Bupati dan wali kota di Sumbar, semata-mata untuk memudahkan penyusunan laporan pertanggung jawaban penggunaan keuangannya,yang diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.&lt;br /&gt;  "Kalai porprov tetap digelar Desember,Bupati dan wali kota khawatir, laporan keuangannya tidak bisa diselesaikan pada Januari.sementara tanggal 10 Januari 2009,seluruh laporan keuangan selama tahun 2008 harus selesai.makanya sepakat awal Maret nanti," kata Gamawan Fauzi.&lt;br /&gt;   Rencana pengunduran pelaksanaan Porprov mendapat tanggapan dari ketua umum KONI Sumbar Syahrial Bakhtiar.Dekan FIK UNP ini mengaku,tidak ada masalah. posisi KONI selaku steering comite sekaligus organisasi pembina olahraga prestasi Sumbar tentu akan menurut kehendak seluruh masyarakat SUmbar.&lt;br /&gt;   "Kita mendahulukan kehendak bersama.Jika memang keputusan rakor Bupati dan Wali kota se-sumbar telah menyatakan secara bersama diundur Maret 2010,kita. ya menerima. namun, pastinya kita akan terima dulu pemberitahuan dan keputusan itu," ungkap Syahrial bahktiar didampingi Handrianto dan Medprom KONI Dodi Syahputra.&lt;br /&gt;   Secara kepentingan,porprov adalah supremasi sekaligus bentuk sukses pembinaan olahraga di Sumbar.namun jika telah menjadi keinginan bersama seluruh masyarakat lewat rakor pimpinan daerah, KONI tetap harus menurut.posisi KONi sendiri bukan selaku pihak penegas,namun tetap normatif mengikuti kemauan dan kemampuan daerah untuk melaksanakanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4772052257728224771-808900294153231010?l=kodrat-sumbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/feeds/808900294153231010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/06/porprov-ditunda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/808900294153231010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/808900294153231010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/06/porprov-ditunda.html' title='PORPROV DITUNDA'/><author><name>Yon BoxeR</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/SeK8aPPDBGI/AAAAAAAAAA0/vmmBF1cj-yw/S220/BOX.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4772052257728224771.post-6779303726640872780</id><published>2009-06-11T10:45:00.003+07:00</published><updated>2009-06-11T11:13:33.783+07:00</updated><title type='text'>PENGUMUMAN UJIAN KENAIKAN TINGKAT</title><content type='html'>Assalamualaikum wr wb &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BOX...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di beritahukan kepada seluruh Pelatih satuan Latihan (Satlat) yang ada di Kota Padang dan sekitarnya. Bahwasanya Kawah Drajat Sumbar akan mengadakan ujian kenaikan tingkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yang akan di laksanakan pada :&lt;br /&gt;Hari        : Minggu&lt;br /&gt;Tanggal     : 14 Juni 2009&lt;br /&gt;Tempat      : Kawah Drajat Sumbar Jln Tamsis No 1 Padang&lt;br /&gt;Jam         : 08:00 wib (pagi) - Selesai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang berhak mengikuti ujian kenaikan tingkat tersebut adalah Kurata I , Kurata II dan Kurata III yang telah memenuhi syarat ujian antara lain :&lt;br /&gt;a. Aktif mengikuti Latihan Rutin Satlat&lt;br /&gt;b. Hafal materi masing-masing per Kurata&lt;br /&gt;c. Melunasi Uang Bulanan Satlat&lt;br /&gt;d. Melunasi Uang Ujian (bagi yg tidak mampu harap lampirkan keterangan tidak mampu dari Rt / Kelurahan setempat)&lt;br /&gt;e. Minimal 30 Jamlat &lt;br /&gt;f. Mengisi blanko Formulir Permohonan Ujian yang di tandatangai pelatih Satlat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Pengumuman ini kami sampaikan Semoga ditindaklanjuti&lt;br /&gt;Mohon disampaikan keanggotanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BOX..!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4772052257728224771-6779303726640872780?l=kodrat-sumbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/feeds/6779303726640872780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/06/pengumuman-ujian-kenaikan-tingkat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/6779303726640872780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/6779303726640872780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/06/pengumuman-ujian-kenaikan-tingkat.html' title='PENGUMUMAN UJIAN KENAIKAN TINGKAT'/><author><name>Yon BoxeR</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/SeK8aPPDBGI/AAAAAAAAAA0/vmmBF1cj-yw/S220/BOX.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4772052257728224771.post-2613330125098304729</id><published>2009-05-28T09:07:00.002+07:00</published><updated>2011-10-30T21:57:04.400+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PERATURAN PERTANDINGAN'/><title type='text'>BAB IV PERATURAN PERTANDINGAN TARUNG DERAJAT</title><content type='html'>Pendahuluan&lt;br /&gt;Peraturan pertandingan tarung derajat ada tiga nomor resmi yang pertandingkan mulai pada Kejuaraan Nasional ke X tahun 2005 di Jakarta. Nomor tersebut adalah: (1) tarung bebas putra, (2) tarung bebas putri, dan (3) seni gerak; rangkaian gerak “RANGER” atau jurus dan gerak tarung “GETAR”. Peraturan pertandingan adalah merupakan komitmen petarung/atlet yang dijalankan di dalam suatu kompetisi, sebagai tolok ukur untuk menetapkan prestasi seorang petarung/atlet pada suatu pertandingan yang diikutinya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada dua jenis Peraturan pertandingan, yaitu peraturan umum yang berkaitan dengan ketentuan-ketentuan yang bersifat non teknis dan peraturan khusus yang bersifat teknis. Pada olahraga kompetisi umumnya menyusun peraturan non teknis cendrung disebut peraturan pertandingan dan peraturan yang teknis cenderung disebut peraturan permainan yang diterapkan pada saat kompetisi berlangsung. Kedua macam peraturan tersebut sebenarnya saling berkaitan dan saling menentukan kepada suksesnya penyelenggaran pertandingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nomor Pertandingan&lt;br /&gt;Pertandingan yang resmi dipertandingkan baik Kejuaraan Nasional maupun Pekan Olahraga Nasional adalah (1) Nomor Tarung bebas  Putra terdiri 9 kelas, (2) nomor tarung bebas putri  terdiri 3 kelas, (3) Seni rangkaian gerak (RANGER/Jurus) putra dan putri, (4) Seni Gerak Tarung (GETAR) putra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarung Bebas (Putra)&lt;br /&gt;Kelas (49 Kg – Ke Bawah)&lt;br /&gt;Kelas (49,1 Kg - 52 Kg)&lt;br /&gt;Kelas (52,1 Kg - 55 Kg)&lt;br /&gt;Kelas (55,1 Kg - 58 Kg)&lt;br /&gt;Kelas (58,1 Kg - 61 Kg)&lt;br /&gt;Kelas (61.1 Kg - 64 Kg)&lt;br /&gt;Kelas (64,1 Kg - 67 Kg)&lt;br /&gt;Kelas (67,1 Kg - 70 Kg)&lt;br /&gt;Kelas (71 Kg – Ke atas) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarung Bebas (Putri)&lt;br /&gt;Kelas (52 Kg – Ke Bawah)&lt;br /&gt;Kelas (53 Kg - 58 Kg)&lt;br /&gt;Kelas (58 Kg Ke Atas )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni Rangkaian Gerak (RANGER) Putra dan Putri&lt;br /&gt;Renger yang dipertandingkan adalah Jurus Drajat II yang diperagakan dalam kelompok yang berjumlah  3 orang untuk ketegori putra dan 3 orang kategori putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni Gerak Tarung (GETAR) Putra.&lt;br /&gt;Getar yang dipertandingkan adalah Getar Versi A yang diperagakan dengan berpasangan/ 2 orang oleh atlet putra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik-Teknik Yang Dibenarkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Teknik Tangan&lt;br /&gt;a. Pukulan cepat&lt;br /&gt;b. Pukulan lingkar dalam&lt;br /&gt;c. Pukulan lingkar luar&lt;br /&gt;d. Pukulan lingkar atas&lt;br /&gt;e. Kibas tangan&lt;br /&gt;f. Drop tangan.&lt;br /&gt;Catatan untuk semua teknik tangan:&lt;br /&gt;· Teknik-teknik tangan yang dipergunakan untuk menyerang (memukul) harus terkepal.&lt;br /&gt;· Penggunaan teknik tangan terbuka dalam menyerang lawan bisa dikenakan tindakan hukuman dari wasit dan dapat kena pengurangan angka/penilaian.&lt;br /&gt;· Penggunaan kibasan dan drop tangan bagi pertahanan atau penangkisan bisa dalam bentuk tangan terbuka.&lt;br /&gt;· Teknik-teknik tangan dilakukan dalam kesiagaan tarung.&lt;br /&gt;· Penggunaan teknik tangan yang tidak diimbangi dengan teknik kaki/tendangan dapat dikenakan tindakan hukuman dari wasit dan dapat kena pengurangan angka/penilaian bahkan diskualifikasi (serangan tangan harus berimbang dengan serangan kakinya),&lt;br /&gt;· Penggunaan teknik tangan diluar teknik-teknik di atas dapat dikenakan pengurangan nilai dan sebagai pelanggaran berat yang bisa  di diskualifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Teknik Kaki&lt;br /&gt;a. Tendangan lingkar dalam,&lt;br /&gt;b. Tendangan samping,&lt;br /&gt;c. Tendangan belakang&lt;br /&gt;d. Tendangan kait depan/ kait belakang,&lt;br /&gt;e. Tendangan melingkar belakang,&lt;br /&gt;f. Teknik loncatan.&lt;br /&gt;g. Drop kaki.&lt;br /&gt;Catatan untuk semua teknik kaki:&lt;br /&gt;· Teknik-teknik kaki dilakukan dalam  kesiagaan tarung.&lt;br /&gt;· Penggunaan teknik kaki/tendangan yang tidak diimbangi dengan teknik tangan/pukulan dapat dikenakan hukuman dari wasit dan dapat kena pengurangan angka/penilaian bahkan diskualifikasi (serangan kaki harus berimbang dengan serangan tangan),&lt;br /&gt;· Penggunaan kibasan dan drop tangan bagi pertahanan atau penangkisan bisa dalam bentuk tangan terbuka.&lt;br /&gt;· Penggunaan teknik kaki diluar teknik-teknik di atas  dapat dikenakan pengurangan nilai dan sebagai pelanggaran berat yang bisa di diskualifikasi. &lt;br /&gt;3. Teknik-tenik yang tidak boleh dilakukan pada Tarung Bebas &lt;br /&gt;a. Menyerang dengan tangan terbuka,&lt;br /&gt;b. Menyapok kaki lawan,&lt;br /&gt;c. Memegang anggota tubuh lawan dan merangkul lawan baik pada posisi berdiri maupun pada posisi jatuh.&lt;br /&gt;d. Menangkap serangan lawan, serangan tangan maupun kaki,&lt;br /&gt;e. Membalikkan badan tetapi tidak melakukan serangan  dan pertahanan,&lt;br /&gt;f. Mundur atau menghindari lawan secara terus menerus dan meninggalkan arena pertarungan.&lt;br /&gt;g. Menyerang lawan diluar arena pertarungan.&lt;br /&gt;h. Melakukan serangan dengan teknik tangan maupun teknik kaki yang tidak dikuasai sehingga menyebabkan gerakan asal-asalan.&lt;br /&gt;i. Tidak agresif dalam bertahan dan menyerang.&lt;br /&gt;j. Menyerang kepala dan badan lawan bagian belakang.&lt;br /&gt;k. Menyerang bagian badan di bawah pinggang.&lt;br /&gt;l. Menyerang lawan ketika lawan di bawah atau terjatuh.&lt;br /&gt;m. Meninggalkan lawan atau menjatuhkan diri sesudah menyerang lawan.&lt;br /&gt;n. Menggunakan teknik pukulan dan tendangan yang tidak berimbang.&lt;br /&gt;o. Menggunakan teknik tangan dan kaki selain teknik-teknik yang diperbolehkan.&lt;br /&gt;4. Target/Sasaran Serangan pada Tarung Bebas &lt;br /&gt;a. Kepala bagian depan dan samping (muka),&lt;br /&gt;b. Badan bagian depan dan samping (dada sampai perut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk Penilaian dan perolehan angka&lt;br /&gt;5. Tarung Putra&lt;br /&gt;a. Teknik tangan (serangan tangan)&lt;br /&gt;· Sasaran kepala, --------------- nilai = 2&lt;br /&gt;· Sasaran badan,  --------------- nilai = 1&lt;br /&gt;· Sasaran badan dan kepala ---   nilai = 3&lt;br /&gt;b. Teknik kaki (serangan kaki)&lt;br /&gt;· Sasaran kepala, --------------- nilai = 3&lt;br /&gt;· Ssaran badan,  --------------- nilai = 2&lt;br /&gt;· Sasaran badan dan kepala ---   nilai = 4&lt;br /&gt;c. Penilaian khusus: &lt;br /&gt;· Agresifitas dan sportifitas tinggi dalam melakukan teknik-teknik menyerang dan bertahan, mendapat nilai = 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tarung Putri&lt;br /&gt;a. Teknik tangan (serangan tangan)&lt;br /&gt;· Sasaran badan, --------------- nilai = 1&lt;br /&gt;· Sasaran badan,  --------------- nilai = 3&lt;br /&gt;Apabila serangan tangan mengakibatkan lawan bertarung kesetabilan dirinya terganggu, goyah atau roboh dan mendapat hitungan dari wasit dalam 10 hitungan dan mampu bangkit lagi untuk bertarung.&lt;br /&gt;· Pada petarung putrid menyerang kepala dengan menggunakan serangan tangan merupakan pelanggaran bahkan bias dikeluarkan dan dinyatakan kalah.&lt;br /&gt;b. Teknik kaki (serangan kaki)&lt;br /&gt;· Sasaran kepala, --------------- nilai = 3&lt;br /&gt;· Ssaran badan,  --------------- nilai = 2&lt;br /&gt;· Sasaran kepala dan badan ---   nilai = 4&lt;br /&gt;Apabila serangan kaki mengakibatkan lawan bertarung kesetabilan dirinya terganggu, goyah atau roboh dan mendapat hitungan dari wasit dalam 10 hitungan dan mampu bangkit lagi untuk bertarung.&lt;br /&gt;c. Penilaian khusus: &lt;br /&gt;· Agresivitas dan sportivitas tinggi dalam melakukan teknik-teknik menyerang dan bertahan, mendapat nilai = 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurangan Nilai/Angka (Penentuan Diskualifikasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pengurangan nilai : 1, (pelanggaran ringan). &lt;br /&gt;Apabila melakukan pelanggaran yang merugikan lawan, seperti tidak menguasai teknik tangan dan kaki, menjatuhkan diri saat diserang, lari keluar lapangan, membalikkan badan saat lawan menyerang tanpa melakukan/melanjutkan dengan serangan atau pertahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pengurangan nilai : 2, (pelanggaran berat). &lt;br /&gt;Apabila melakukan pelanggaran yang sangat membahayakan keselamatan diri lawan, seperti menyerang lawan yang sudah roboh atau ketika sedang mendapat hitungan dari wasit, secara sengaja menyerang anggota tubuh lawan yang rawan seperti menendang atau memukul ke arah selangkangan atau kepala bagian belakang, memukul atau menendang lawan diluar arena pertandingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Diskualifikasi&lt;br /&gt;· Apabila seorang petarung melakukan pelanggaran ringan sebanyak 3x dalam satu ronde setelah sebelumnya mendapat 1x peringatan dari wasit.&lt;br /&gt;· Apabila seorang petarung melakukan pelanggaran berat sebanyak 2x dalam satu ronde. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis Kemenangan&lt;br /&gt;10. Pengurangan nilai = 1, (pelanggaran ringan) apabila melakukan pelanggaran yang merugikan lawan, seperti tidak menguasai teknik tangan dan kaki, menjatuhkan diri saat diserang, lari keluar lapangan, membalikkan badan saat lawan menyerang tanpa melakukan/melanjutkan dengan serangan atau pertahanan.&lt;br /&gt;Pengurangan nilai = 2, (pelanggaran berat) apabila melakukan pelanggaran yang sangat membahayakan keselamatan diri lawan, seperti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik-Teknik Yang Dibenarkan&lt;br /&gt;Menyapok kaki lawan,&lt;br /&gt;Catatan: Melakukan hal-hal tersebut di atas akan mendapat peringatan keras dari wasit dan bias menyebabkan pengurangan nilai, bahkan bias dikeluarkan dari arena pertarungan dan dinyatakan kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta Pertandingan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh atlet yang terdaftar pada Satuan Latihan (Satlat) Pengkot-Pengkab KODRAT AA-BOXER se-Sumatera Barat, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transportasi dan Akomodasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transportasi dan Akomodasi petarung selama mengikuti Kejuaraan ditanggung oleh Panitia PORPROV X 2006 Sumatera Barat pada kontingen masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumsi bagi para petarung/atlet selama mengikuti Kejuaraan ditanggung oleh Panitia PORPROV X 2006 Sumatera Barat pada kontingen masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medali &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medali yang diperebutkan sebanyak 69/90 medali terdiri dari:  Emas 19/26, Perak 19/26, dan Perunggu 31/38 tambahan pasangan medali 21 buah dengan rincian sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NO Jenis/Nomor Pertandingan    &lt;br /&gt;1 Tarung Bebas Putra (9 Kelas)    &lt;br /&gt;2 Tarung Bebas Putri (3 Kelas)    &lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni Gerak Berpangan Putra/Putri&lt;br /&gt;· G L Dasar&lt;br /&gt;· Drajat I&lt;br /&gt;· Judas&lt;br /&gt;· Getar Putra ► Pilih 1(Versi A,B,C, Tongkat)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: &lt;br /&gt;Tarung bebas Juara III kembar (sama-sama mendapat perunggu).&lt;br /&gt;Seni Gerak Putra/Putri Berpasangan 2 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendaftaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendaftarkan nama-nama Atlet Petarung. Formulir pendaftaran dikirim oleh panitia Pelaksana Kejuaraan ke setiap Pengcab, 21 (dua puluh satu) hari sebelum pelaksanaan Kejuaraan dan harus dikembalikan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum Kejuaraan dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medical Control&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para atlet/Petarung akan dilakukan tes kesehatan oleh Tim Dokter dari Panitia Pelaksana Kejuaraan, untuk menentukan layak tanding dari Atlet/Petarung. Dilaksanakan 1 (satu) hari sebelum Kejuaraan dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERATURAN KHUSUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan pertandingan yang digunakan adalah Peraturan Pertandingan Tarung Derajat yang dikeluarkan oleh Perguruan Pusat Tarung Derajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atlet/Petarung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta yang dapat mengikuti Pertandingan adalah Atlet yang memiliki kualifikasi petarung, dengan tingkatan minimal KURATA III (tiga) Senior dibuktikan melalui ijazah Tarung Derajat.&lt;br /&gt;Seni gerak, minimal kurata II (dua) senior dibuktikan melalui ijazah Tarung Derajat.&lt;br /&gt;Batasan umur 30 Tahun ke bawah (dibuktikan melalui Akte kelahiran dan KTP).&lt;br /&gt;Masing-masing Atlet/petarung dapat mengikuti pertandingan hanya 1 (satu) nomor pertandingan saja khusus Tarung (tidak boleh rangkap), &lt;br /&gt;Bagi atlet Seni Gerak hanya diperbolehkan mengikuti maksimal 2 (dua) nomor.&lt;br /&gt;Banyak atlet seni gerak Putra mengikuti seluruh nomor minimal 5 orang, maksimal 6 orang.&lt;br /&gt;Banyak atlet seni gerak Putri mengikuti seluruh nomor minimal 3 orang, maksimal 6 orang.&lt;br /&gt;Banyak atlet Tarung Putra/Putri mengikuti seluruh kelas pertandingan 12 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penimbangan Berat Badan, Technical Meeting Dan Undian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penimbangan berat badan, technical meeting dan undian dialaksanakan 1 (satu) hari sebelum pertandingan dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ronde Bertarung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertandingan babak penyisihan dan semifinal dilaksanakan dalam 2 (dua) ronde, dengan durasi waktu tiap ronde 3 (tiga) menit, dan waktu istirahat 1 (satu) menit.&lt;br /&gt;Babak final dilaksanakan 3 (tiga) ronde dengan durasi waktu tiap ronde 2 (dua) menit, dan waktu istirahat 1 (satu) menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwasitan akan dipimpin oleh Wasit Nasional yang telah mengikuti Pemantapan Wasit atau Juri Nasional dan ditunjuk oleh Perguruan Pusat Tarung Derajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan penilaian dalam pertarungan secara objektif, jujur, dan cermat, serta mampu mengambil kesimpulan secara cepat dan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim Pertandingan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim pertandingan mempunyai tugas dan wewenang:&lt;br /&gt;Menentukan Wasit dan juri yang akan memimpin Pertarungan.&lt;br /&gt;Menghentikan Pertarungan apabila kepemimpinan Wasit dianggap tidak benar.&lt;br /&gt;Memberikan hasil penilaian Juri sebelum diumumkan pemenang, dan mempunyai keputusan tertinggi dan mutlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atlet/Petarung pada waktu bertanding memakai Baju Petarung berlengan pendek dan warna putih. Untuk seni gerak memakai baju latihan ¾ sabuk merah. Sedangkan pada saat upacara pembukaan, Atribut kontingen masing-masing kota/kabupaten dan penutupan Atlet/Petarung memakai Switer. (Switer wajib dibeli oleh masing-masing Atlet/Petarung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemenang pertama akan mendapatkan medali emas&lt;br /&gt;Pemenang kedua akan mendapatkan medali perak&lt;br /&gt;Pemenang ketiga akan mendapatkan medali perunggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralatan Petarung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Sistem Olahraga Prestasi peralatan yang dipakai Petarung adalah:&lt;br /&gt;Pelindung Kepalan Tangan (disediakan oleh Panitia Pelaksana)&lt;br /&gt;Pelindung Gigi/Gamsield (disediakan oleh masing-masing Petarung)&lt;br /&gt;Pelindung alat Vital/Batok  (disediakan oleh masing-masing petarung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arena Pertarungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arena pertarungan di atas Matras dengan ukuran 8 x 8 m. Untuk pertandingan seni gerak pertandingan dapat dilaksanakan di atas matras maupun tanpa matras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Pertarungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Pertarungan memakai Sistem Gugur yang menerapkan Shideet, dengan pengenaan langsung/Full Body Contact. Seni gerak, penilaiannya melalui peragaan penampilan dengan kriteri penilaian (1) berdasarkan 5 unsur daya gerak, (2) kekompakan gerakan (barisan &amp; seragam), dan (3) ketepatan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskualifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertarungan akan didiskualifikasi antara lain:&lt;br /&gt;Berat badan tidak sesuai dengan kelas yang diikutinya.&lt;br /&gt;Datang tidak tepat waktu pada saat pertandingan sudah dimulai.&lt;br /&gt;Mengganti Atlet/Petarung yang sudah terdaftar dalam daftar peserta.&lt;br /&gt;Melanggar Peraturan Pertandingan yang dikeluarkan oleh Perguruan Pusat Tarung Derajat.&lt;br /&gt;Melanggar peraturan dan tata tertib Panitia Pelaksana Kejuaraan Tarung Derajat Pekan Olahraga Provinsi X (PORPROV X) SAWAHLUNTO SIJUNJUNG 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protes hanya dapat dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Pertandingan Tarung Derajat yang dikeluarkan oleh Perguruan Pusat Tarung Derajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarung Bebas Tarung Derajat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian&lt;br /&gt;Wasit Juri&lt;br /&gt;Nomor dan kelas pertandingan&lt;br /&gt;Arena pertandingan&lt;br /&gt;Penilaian Tarung&lt;br /&gt;Penilaian seni Gerak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4772052257728224771-2613330125098304729?l=kodrat-sumbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/feeds/2613330125098304729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/05/bab-iv-peraturan-pertandingan-tarung.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/2613330125098304729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/2613330125098304729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/05/bab-iv-peraturan-pertandingan-tarung.html' title='BAB IV PERATURAN PERTANDINGAN TARUNG DERAJAT'/><author><name>Yon BoxeR</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/SeK8aPPDBGI/AAAAAAAAAA0/vmmBF1cj-yw/S220/BOX.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4772052257728224771.post-8328214516514147145</id><published>2009-04-29T10:21:00.001+07:00</published><updated>2009-04-29T10:28:18.046+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penulis Drs.H Alnedral BAB III'/><title type='text'>Postingan Pak Alnedral BAB III</title><content type='html'>BAB III&lt;br /&gt;MATERI PELATIHAN DAN METODE PRAKTIS TARUNG DERAJAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Garis Besar Pembelajaran Beladiri Tarung Derajat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beladiri tarung derajat semenjak jadi tuntutan sebagai sebuah proses pembelajaran dalam tuntutan pelatihan pada lapisan masyarakat, maka Perguruan Pusat atau operasional pada Satuan Latihan (Satlat) harus memiliki garis besar pembelajaran sebagai basis inti tuntutan kurikulum.  Sebagai kurikulum inti tarung derajat telah disusun sistematika materi pelatihan secara berjenjang/tingkatan (kurata) mulai dari kurata I sampai kurata VII dan tingkat pengabdian tarung derajat “Zat” (Dradjat, 2003).&lt;br /&gt;Garis besar pembelajaran disusun adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurata Materi yang dilatihkan Sabuk/beat&lt;br /&gt;I 1. Sikap dasar, &lt;br /&gt;2. Gerakan dasar tangan (siaga ditempat),&lt;br /&gt;3. Gerakan dasar tangan (Siaga silang),&lt;br /&gt;4. Gerakan dasar kaki/tendangan,&lt;br /&gt;5. Jurus wajib; Gerak Langkah Dasar (GLD). Putih&lt;br /&gt;II 1. Gerakan tangan, &lt;br /&gt;2. Gerakan kaki,&lt;br /&gt;3. Teknik bertahan menyerang,&lt;br /&gt;4. Jurus wajib; Drajat Satu&lt;br /&gt;5. Kekuatan/ daya tahan. Hijau strip satu orange&lt;br /&gt;III 1. Pengulangan Gerakan kurata I dan II, &lt;br /&gt;2. Gerakan tangan dan kaki,&lt;br /&gt;3. Jurus wajib; Jurus dasar (judas)&lt;br /&gt;4. Teknik bertahan menyerang dari kaki,&lt;br /&gt;5. Teknik tarung&lt;br /&gt;6. Keterampilan / ketahanan fisik.  Hijau strip dua &lt;br /&gt;orange&lt;br /&gt;IV 1. Jurus wajib; drajat dua&lt;br /&gt;2. Teknik daya gempur&lt;br /&gt;3. Teknik bertahan menyerang lanjutan/ serangan dari 3 orang (tiga arah),&lt;br /&gt;4. Teknik menghadapi senjata gengam,&lt;br /&gt;5. Rangkaian gerak bertahan menyerang. Biru strip satu &lt;br /&gt;orange&lt;br /&gt;V 1. Jurus wajib; drajat Tiga&lt;br /&gt;2. Rangkaian gerak bertahan menyerang lanjutan/ serangan dari 3 orang lebih,&lt;br /&gt;3. Filosofi dan rahasia Tarung Derajat,&lt;br /&gt;4. Pendalaman teknik-teknik gerakan,&lt;br /&gt;5. Kepraktisan bertahan menyerang. Biru strip dua &lt;br /&gt;orange&lt;br /&gt;VI 1. Jurus wajib; Jurus GHADA satu.&lt;br /&gt;2. Rangkaian gerak daya gempur.&lt;br /&gt;3. Keterampilan diri. Merah strip satu &lt;br /&gt;hitam&lt;br /&gt;VII 1. Jurus wajib; Jurus GHADA dua.&lt;br /&gt;2. Rangkaian gerak daya gempur lanjutan.&lt;br /&gt;3. Keterampilan teknik perorangan. Merah strip dua &lt;br /&gt;hitam&lt;br /&gt;Zat 1. Tingkat lanjutan kurata,&lt;br /&gt;2. Pengabdian diri secara filosofis “wujud” hakekat tarung derajat sesungguhnya dan Ilmu yang berarti “kosong dan isi”. Hitam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Kegiatan Pemanasan (Warming-up) Tarung Derajat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanasan (warming-up) adalah kegiatan awal untuk mempersiapkan organ tubuh seperti jantung, paru-paru, otot, tulang dan syaraf sebagai aktifitas olahraga. Tujuannya yaitu untuk menaikkan tempratur suhu tubuh sebelum materi inti, mengatasi terjadinya cedera, dan untuk meningkatkan prestasi.&lt;br /&gt;Secara umum pemanasan dikenal dua macam, pertama disebut pemanasan peregangan (stretching) dan menekan (tighten) yang bersifat statis/isometric waktunya antara 10-30 detik atau 4 sampai 10 hitungan. Kedua pemanasan dalam bentuk gerakan ringan yang bersifat dinamis/isotonic. Secara sistematis kedua macam bentuk pemanasan tersebut dipaparkan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanasan Peregangan (stretching)&lt;br /&gt;1. Peregangan Bagian kepala&lt;br /&gt;• Tundukkan kepala, kedua tangan menekan.&lt;br /&gt;• Angkat kepala, satu tangan mengangkat kepala ke atas.&lt;br /&gt;• Tengokan kepala ke arah kiri, tangan kanan menekan dagu ke arah kiri.&lt;br /&gt;• Tengokan kepala ke arah kanan, tangan kiri menekan dagu ke arah kanan.&lt;br /&gt;• Jatuhkan kepala ke kiri, tangan kiri menekan kepala ke arah kiri.&lt;br /&gt;• Jatuhkan kepala ke kanan, tangan kanan menekan kepala ke arah kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Peregangan Bagian Tangan&lt;br /&gt;• Lipat kedua telapak tangan bersamaan ke arah depan.&lt;br /&gt;• Lipat kedua telapak tangan bersamaan ke arah atas, kaki dijinjitkan.&lt;br /&gt;• Lipat kedua telapak tangan bersamaan ke samping kiri, kaki kanan dijinjitkan.&lt;br /&gt;• Lipat kedua telapak tangan bersamaan ke samping kanan, kaki kiri dijinjitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Peregangan Bagian Kaki&lt;br /&gt;• Kaki buka lebar, tangan dibelakang kepala, jatuhkan badan ke bawah (tegak).&lt;br /&gt;• Kaki buka lebar, tangan dibelakang kepala, patahkan badan kekiri dan ke kanan.&lt;br /&gt;• Kaki kiri ke depan, kaki kanan dibelakang tekan badan ke depan (lemaskan pinggul).&lt;br /&gt;• Ganti kaki kanan di depan, lanjutkan gerakan sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanasan Cara Dinamis&lt;br /&gt;1. Gerakan Kaki dilakukan di tempat.&lt;br /&gt;• Lari-lari biasa.&lt;br /&gt;• Lari-lari angkat lutut.&lt;br /&gt;• Lari-lari tumid menyentuh paha bagian belakang.&lt;br /&gt;• Loncat-loncat buka kaki ke depan belakang.&lt;br /&gt;• Loncat-loncat buka kaki ke samping, tangan ditepukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gerakan Kepala&lt;br /&gt;• Anggukan ke bawah dua kali, ke atas dua kali.&lt;br /&gt;• Tengokan ke kiri dua kali, ke kanan dua kali.&lt;br /&gt;• Jatuhkan ke kiri dua kali, ke kanan dua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Gerakan Bahu&lt;br /&gt;• Sikutkan kedua tangan ke belakang dua kali kemudian rentangkan/luruskan dua kali.&lt;br /&gt;• Tangan kanan di atas dan kiri di bawah ayunkan ke belakang dua kali bergantian.&lt;br /&gt;• Tangan bentuk huruf S (tangan kanan di atas) gerakkan ke samping dua kali bergantian.&lt;br /&gt;• Kedua tangan lurus ke depan lalu ayunkan ke depan kemudian ke belakang.&lt;br /&gt;• Kedua tangan direntangkan ke samping, putar arah depan dengan gerakan lambat.&lt;br /&gt;• Kedua tangan direntangkan ke samping, putar arah belakang dengan gerakan lambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Gerakan Selangkangan&lt;br /&gt;• Kaki dibuka ke samping posisi telapak sejajar dengan badan tegak, tekan-tekan ke bawah hitungan keempat tahan (posisi tangan direntangkan dibelakang tumit, pandangan lihat ke depan).&lt;br /&gt;• Posisi siaga dasar, taruk kaki kanan ke belakang (kaki kiri didepan lutut ditekuk, kaki kanan dibelakang lutut diluruskan, kedua telapak kaki diluruskan ke depan, posisi tangan kanan memegang pinggul lalu lemaskan/tekan pinggul kearah depan. Hitungan keempat tahan, lakukan kaki didepan bergantian.&lt;br /&gt;• Kedua tangan dibelakang kepala, kaki dibuka ke samping kedua telapak kaki sejajar, tekan jatuhkan badan kesamping kiri dan kanan bergantian dua kali (posisi telapak kaki kena tanah).&lt;br /&gt;• Kedua tangan dibelakang kepala, kaki dibuka ke samping, tekan badan kesamping kiri dan kanan bergantian dua kali (posisi kaki hanya tumit kanan ke lantai, jari kaki ke atas).&lt;br /&gt;• Gerakan kombinasi, posisi kembali ke siaga dasar.&lt;br /&gt;• Hitungan satu kenakan kedua telapak tangan ke lantai (lutut harus lurus), hitungan dua lakukan jongkok, posisi tangan rentangkan kedepan. Hitungan tiga angkat badan lutut kembali diluruskan kedua telapak tangan kembali menyentuh lantai, hitungan empat lemaskan badan ke belakang pandangan ke arah belakang, posisi kedua tangan memegang pinggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Gerakan Posisi Duduk&lt;br /&gt;• Kedua kaki diluruskan ke depan dan dirapatkan jari kaki dilentikkan dan menghadap ke atas (hanya tumit yang kena lantai), tangan diluruskan dan badan dibungkukkan, sambil cium lutut (hitungan keempat tahan).&lt;br /&gt;• Lipat kaki kiri simpan diatas paha kanan, kaki kiri masih diluruskan, kemudian cium lutut, hitungan keempat tahan, lakukan bergantian (ganti kaki).&lt;br /&gt;• Kaki kiri dilipat di depan selangkangan kaki kanan diluruskan, kemudian telapak kaki sejajar kedepan jari kaki dilentikkan, tangan dibelakang kepala, gerakan badan kesamping kanan (minimal kenakan sikut ke kaki) hitungan keempat tahan, lakukan bergantian (ganti kaki).&lt;br /&gt;• Kedua kaki dibuka selebar mungkin jari kaki dilentikan dan menghadap ke atas (hanya tumit yang kena lantai), tangan direntangkan, badan dibungkukan ke depan, dada dikenakan kelantai, hitungan empat tahan.Kedua kaki dibuka selebar mungkin jari kaki dilentikan dan menghadap ke atas (hanya tumit yang kena lantai), tangan direntangkan, badan dibungkukan ke depan, dada dikenakan kelantai, hitungan empat tahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Gerakan Posisi Jongkok&lt;br /&gt;• Tangan dibuka selebar bahu simpan dilantai, kaki kanan diluruskan kebelakang kaki kiri ditekuk, lakukan gerakan seperti berlari (tarik bergantian), posisi badan tegak ke atas/dibusungkan pandangan ke depan.&lt;br /&gt;• Tangan dibuka selebar bahu simpan dilantai, kedua kaki ditekuk kemudian diluruskan kebelakang, tarik kembali ke posisi semula, lalu kembali kesamping depan dan belakang, posisi badan tegak ke atas/dibusungkan pandangan ke depan.&lt;br /&gt;• Tangan dibuka selebar bahu simpan dilantai, kedua kaki ditekuk ke depan, hitungan satu luruskan kedua kaki dibawa kebelakang, hitungan berikutnya tarik kembali kedepan, hitungan tiga diluruskan kembali kaki dengan kedua kaki dibuka selebar mungkin ke samping. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Gerakan Ayunan Kaki (posisi berdiri siaga dasar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ayun kaki kanan ke depan setinggi mungkin usahakan sampai kena ke badan kita kita (posisi kaki yang diayunkan lututnya benar-benar lurus). Lakukan bergantian (ganti kaki).&lt;br /&gt;• Ayun kaki kanan ke depan setinggi mungkin (posisi kaki yang diayunkan lututnya benar-benar lurus). Lakukan bergantian (ganti kaki).&lt;br /&gt;• Ayun kaki kanan ke depan setinggi mungkin (posisi kaki yang diayunkan lututnya benar-benar lurus). Lakukan bergantian (ganti kaki).&lt;br /&gt;• Split depan, lakukan dalam keadaan jongkok lalu kaki kanan pelan-pelan luruskan kebelakang, diharapkan kedua kaki bisa diluruskan semaksimal mungkin. Posisi badan tegak dan kedua tangan berada diantara kaki kita (memegang lantai). Tekan pelan-pelan hitungan keempat tahan dan cium lutut. Lakukan bergantian (ganti kaki).&lt;br /&gt;• Split samping, lakukan dalam keadaan jongkok lalu buka kedua kaki pelan-pelan kesamping, diharapkan kedua kaki bisa diluruskan semaksimal mungkin. Posisi badan tegak tangan dipinggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pembentukan dan Kekuatan Tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Posisi Push-up.&lt;br /&gt;Posisi dalam keadaan siap untuk pus-up, bukaan tangan selebar bahu lurus jari dikepalkan, badan serta kaki lurus dan pandangan ke depan, lalu tahan. Lakukan 4 kali 8-10 hitungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Push-up (lakukan 15-20 hitungan).&lt;br /&gt;Dilakukan jari dikepalkan, cara pelan-pelan. Pada saat ke bawah badan dan kaki tetap sejajar dan tidak menyentuh lantai, pada saat di atas tangan/sikut benar-benar diluruskan dan posisi badan kaki masih tetap sejajar dan pandangan lurus kedepan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Sit-up (lakukan 15-20 hitungan).&lt;br /&gt;Posisi sit-up, bukaan kaki selebar bahu, lutut ditekuk telapak kaki lurus tahan dilantai tangan berada dibelakang kepala lalu angkat badan. Pada saat mengangkat badan posisi tangan diusahakan tetap berada dibelakang kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Bentuk Perahu.&lt;br /&gt;Posisi badan tidur terlentang, ada aba-aba angkat kaki dan badan bersamaan dan tahan. Pada saat diangkat kedua kaki diluruskan posisi kepala sejajar dengan ujung kaki, tangan simpan dibelakang kepala. Lakukan 4 kali 5-8 hitungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Back-up (lakukan 10-15 hitungan).&lt;br /&gt;Posisi badan tidur tengkurap, tangan dibawah dagu, lalu angkat badan. Pada saat mengangkat badan posisi kaki tahan dan tetap menempel dilantai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Materi Inti Pelatihan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi inti pelatihan yang diuraikan pada buku ini baru terbatas pada materi teknik dasar khusus untuk kurata I, II, dan III. Untuk meteri inti latihan lanjutan akan dibahas pada edisi buku berikutnya. Uraian materi inti yang dimaksud adalah sebagai beirikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Materi Kurata I (Satu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1. Sikap Dasar&lt;br /&gt; Sikap dasar terdiri dari cara- cara: (1) kerapihan sikap, (2) penghormatan, (3) duduk, (4) berdiri, (5) siaga dasar, dan (6) Siaga ditempat.&lt;br /&gt;1.2. Gerakan Dasar Tangan (Siaga ditempat)&lt;br /&gt;Gerakan dasar tangan yang dilakukan dengan siaga ditempat adalah: (1) Pukulan lurus 1-3x,  (2) Sikut atas/ samping/ bawah, (3) Pukulan sentak atas/bawah, (4) Pukulan cepat, (5) kibas atas, (6) kibas luar, (7) kibas dalam, dan (8) kibas bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3. Gerakan Dasar Tangan (Siaga silang)&lt;br /&gt;Gerakan dasar tangan yang dilakukan dengan siaga silang adalah: (1) Pukulan lurus,  (2) Pukulan sentak atas, (3) Pukulan sentak bawah, (4) Pukulan cepat, (5) kibas atas, (6) kibas luar, (7) kibas dalam, dan (8) kibas bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4. Gerakan Dasar Kaki (Tendangan)&lt;br /&gt;Gerakan dasar tangan yang dilakukan dengan siaga ditempat adalah: Tendangan  lurus cepat, dan tendangan lurus cepat dalam melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.5. Jurus wajib Gerak Langkah Dasar&lt;br /&gt;Jurus wajib yang merupakan seni rangkaian gerak dasar untuk kurata satu adalah: (1) diawali dengan kerapihan sikap, (2) penghormatan, (3) aba-aba Gerak langkah Dasar; No. 1. Kibas luar, No. 2. Pukulan cepat, No. 3. Tendangan lurus, pukulan cepat, No. 4. Putar kibas luar, No. 5. Pukulan cepat, No. 6. Tendangan lurus, No. 7. Putar kibas luar, No. 8. Siaga dasar, No. 9. Mundur kibas luar, No. 10. Pukulan lurus, No. 11. sentak bawah, No. 12. kibas dalam, No. 13. maju pukulan lurus 3x, No. 14. sikut bawah, tendangan lurus, sentak bawah, No. 15. kibas dalam, No. 16. Siaga dasar, No. 17. tengok kanan, No. 18. kibas bawah, No. 19. sentak atas, No. 20. tendangan lurus sentak atas, No. 21. putar kibas bawah, No. 22. sentak atas, No. 23. tendangan lurus sentak atas, No. 24. putar kibas bawah, No. 25. tengok kiri, No. 26. siaga dasar, No. 27. tengok kiri, No. 28. kibas atas, No. 29. sikut atas, No. 30.  Tendangan lurus, sikut samping, No. 31. Putar kibas atas, No. 32. Sikut atas, No. 33. tendangan lurus, sikut samping, No. 34. putar, kibas atas, No. 35. tengok kanan, No. 36. siaga dasar, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Meteri Dasar Kurata II (Dua)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1. Gerakan tangan&lt;br /&gt;Gerakan dasar tangan dilanjutkan pada: (1) pukulan cepat beruntun, (2) pukulan sikut depan, (3) pukulan sikut samping, dan (4) teknik dua gerak, yaitu;  No. 1. kibas atas pukulan cepat, No. 2. kibas luar pukulan cepat,  No. 3. kibas dalam pukulan cepat, No. 4. kibas bawah pukulan cepat, dan No. 5. pukulan sentak bawah pukulan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2. Gerakan kaki (Siaga silang)&lt;br /&gt;Gerakan dasar kaki dilanjutkan pada: (1) tendangan lingkar dalam, (2) tendangan menyamping, dan (3) tendangan belakang,&lt;br /&gt;2.3. Teknik bertahan menyerang&lt;br /&gt;(1). Teknik tangan;&lt;br /&gt;No. 1.  Maju kaki hadap kiri kibas dalam tangan kanan, pukulan punggung tangan kanan ke arah muka.&lt;br /&gt;No. 2.  Maju kaki kiri hadap kanan kibas dalam tangan kiri, pukulan punggung tangan kiri ke arah muka.&lt;br /&gt;No. 3.   Maju kaki hadap kiri kibas dalam tangan kanan, sikutkan tangan kanan ke arah muka.&lt;br /&gt;No. 4.   Maju kaki kiri hadap kanan kibas dalam tangan kiri, sikutkan tangan kiri ke arah muka..&lt;br /&gt;No. 5.   Maju kaki hadap kiri kibas dalam tangan kanan, hadap kiri pukulan cepat beruntun (tangan kanan lalu kiri) arah ulu hati. &lt;br /&gt;No. 6.   Maju kaki kiri hadap kanan kibas dalam tangan kiri, hadap kanan pukulan cepat beruntun (tangan kiri lalu kanan) arah ulu hati.&lt;br /&gt;No. 7.  Maju kaki hadap kiri kibas dalam tangan kanan, kaki kiri geser (badan memutar ke arah kiri) sikutkan tangan kiri ke arah kepala bagian belakang. &lt;br /&gt;No. 8.   Maju kaki kiri hadap kanan kibas dalam tangan kiri, kaki kanan geser (badan memutar ke arah kanan) sikutkan tangan kanan ke arah kepala bagian belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2). Teknik kaki;&lt;br /&gt;No. 1.  Bertahan dengan tendangan lurus.&lt;br /&gt;No. 2.  Bertahan dengan tendangan menyamping.&lt;br /&gt;No. 3.   Bertahan dengan tendangan belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.4. Teknik melepas sergapan/pegangan (materi beladiri praktis) &lt;br /&gt;(1) Pegangan tangan sejajar dan silang, &lt;br /&gt;(2) Pegangan kerah baju satu tangan dan dua tangan,&lt;br /&gt;(3) Pegangan tangan sejajar dan silang,&lt;br /&gt;(4) Pitingan samping dan belakang,&lt;br /&gt;(5) Tepukan belakang,&lt;br /&gt;(6) Bergandengan,&lt;br /&gt;(7) Bersalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.5. Jurus Drajat Satu&lt;br /&gt;Jurus wajib yang merupakan seni rangkaian gerak lanjutan dasar untuk kurata dua adalah: (1) diawali dengan kerapihan sikap, (2) penghormatan, (3) aba-aba mulai “drajat satu”;&lt;br /&gt;No. 1.  Siaga ditempat (kaki kanan),&lt;br /&gt;No. 2.  Siaga ditempat (kaki kiri),&lt;br /&gt;No. 3.   Hadap kiri,&lt;br /&gt;No. 4.   Tarik tangan kiri simpan disamping dada, geser/tarik kaki kanan hingga rapat, arahkan badan kearah kiri, buka/geser kaki kanan hingga ke posisi siaga silang dengan kaki kiri ke depan (hadap kiri). Kibas luar tangan kanan.&lt;br /&gt;No. 5.   Maju pukulan lurus satu kali tangan kanan. &lt;br /&gt;No. 6.   Tarik tangan kiri simpan disamping dada, tarik kaki kanan hingga rapat, balikkan badan kearah belakang, buka kaki kanan hingga ke posisi siaga silang (kaki kanan didepan),  Kibas luar tangan kiri.&lt;br /&gt;No. 7.  Maju pukulan lurus satu kali tangan kanan. &lt;br /&gt;No. 8.   Hadap kiri.&lt;br /&gt;No. 9.   Tarik tangan kanan simpan disamping dada, tarik kaki kiri hingga rapat, balikkan badan kearah kiri, buka/geser kaki kiri ke depan hingga ke posisi siaga silang (kaki kiri didepan),  Kibas luar tangan kanan.&lt;br /&gt;No. 10.  Maju pukulan lurus dua kali.&lt;br /&gt;No. 11.   Silangkan kedua tangan di depan perut (tangan kiri diatas tangan kanan), dorong hingga ke posisi didepan muka, kibaskan/kibas bawah (tangan kiri).&lt;br /&gt;No. 12.  Maju pukulan sentak atas tangan kanan.&lt;br /&gt;No. 13.  Silangkan kedua tangan di depan perut (tangan kanan di atas tangan kiri), dorong hingga keposisi di depan muka, kibaskan/kibas bawah (tangan kanan).&lt;br /&gt;No. 14.  Maju pukulan sentak atas tangan kiri.&lt;br /&gt;No. 15.  Maju kibas atas tangan kanan.&lt;br /&gt;No. 16.  Maju pukulan cepat beruntun dua kali (tangan kanan lalu kiri).&lt;br /&gt;No. 17.  Tengok kanan.&lt;br /&gt;No. 18.  Tarik kaki kanan hingga rapat, balikkan badan kearah kanan (hadap kanan) buka kaki kanan ke depan posisi siaga silang (kaki kanan di depan) kibas atas tangan kiri.&lt;br /&gt;No. 19.  Maju pukulan cepat beruntun dua kali (tangan kiri lalu kanan).&lt;br /&gt;No. 20.  Tarik kaki kiri hingga rapat, balikkan badan kearah belakang  (putar) buka kaki kiri ke depan posisi siaga silang (kaki kiri di depan) kibas atas tangan kiri.&lt;br /&gt;No. 21.  Maju pukulan cepat beruntun dua kali (tangan kanan lalu kiri).&lt;br /&gt;No. 22.  Tarik/geser kaki kanan ke arah belakang (270%) hingga posisi hadap kanan  (kaki kanan di depan), posisi tangan siaga untuk kibas dalam.&lt;br /&gt;No. 23.  Hadap kiri kibas dalam tangan kanan. &lt;br /&gt;No. 24.  Mundur pukulan sentak bawah tangan kiri.&lt;br /&gt;No. 25.  Mundur kibas dalam tangan kanan.&lt;br /&gt;No. 26.  Maju (hingga posisi kaki kanan sejajar dengan kaki kiri/posisi siaga ditempat) pukulan sentak bawah tangan kiri dan kanan (pada saat memukul kedua kaki tidak digeser/tetap sejajar ke depan).&lt;br /&gt;No. 27.  Pernapasan.&lt;br /&gt;• Tarik kedua tangan kesamping dada dengan tangan dikepal, dada dibusungkan (bersamaan dengan tarik napas dalam-dalam melalui hidung).&lt;br /&gt;• Dorong/luruskan kedua tangan kedepan dengan tangan terbuka posisi serong (bersamaan dengan itu buang napas pelan-pelan melalui mulut).&lt;br /&gt;• Tarik kembali tangan kesamping dada dengan tangan dikepal dan kaki tarik/geser kaki kanan hingga rapat, dada dibusungkan (bersamaan dengan itu tarik napas dalam-dalam melalui hidung).&lt;br /&gt;• Dorong/luruskan kedua tangan kearah bawah (samping badan) dengan tangan terbuka (bersamaan dengan itu buang napas pelan-pelan melalui mulut).&lt;br /&gt;• Silangkan tangan ke depan dada (kembali siaga dasar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.6. Kekuatan dan Daya Tahan&lt;br /&gt;Keserasian dan keseimabangan teknik gerakan dapat dicerminkan dari lima unsure daya gerak tarung derajat yang menjadi khas, yaitu: Kekuatan, kecepatan, ketepatan, keberanian, dan keuletan. Dari lima unsur inilah dapat dikembangkan kemampuan seorang petarung menjadi kuat dan ulet.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Materi Dasar Kurata III (Tiga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1. Pengulangan gerakan&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan materi kurata I dan II, maka pada tingkatan kurata III yang perlu diulangi adalah: (1) Gerakan tingkat kurata I jurus “gerak langkah dasar”, dan (2) Gerakan tingkat kurata II jurus “Drajat satu”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2. Gerakan Tangan dan kaki&lt;br /&gt;Pukulan&lt;br /&gt;(1) Pukulan lingkar dalam,  &lt;br /&gt;(2) Pukulan lingkar luar,&lt;br /&gt;(3) Pukulan lingkar atas, &lt;br /&gt;(4) Pukulan lingkar bawah,&lt;br /&gt;Tendangan&lt;br /&gt;(1) Tendangan lingkar belakang,  &lt;br /&gt;(2) Tendangan kait depan,&lt;br /&gt;(3) Tendangan kait belakang, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3. Jurus Dasar (JUDAS)&lt;br /&gt;Jurus wajib yang merupakan seni rangkaian gerak lanjutan dasar untuk kurata tiga adalah: (1) diawali dengan kerapihan sikap, (2) penghormatan, (3) aba-aba mulai “Siaga judas”, dan (4)  Posisi , Siaga ditempat posisi serangan/tendangan (serong kanan);&lt;br /&gt;No. 1.  Drop tangan depan muka tangan kiri, pukulan cepat beruntun dua kali. &lt;br /&gt;No. 2.  Drop tangan depan muka tangan kanan, pukulan cepat beruntun dua kali.&lt;br /&gt;No. 3.   Drop kaki kiri, maju tendangan lurus kaki kanan, pukulan cepat beruntun dua kali.&lt;br /&gt;No. 4.   Drop kaki kanan, maju tendangan lurus kaki kiri, pukulan cepat beruntun dua kali.&lt;br /&gt;No. 5.   Hadap kiri sambil drop kaki kiri, pukulan cepat beruntun dua kali. &lt;br /&gt;No. 6.   Drop kaki kanan sambil putar, tendangan menyamping kaki kiri, pukulan lingkar luar tangan kiri, pukulan cepat kanan.&lt;br /&gt;No. 7.  Hadap kanan drop kaki kanan, tendangan lingkar dalam kaki kiri, pukulan cepat beruntun dua kali.&lt;br /&gt;No. 8.   Drop kaki kiri sambil putar, tendangan lingkar dalam kaki kanan, pukulan cepat beruntun dua kali.&lt;br /&gt;No. 9.   Hadap kiri drop kaki kiri, tendangan kait depan kaki kanan, pukulan lingkar luar tangan kanan, pukulan cepat tangan kiri.&lt;br /&gt;No. 10.  Drop kaki kanan sambil putar, tendangan kait depan kaki kiri, pukulan lingkar luar tangan kiri, pukulan cepat tangan kiri.&lt;br /&gt;No. 11.   Drop kaki kanan ¾  putaran, tendangan belakang kaki kiri, pukulan cepat beruntun dua kali.&lt;br /&gt;No. 12.  Drop kaki kiri ½   putaran, tendangan belakang kaki kanan, pukulan cepat beruntun dua kali.&lt;br /&gt;No. 13.  Drop kaki kanan, tendangan lingkar dalam kearah kanan dan tendangan menyamping ke arah kiri oleh kaki kiri, pukulan cepat beruntun dua kali.&lt;br /&gt;No. 14.  Drop kaki kiri, tendangan lingkar dalam kearah kiri dan tendangan menyamping ke arah kanan oleh kaki kanan, pukulan cepat beruntun dua kali.&lt;br /&gt;No. 15.  Putar, tarik kaki kiri, buka kaki kanan, kembali siaga dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.4. Bertahan menyerang&lt;br /&gt;Dari serangan kaki: &lt;br /&gt;No. 1.  Kibas tangan kanan (teknik dua gerak), pukulan cepat beruntun dua kali. &lt;br /&gt;No. 2.  Kibas tangan kiri (teknik dua gerak), pukulan cepat beruntun dua kali.&lt;br /&gt;No. 3.   Drop kaki kiri, tendangan lingkar dalam kaki kanan, &lt;br /&gt;No. 4.   Drop kaki kanan, tendangan menyamping kaki kiri. &lt;br /&gt;No. 5.   Drop tangan silang (tangkapan kaki) sambil melangkahkan kaki kanan, putarkan dan dorong (jatuh dada), tangan menyamping kaki kanan. &lt;br /&gt;No. 6.   Langkahkan kaki kanan (teknik dua gerak), jepit kaki lawan dengan tangan kiri, tangan kanan memegang tengkuk, sapokan dengan kaki kanan. &lt;br /&gt;No. 7.  Langkahkan kaki kiri (teknik dua gerak), jepit kaki lawan dengan tangan kanan, tangan kiri mendorong punggung lawan, sapokan dengan kaki kiri, tendangan menyamping dengan kaki kiri.&lt;br /&gt;No. 8.   Drop kaki kanan (tulang kering), tendangan belakang kaki kiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.5. Teknik Jatuhan Bantingan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No. 1.  Jatuhan samping. &lt;br /&gt;No. 2.  Jatuhan pinggul&lt;br /&gt;No. 3.   jatuhan punggung, &lt;br /&gt;No. 4.   Jatuhan tengkuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Pelemasan (Colling Down)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi berdiri siaga dasar. Langkahkan kaki kanan ke depan, kedua tangan angkat ke atas lalu rentangkan badan lemaskan dan busungkan dada kedepan pada saat itu tarik napas dalam-dalam melalui hidung, kemudian tarik kaki kanan kembali sejajar jatuhkan kedua tangan pada saat itu buang nafas melalui mulut. Lakukan gerakan ini bergantian (ganti kaki).&lt;br /&gt;Bentuk pelemasan yang lain bisa juga dilakukan dengan cara gerakannya hampir sama seperti pemanasan (warming-up) peregangan statis urutan no.1-3 dan gerakan cara dinamis gerakan no. 1-5, namun peregangan dengan gerakan tidak maksimal/rilex (gerakan yang kontraksi tidak ada). Perlu dipahami, saat gerakan membuka ambil napas, tahan pada gerakan pelan-pelan menutup, lalu lepaskan napas melalui hidung. Posisinya bisa pada saat berdiri, jongkok, duduk dan tidur dilantai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4772052257728224771-8328214516514147145?l=kodrat-sumbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/feeds/8328214516514147145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/postingan-pak-alnedral-bab-iii.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/8328214516514147145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/8328214516514147145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/postingan-pak-alnedral-bab-iii.html' title='Postingan Pak Alnedral BAB III'/><author><name>Yon BoxeR</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/SeK8aPPDBGI/AAAAAAAAAA0/vmmBF1cj-yw/S220/BOX.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4772052257728224771.post-1491981763147064467</id><published>2009-04-27T13:55:00.002+07:00</published><updated>2009-04-27T14:01:52.972+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menurut gw tarung drajat terlalu keras...'/><title type='text'>Menurut gw tarung drajat terlalu keras...</title><content type='html'>menurut gw tarung drajat terlalu keras...&lt;br /&gt;dan gak ada seni ilmu beladiri nya... just violance.. gak ada filosofi nya..&lt;br /&gt;beda sama karate, taekwondo, silat, atau judo. mereka semua punya filosofi dalam seni beladiri.. dan disiplin ilmu beladiri.. gak seperti street combat atau boxer... itu menurut gw bukan suatu seni beladiri melainkan seni berkelahi.. semua orang juga bisa mlatih diri dengan seni berkelahi.. tapi beda dengan karate, taekwondo dan silat.. perhatikan setiap gerakan yang ada dalam ilmu beladiri karate, atau taekwondo. mereka semua punya filosofi dan disiplin dari setiap gerakan ilmu beladiri nya.. dan itu yang dinamakan seni beladiri..&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;BOX...!!Salam Persaudaraan Buat Semua Petarung Tanah Air Tercinta.&lt;br /&gt;Saya Membaca Salah satu Forum yang alamat situsnya http://forumtest.detikbandung.com/showthread.php?t=89&amp;page=3&lt;br /&gt;Sebagai Pecinta,Penekun dan sekaligus ikut mengembangkan Ilmu Beladiri Tarung Derajat Saya tergelitik untuk ikut membahas masalah yang ada di forum di atas.&lt;br /&gt;Mohon Masukan dari Rekan-rekan Para Petarung,Apa memang demikian adanya Ilmu Beladiri yang kita Tekuni Selama ini..?MOHON Komentar dan masukanya.Terimakasih N BOX..!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4772052257728224771-1491981763147064467?l=kodrat-sumbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/feeds/1491981763147064467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/menurut-gw-tarung-drajat-terlalu-keras.html#comment-form' title='18 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/1491981763147064467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/1491981763147064467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/menurut-gw-tarung-drajat-terlalu-keras.html' title='Menurut gw tarung drajat terlalu keras...'/><author><name>Yon BoxeR</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/SeK8aPPDBGI/AAAAAAAAAA0/vmmBF1cj-yw/S220/BOX.JPG'/></author><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4772052257728224771.post-3167886362178083498</id><published>2009-04-27T10:33:00.003+07:00</published><updated>2009-04-27T13:14:29.971+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penulis Drs.H Alnedral BAB II'/><title type='text'>Postingan Pak Alnedral BAB II</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://lh4.ggpht.com/_hroyjZldCS4/Sen3vf0xE1I/AAAAAAAAAMw/rUywChRSuEQ/s128/pak%20al.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 96px; height: 128px;" src="http://lh4.ggpht.com/_hroyjZldCS4/Sen3vf0xE1I/AAAAAAAAAMw/rUywChRSuEQ/s128/pak%20al.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PERKEMBANGAN BELADIRI TARUNG DERAJAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Perkembangan Organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan organisasi Keluarga Olahraga Tarung Derajat adalah cikal-bakal dari Perguruan Pusat Kawah Tarung Derajat Bandung yang terletak di jalan Antabaru V no. 2-6 Margacinta Bandung-Jawa Barat Indonesia. Perguruan ini dipimpin langsung oleh Sang Guru H. Achmad Dradjat, Drs. Pelaksanaan perkembangan keilmuan olahraga Tarung Derajat melalui pembentukan Satuan Latihan (SATLAT) diberbagai tempat di tingkat Propinsi, Kota/Kabupaten, Kecamatan, Desa/Kelurahan dan terdapat diberbagai kalangan, mulai dari lingkungan Instansi ABRI maupun Sipil, Perguruan Tinggi, Sekolah-sekolah, dan dilingkungan masyarakat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena perguruan Pusat Tarung Derajat adalah merupakan sebuah bentuk organisasi dalam kegiatan olahraga, maka kristalisasi organisasi tersebut harus terlihat dalam visi maupun misinya. Untuk itu pertama kali dilahirkanlah terlebih dahulu tentang “Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga” yang dipakai untuk pedoman dalam menjalankan roda organisasi Olahraga Tarung Derajat (SK no.13/KEP GUTAMA/STD/X/1991). Dalam mengujudkan visi dan misi Tarung Derajat dirancanglah “Program Umum Kegiatan Perguruan Pusat Tarung Derajat” yang menetapkan tujuan-tujuan sebagai berikut:&lt;br /&gt; Tujuan Umum adalah: 1) Membentuk sikap hidup manusia yang berhakekat manusia, 2) Melaksanakan program hidup bermsyarakat, berbangsa, bernegara, beragama di atas muka bumi, dengan menumbuhkan dan menyebarluaskan sikap hidup berketuhanan Yang Maha Esa, pada segenap makluk ciptaannya, 3) Menciptakan ketahanan moral, melalui ketahanan jasmani dan rohani, 4) Menumbuhkan dan mengembangkan potensi peradaban budaya manusia sebagai makhluk hidup yang paling sempurna, 5) Meningkatkan harkat dan martabat kehormatan manusia.&lt;br /&gt;Tujuan Khusus adalah: 1) Menumbuhkan, mengembangkan dan memelihara bakat serta menyalurkan hobby dibidang ilmu olahraga seni beladiri, melalui proses pembelajaran dan pemberlatihan Tarung Derajat, 2) Mencetak Ksatria Pejuang dan Pejuang Kesatria yang memiliki; a) Keterampilan otot (gerakan), b) Kecerdasan otak (intelektual), c) kemantapan nurani (sikap mental). 3) Melahirkan anggota petarung/atlet, kader, pelatih, wasit-juri, dan dewan guru perguruan pusat Tarung Derajat yang memiliki sifat-sifat dengan sikap: jiwa besar, patriotisme, rendah hati, jujur, setia, loyalitas tinggi, cinta damai, bertanggung-jawab, mandiri, percaya diri, akhlak berbudi pekerti luhur, dapat mengendalikan dan menguasai diri serta takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 4) Mencetak para Petarung Derajat yang tangguh dan handal serta teruji. 5) Pengabdian diri bagi keluarga, masyarakat, bangsa, negara dan agama melalui penguasaan Tarung Derajat secara utuh.&lt;br /&gt;Upaya untuk mengujudkat tujuan-tujuan di atas, maka organisasi di tingkat Satlat kepengurusannya disusun sekurang-kurangnya terdiri dari: 1) Pelatih tetap/Pelatih tugas, 2) Ketua Satlat, 3) Sekretaris, 4) Bendahara, 5) seksi-seksi yang diperlukan seperti; humas, kegiatan, logistik, dan dana. Secara umum hirarki struktur organisasi melalui Perguruan Pusat seperti bagan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Semenjak olahraga Tarung Derajat diakui secara resmi sebagai anggota biasa KONI Pusat tahun 1997, maka olahraga Tarung Derajat mempunyai induk organisasi yang berada di bawah naungan KONI Pusat sebagai salah satu Top Organisasi Cabang Olahraga. Organisasi ini di tingkat Pusat bernama Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB KODRAT). Pada tingkat propinsi bernama Pengurus Provinsi (Pengprov KODRAT).  Pada tingkat Kabupaten/Kota bernama Pengurus Kabupaten/Kota (Pengkab/kot KODRAT). Keberadaan Satlat secara operasional itu berada di bawah pembinaan Pengurus Kabupaten/Kota secara organisasi keolahragaan, akan tetapi dia mempunyai garis komando ke atas melalui Pengurus Provinsi koordinasinya langsung ke Perguruan Pusat secara teknis keilmuan tarung derajat aliansinya berhubungan langsung ke Perguruan Pusat Tarung Derajat atau perwakilan perguruan di Propvinsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Perkembangan Perlengkapan Pertandingan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Perkembangan Atribut Tarung Derajat&lt;br /&gt;Semenjak berdirinya perguruan pusat, atribut yang dipakai oleh anggota tarung derajat dirancang khusus oleh Sang Guru seperti; baju latihan, kaos ganti habis latihan, celana lapangan, singlet, tas latihan, topi, switer tanding, Jaket, spanduk, stiker, dan lain-lain edisi khusus sesuai kebutuhan perguruan. Semua atribut tersebut tidak diperjual-belikan pada kalayak umum, tapi hanya terbatas untuk kalangan intern anggota keluarga olahraga Tarung Derajat dan dikelola langsung melalui Yayasan Tarung Derajat “Aa-Boxer”. Jadi pengadaan atribut tarung derajat tidak akan pernah dijumpai pada konter-konter dan toko olahraga kecuali melalui perwakilan perguruan di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Satlat. Logo atau lambang yang dipakai pada atribut tarung derajat telah dipatenkan melalui badan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baju latihan &lt;br /&gt;1. Baju latihan biasa, warna putih lengan panjang, bahan dasar strit tipis, samblon tarung derajat di dada kiri dan sablon logo pribadi mandiri di sebelah dada kanan, di bagian punggung bertuliskan Logo Kodrat AA-Boxer, pada lengan kiri dan kanan bertuliskan tarung derajat, diperuntukkan bagi anggota yang mengikuti latihan kurata I, II dan III.&lt;br /&gt;2. Baju latihan lengan pendek, warna putih, bahan dasar strit tebal, bordiran logo pribadi mandiri di sebelah dada kiri, dibagian tengah antara dada dan perut bordiran logo boxer, di bagian punggung bertuliskan Logo Box ditambah tulisan “jadikanlah dirimu oleh diri sendiri AA-Boxer”, pada pundak kiri dan kanan bertuliskan boxer, diperuntukkan bagi anggota yang mengikuti latihan kurata III senior ke atas atau untuk petarung/tanding.&lt;br /&gt;3. Baju latihan lengan panjang ¾ , warna putih, bahan dasar strit tebal, bordiran logo pribadi mandiri di sebelah dada kiri, dibagian tengah antara dada dan perut bordiran logo boxer, di bagian punggung bertuliskan Logo Box ditambah tulisan “jadikanlah dirimu oleh diri sendiri AA-Boxer”, pada lengan kiri dan kanan bertuliskan tarung derajat, diperuntukkan bagi anggota yang mengikuti latihan kurata VI ke atas atau untuk kualifikasi pelatih. Pada bagian dada kanan boleh dipasang beat petarung/pelatih bagi anggota yang sudah legal memperolehnya.&lt;br /&gt;4. Baju latihan lengan pendek, warna hitam, bahan dasar strit tebal, bordiran logo pribadi mandiri di sebelah dada kiri, dibagian tengah antara dada dan perut bordiran logo boxer, di bagian punggung bertuliskan Logo Box ditambah tulisan “jadikanlah dirimu oleh diri sendiri AA-Boxer”, pada pundak kiri dan kanan bertuliskan boxer, diperuntukkan bagi anggota yang mengikuti latihan kurata VI senior ke atas atau untuk kurata VII. Pada bagian dada kanan boleh dipasang beat petarung/pelatih bagi anggota yang sudah legal memperolehnya.&lt;br /&gt;5. Baju latihan lengan panjang ¾ , warna hitam, bahan dasar strit tebal, bordiran logo pribadi mandiri di sebelah dada kiri, dibagian tengah antara dada dan perut bordiran logo boxer, di bagian punggung bertuliskan Logo Box ditambah tulisan “jadikanlah dirimu oleh diri sendiri AA-Boxer”, pada lengan kiri dan kanan bertuliskan tarung derajat, diperuntukkan bagi anggota yang memiliki kualifikasi “Zat”. Pada bagian dada kanan boleh dipasang beat petarung/pelatih/penghargaan khusus bagi anggota yang sudah legal memperolehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atribut baju Kaos Ganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Perkembangan Nomor dan Kelas Pertandingan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan nomor dan kelas pertandingan menunjukkan perubahan yang signifikan dari suatu kejuaran kepada kejuaraan berikutnya. Perubahan tersebut didasari dari situasi dan kondisi yang berkembang dan disesuaikan dengan tuntutan ilmu dan teknologi (IPTEK) keolahragaan. Nomor dan kelas yang berkembang adalah antara yang sudah resmi (standar) dengan yang di eksibisikan (belum standar). Paparan berikut adalah perkembangan dari awal kejuaaran tarung derajat dimulai sampai kejuaran yang resmi dipertandingkan pada PON XVI-2004 Palembang.&lt;br /&gt;Kejuaraan Tarung Bebas AA-Boxer Cup I samapai Tarung Bebas AA-Boxer Cup (Kejurnas IV-1995), nomor pertandingan tarung khusus petarung putra saja. Kelas yang ditarungkan adalah: (1) 49 Kg ke bawah, (2) 50-54 Kg, (3) 55-59 Kg, (4) 60-64 Kg, (5) 65 Kg Ke atas. Nomor peragaan seni gerak menampilkan Ranger,  pemecahan benda keras dan beladiri praktis.&lt;br /&gt;Kejuaraan Tarung Bebas AA-Boxer (Kejurnas V) tahun 1996, nomor pertandingan tarung khusus petarung putra saja sebanyak tujuh kelas yang ditarungkan adalah: (1) 49 Kg ke bawah, (2) 50-54 Kg, (3) 55-59 Kg, (4) 60-64 Kg, (5) 65-69 Kg, (6) 70-74 Kg, (7) 75 Kg Ke atas. Nomor peragaan seni gerak menampilkan Ranger,  pemecahan benda keras dan beladiri praktis.&lt;br /&gt;Kejuaraan Tarung Bebas Tarung Derajat (Kejurnas VI) tahun 1998 di Bandung, nomor pertandingan tarung khusus petarung putra saja sebanyak tujuh kelas. Nomor peragaan seni gerak menampilkan rangkaian gerak (Ranger),  pemecahan benda keras dan beladiri praktis.&lt;br /&gt;Kejuaraan Tarung Bebas Tarung Derajat (Eksibisi PON XV-2000)  di Surabaya-Jawa Timur tahun 2000, nomor pertandingan tarung khusus petarung putra saja. Kelas yang ditarungkan adalah: (1) sampai dengan 49 Kg, (2) 49,1-52 Kg, (3) 52,1-55 Kg, (4) 55,1-58 Kg, (5)  58,1-61 Kg, (6) 61,1-64 Kg, (7) 64,1-67 Kg, (8) 67,1-70 Kg, (9) 70,1 Kg Ke atas. Nomor peragaan seni gerak menampilkan Ranger,  pemecahan benda keras dan Tarung antar master.&lt;br /&gt;Kejuaraan Tarung Bebas Tarung Derajat (Kejurnas VII-2002)  di Palembang Sumatera Selatan, nomor pertandingan tarung khusus petarung putra dan eksibisi Seni Gerak putra-putri. Kelas yang ditarungkan adalah sama dengan nomor waktu eksebisi PON. Nomor peragaan seni gerak menampilkan (1) Rangkaian Gerak (Ranger),  (2) Gerak Tarung (Getar), dan (3) Gerak Bertahan Menyerang (Gharang). &lt;br /&gt;Kejuaraan Tarung Bebas Tarung Derajat (Kejurnas VIII-2003)  di Bandung Jawa Barat, nomor pertandingan tarung putra dan eksibisi Tarung putri dan Seni Gerak putra-putri. Kelas yang ditarungkan untuk putra sama pada Kejurnas II. Kelas pertandingan tarung putri adalah: (1) 45 Kg ke bawah, (2) 46-50 Kg, (3) 51-55 Kg, (4) 56-60 Kg, (5)  61 Kg Ke atas. Nomor peragaan seni gerak menampilkan (1) Rangkaian Gerak (Ranger) putri,  dan (2) Gerak Tarung (Getar) putra. &lt;br /&gt;Pekan Olahraga Nasional XVI-2004 cabang Tarung Derajat di Palembang Sumatera Selatan, nomor pertandingan tarung putra resmi PON dan eksibisi seni gerak RANGER. Kelas yang ditarungkan adalah 9 (sembilan) kelas dengan merebutkan 9 medali emas, 9 medali perak, dan 18 medali perunggu. Nomor peragaan seni gerak menampilkan Ranger-Ghada dan Ranger-Ghada Derajat untuk putra, derajat II dan derajat III untuk putri.&lt;br /&gt;Kejuaraan Tarung Bebas Tarung Derajat (Kejurnas IX-2005)  di Jakarta, nomor pertandingan tarung putra, taurng putri dan seni gerak putra-putri. Tarung putra Kelas yang dipertandingkan masih tetap sembilan kelas. Tarung putri mempertandingkan; kelas sampai dengan 52 Kg, (2) 52,1-58 Kg, (3) 58,1 Kg Ke atas. Nomor peragaan seni gerak beregu 3 (tiga) orang untuk putra dan putri yang menampilkan derajat II, sedangkan seni gerak tarung (getar) hanya untuk putra berpasangan 2 (dua) orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4772052257728224771-3167886362178083498?l=kodrat-sumbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/feeds/3167886362178083498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/postingan-pak-alnedral-bab-ii.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/3167886362178083498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/3167886362178083498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/postingan-pak-alnedral-bab-ii.html' title='Postingan Pak Alnedral BAB II'/><author><name>Yon BoxeR</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/SeK8aPPDBGI/AAAAAAAAAA0/vmmBF1cj-yw/S220/BOX.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_hroyjZldCS4/Sen3vf0xE1I/AAAAAAAAAMw/rUywChRSuEQ/s72-c/pak%20al.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4772052257728224771.post-517374706655405266</id><published>2009-04-20T10:06:00.001+07:00</published><updated>2009-04-20T10:08:21.936+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petarung Sumbar Ikuti Piala Presiden'/><title type='text'>Petarung Sumbar Ikuti Piala Presiden</title><content type='html'>Minggu, 11 Januari 2009&lt;br /&gt;PADANG, METRO--Guna mencari bibit dan menambah jam terbang para petarung, Pengurus Provinsi Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Sumbar akan mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kodrat Piala Presiden 2009 di GOR Pajajaran, Bandung  23-25 Januari.&lt;br /&gt;Petarung yang akan dikirim ke Kejurnas ini, adalah atlet yang mampu berprestasi dalam  Kejurda di Solok lalu. “Petarung terbaik hasil Kejurda  akan kita kirim ke Kejurnas ini. Mudah-mudahan mereka bisa berprestasi,” ungkap Ketua Umum Pengprov Kodrat Sumbar Bahrum Yonda Djabar didampingi Wakil Ketua Umum Syahwin Nikelas, Minggu (11/1) kepada POSMETRO.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selain mengirim petarung, Kodrat Sumbar juga dipercaya PB (pengurus besar) menyertakan tiga wasit/juri untuk memimpin di Kejurnas. Tiga wasit/juri yang juga di SK-kan PB Kodrat, Gatot Muhartono SPd, Jesmi Fitriaris dan Sudirman. “Ini suatu penghargaan bagi kita ditunjuknya tiga wasit/juri dari 26 wasit/juri yang akan memimpin Kejurnas Piala Presiden di Bandung nanti,” kata Yonda yang juga anggota DPRD Sumbar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat SK Kaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Pengprov Kodrat Sumbar periode 2009-2013 telah terbentuk. Terbukti dengan keluarnya surat keputusan (SK) PB Kodrat yang ditandatangani Ketua Umum Malem Sambat Kaban, 7 Januari lalu.SK Nomor 02/SK/PB. KODRAT/TI/2009, menetapkan, H Bachrum Yonda Djabar SIP, sebagai ketua umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kader Partai Golkar itu bakal dibantu beberapa pengurus harian, di antaranya Wakil Ketua Umum Syahwin Nikelas, Ketua Harian Alnedral dan Sekretaris Umum Dede Irawan. “Jumlah kepengurusan lebih kecil dari kepengurusan lalu. Namun figur yang duduk adalah orang pilihan yang memiliki komitmen memajukan tarung derajat,” kata Yonda yang sejak lama konsisten membina olahraga tarung derajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kelangsungan organisasi, ketua umum terpilih beserta pengurus lainnya menggelar pertemuan di Sekretariat Pengprov Kodrat Sumbar Jalan Taman Siswa, Padang Baru, Kota Padang, Minggu (11/1). Dalam pertemuan itu, seluruh pengurus diminta kesediaan untuk  memajukan Kodrat Sumbar ke depan. “Target kita di antaranya mewujudkan prestasi pada PON XVIII 2012 di Pekanbaru, Riau,” pungkas Yonda.(can)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4772052257728224771-517374706655405266?l=kodrat-sumbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/feeds/517374706655405266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/petarung-sumbar-ikuti-piala-presiden.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/517374706655405266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/517374706655405266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/petarung-sumbar-ikuti-piala-presiden.html' title='Petarung Sumbar Ikuti Piala Presiden'/><author><name>Yon BoxeR</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/SeK8aPPDBGI/AAAAAAAAAA0/vmmBF1cj-yw/S220/BOX.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4772052257728224771.post-6743439682234326520</id><published>2009-04-18T18:48:00.000+07:00</published><updated>2009-04-18T18:50:21.476+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Struktur Organisasi KODRAT Sumbar'/><title type='text'>PENGURUS KODRAT SUMBAR</title><content type='html'>PENGURUS BESAR&lt;br /&gt;KELUARGA OLAHRAGA TARUNG DERAJAT&lt;br /&gt;(PB.KODRAT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SURAT KEPUTUSAN&lt;br /&gt;Nomor :02/SK/PB.KODRAT/I/2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENTANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGUKUHAN PERSONALIA PENGURUS PROVINSI &lt;br /&gt;KELUARGA OLAH RAGA TARUNG DERAJAT SUMATERA BARAT&lt;br /&gt;MASA BAKTI 2009 – 2013&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETUA UMUM PENGURUS BESAR &lt;br /&gt;KELUARGA OLAH RAGA TARUNG DERAJAT&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menimbang  :a.Bahwa berkenaan dengan telah tersusunnya personalia   Pengurus  Provinsi Keluarga Olah Raga Tarung Derajat Sumatera Barat masa bakti 2009-2013,dipandang perlu untuk pengukuhan kepengurusan tersebut.&lt;br /&gt; b.Bahwa  sehubungan dengan butir “a” tersebut diatas  dan demi tertib organisasi dan administrasi,dipandang perlu untuk menertibkan Surat Keputusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat  : 1.Keputusan Rapat Anggota KONI PUSAT Nomor:06/RA/1997,Tahun 1997.&lt;br /&gt; 2.  Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PB.KODRAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhatikan : Surat Ketua Umum Pengprov Kodrat Sumbar Nomor : 38/PP-KODRAT-SB/SK/XII/2008,Tanggal 22 Desember 2008,Perihal : Penerbitan SK.Pengprov.Kodrat Sumbar masa bakti 2009-2013,yang di ketahui oleh Ketua Umum KONI Sumatera Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMUTUSKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menetapkan  :&lt;br /&gt;Pertama                 : Mengukuhkan Personalia Pengurus Provinsi Keluarga Olahraga Tarung Derajat masa bakti 2009-2013,sebagaimana tercantum dalam surat keputusan ini.&lt;br /&gt;Kedua :Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam surat keputusan ini,akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;Katiga : Keputusan ini berlaku terhitung tanggal di tetapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Ditetapkan  : J a k a r t a&lt;br /&gt;       Pada Tanggal : 7 Januari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGURUS BESAR&lt;br /&gt;KELUARGA OLAHRAGA TARUNG DERAJAT&lt;br /&gt;(PB.KODRAT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampiran  : SK.Ketua Umum PB.KODRAT&lt;br /&gt;Nomor  : 02/SK/PB.KODRAT/I/2009&lt;br /&gt;Tanggal : 7 Januari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUSUNAN PERSONALIA PENGURUS PROVINSI &lt;br /&gt;KELUARGA OLAHRAGA TARUNG DERAJAT SUMATERA BARAT&lt;br /&gt;MASA BAKTI 2009 – 2013&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.  Pelindung      : KONI Provinsi Sumatera Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Pembina     : 1. Prof.Dr.Phil H. Yanuar Kiram&lt;br /&gt;          2. Drs.Desra Ediwar A. Tanur,MM.&lt;br /&gt;          3. Prof.Dr.Sayuti Syahara,M.S.&lt;br /&gt;          4. Ir.H.Zaenal Arifin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III.Pengurus  &lt;br /&gt;  Ketua Umum    : H.Bachrum Yonda Djabar,S.ip.&lt;br /&gt;  Wakil Ketua Umum   : Drs.H.Syahwin Nikelas&lt;br /&gt;  Ketua Harian    : Drs.H.Alnedral,M.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sekretaris Umum     : Dede Irawan&lt;br /&gt;  Wakil Sekretaris     : Jesmi Fitriaris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Bendahara     :  Drs.H.Ganefri,M.Pd&lt;br /&gt;  Wakil Bendahara    :  Junaidi Efiantoni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ketua I Bidang Organisasi dan Daerah :  Prof.Dr Eddy Marheni,M.Pd&lt;br /&gt;  Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi :  Gatot Muhartono,S.Pd&lt;br /&gt;  Ketua III Bidang Umum dan Dana :  Ismed&lt;br /&gt;  Ketua IV Bidang Litbang   :  Drs.Heryanto Sindra,M.Pd.Kons&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Bidang dibawah Koordinasi Ketua I&lt;br /&gt;  Hubungan Daerah    :  Drs.H.Khairi Yusri,MM.&lt;br /&gt;  Disiplin Kader dan Alumni  :  -     Junaidi&lt;br /&gt;- Y a z d i&lt;br /&gt;- Jhon Erinal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bidang dibawah Koordinasi Ketua II&lt;br /&gt; Komisi Teknik    :  Rozi Martoyo&lt;br /&gt; Pertandingan    :  Roni Valiant Putra,S.Sos&lt;br /&gt; Perwasitan     :  Anuar  Zamili&lt;br /&gt; Pendidikan dan Latihan   :  Mahdi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bidang dibawah Koordinasi Ketua III&lt;br /&gt; Perencanaan Anggaran Keuangan  :  Eri Rasyid&lt;br /&gt; Usaha Dana &amp; Hukum    :  Suyanto,SH.&lt;br /&gt; Sarana dan Prasarana   :  Sudirman&lt;br /&gt; Umum     :  H.Erizal,S.Pd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bidang dibawah Koordinasi Ketua IV&lt;br /&gt;  Sport Medicine &amp; Kesehatan  :  Dr.dr.H.Afriwaldi,SPok.&lt;br /&gt; Pembina Rohani    :  Drs.H.Irwan&lt;br /&gt; Humas/Media Promosi/Dokumentasi :  - Supriyono&lt;br /&gt;          - Dede Amri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGURUS BESAR&lt;br /&gt;KELUARGA OLAHRAGA TARUNG DERAJAT&lt;br /&gt;KETUA UMUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DR.H.M.S.KABAN,SE.MSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4772052257728224771-6743439682234326520?l=kodrat-sumbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/feeds/6743439682234326520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/pengurus-kodrat-sumbar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/6743439682234326520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/6743439682234326520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/pengurus-kodrat-sumbar.html' title='PENGURUS KODRAT SUMBAR'/><author><name>Yon BoxeR</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/SeK8aPPDBGI/AAAAAAAAAA0/vmmBF1cj-yw/S220/BOX.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4772052257728224771.post-1811253143645733928</id><published>2009-04-18T10:04:00.000+07:00</published><updated>2009-04-18T10:07:30.852+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Koordinator Provinsi Kodrat'/><title type='text'>KOORDINATOR PROVINSI (KODRAT)</title><content type='html'>ALAMAT SEKRETARIAT&lt;br /&gt;PENGURUS BESAR KELUARGA OLAHRAGA TARUNG DERAJAT&lt;br /&gt;(PB. KODRAT) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung Manggala Wanabakti Blok IV Lt 7 Ruang 701&lt;br /&gt;Jl. Gatot Subroto, Jakarta Pusat&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;KOORDINATOR PROVINSI&lt;br /&gt;KELUARGA OLAHRAGA TARUNG DERAJAT (KODRAT)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;   1.  Koordinator Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yanyan Rahmat, S.Sos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;081360826655&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08126942491&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Koordinator Provinsi Sumatera Utara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Jamil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;081361773364&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Koordinator Provinsi Sumatera Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drs. H. Alnedral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08126611948&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   4. Koordinator Provinsi Riau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subiantoro, S.Sos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08153720214&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   5. Koordinator Provinsi Kepulauan Riau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aep&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08192632865&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   6. Koordinator Provinsi Jambi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drs. Engkos Kosasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08127820025&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   7. Koordinator Provinsi Sumatera Selatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;081377677345&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   8. Koordinator Provinsi Bengkulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drs. Chairul, M.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;081367772644&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   9. Koordinator Provinsi Lampung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yopi Emeraldi, ST.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0816414103&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  10. Koordinator Provinsi Banten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rendra W, S.Sos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0817750353&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  11. Koordinator Provinsi DKI Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jhono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08161308447&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  12. Koordinator Provinsi Jabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ir. Boyke Permadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;081321245557&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  13. Koordinator Provinsi Jawa Tengah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drs. Heru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;081321800100&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  14. Koordinator Provinsi DI Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dedih Rusnadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0818264705&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  15. Koordinator Provinsi Jawa Timur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cecep Priatna Kusumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08563012535&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  16. Koordinator Provinsi Kalimantan Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dedi Indarto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0816298769&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  17. Koordinator Provinsi Kalimantan Timur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar Sukmara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;081394701887&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  18. Koordinator Provinsi Bali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K.U. Wirasatya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0816298769&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  19. Koordinator Provinsi Nusa Tenggara Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08123738830&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://tarungderajat-aaboxer.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4772052257728224771-1811253143645733928?l=kodrat-sumbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/feeds/1811253143645733928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/koordinator-provinsi-kodrat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/1811253143645733928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/1811253143645733928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/koordinator-provinsi-kodrat.html' title='KOORDINATOR PROVINSI (KODRAT)'/><author><name>Yon BoxeR</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/SeK8aPPDBGI/AAAAAAAAAA0/vmmBF1cj-yw/S220/BOX.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4772052257728224771.post-2967874712801407779</id><published>2009-04-18T09:51:00.001+07:00</published><updated>2011-10-30T22:02:23.942+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filosofi Perguruan'/><title type='text'>Filosofi Tarung Derajat</title><content type='html'>DEFINISI :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarung Derajat itu adalah Ilmu Olahraga Seni Pembelaan Diri yang memanfaatkan senyawa daya gerak Otot, Otak serta Nurani.  Didalam proses pembelajaran dan pemberlatihan gerak seluruh anggota tubuh beserta bagian bagian penting lainnya untuk memiliki dan menerapkan 5 (lima) unsur daya moral, yaitu : Kekuatan – Kecepatan – Ketepatan – Keberanian dan Keuletan pada Sistem Teknik – Taktik dan Strategi Ketahanan dan pertahanan diri yang dinamis dan agresif dalam bentuk Pukulan, Tendangan, Bantingan dan Kuncian, serta mampu digunakan secara Praktis dan Efektif terutama pada upaya Pembelaan Diri .&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;HAKEKAT TARUNG DERAJAT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarung Derajat itu adalah Ilmu Olahraga Seni Pembelaan Diri yang memanfaatkan Senyawa Daya Gerak Otot, Otak serta Nurani secara Realistis dan Rasional, didalam proses pembelajaran dan pemberlatihan gerakan-gerakan seluruh anggota dan organ tubuh serta bagian-bagian penting lainnnya, dalam rangka memiliki dan menerapkan 5 (lima) unsur daya moral, antara lain yaitu : Kekuatan – Kecepatan – Ketepatan – Keberanian dan Keuletan, yang melekat dengan Dinamis dan Agresif dalam suatu Sistem Ketahanan / Pertahanan diri serta Pola Teknik, Taktik dan Strategi Bertahan menyerang yang Praktis dan Efektif bagi suatu Pembelaan Diri.  Untuk digunakan terutama pada upaya Pemeliharaan Keselamatan, Kesehatan dan Kesempatan Hidup sebagai Manusia yang berhakekat, seperti mampu menghindari dan menjauhkan sikap hidup permusuhan dan kesombongan, pencegahan dan pemulihan penyakit fisik dan mental, serta mampu mensyukuri kehidupan dan berbuat amal kebaikan bermanfaat bagi kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyawa Daya Gerak Otot, Otak serta Nurani di atas tadi berasal dan diperoleh dari proses Fikiran Rasa dan Keyakinan atas dan tentang berbagai macam sifat, motif dan bentuk serta cara datang kemudian menerima dan menyikapi serta menjawab peristiwa-peristiwa terjadinya suatu kejadian hidup yang dialami dan teralami sendiri di dalam menjalani kehidupan sehari-hari sesuai dengan bidang garapan hidup yang ditekuni secara Realistis dan Rasional pada setiap tatanan ruang lingkup, tataran dan tingkatan kehidupan yang diganti selaras dengan adab-adabnya dalam rangka berinteraksi hidup keluarga, masyarakat, hingga bernegara dan berketuhanan YME.  Pengalaman tersebut bergulir secara alamiah dari waktu ke waktu sejak masa kecil bergerak sepanjang hayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian dari suatu proses pengalaman hidup tersebut ditata dalam bentuk paduan imajinasi yang sarat dengan hasrat perjuangan dan kerja keras untuk merubah nasib, tertata dalam bentuk paduan kreativitas.  Paduan imajinasi menyatu dengan paduan kreativitas melahirkan suatu tindakan hidup yang praktis dan efektif.  Dan tindakan moral yang dilakukan dengan konsisten pada setiap menghadapi tantangan dan tuntutan hidup, merefleksi dalam paduan Keberanian Moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRINSIP TARUNG DERAJAT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JADIKANLAH DIRIMU OLEH DIRI SENDIRI !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENJADI PRINSIP PELATIHAN TARUNG DERAJAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan imajinasi, kreativitas dan keberanian moralnya, sosok pribadi anak bangsa bernama Achmad Dradjat membina diri, menempa fisik dan mental, menjawab tantangan dan memenuhi tuntutan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serta membentuk jati diri sendiri secara mandiri dan tersendiri.  Hal ini ditandai dengan menerapkannya nama julukan dengan panggilan AA BOXER.  Nama panggilan AA BOXER melekat pada Achmad Dradjat setelah dirinya mampu dan berhasil menciptakan dan menerapkan suatu cara Pembelaan Diri karya ciptanya pada kehidupan sehari-hari dimana diperlukan dan penting melakukan suatu pembelaan diri demi memelihara diri dan membela kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.tarungderajat-aaboxer.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4772052257728224771-2967874712801407779?l=kodrat-sumbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/feeds/2967874712801407779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/filosofi-tarung-derajat.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/2967874712801407779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/2967874712801407779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/filosofi-tarung-derajat.html' title='Filosofi Tarung Derajat'/><author><name>Yon BoxeR</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/SeK8aPPDBGI/AAAAAAAAAA0/vmmBF1cj-yw/S220/BOX.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4772052257728224771.post-5056467342732707032</id><published>2009-04-17T17:01:00.000+07:00</published><updated>2009-04-17T17:04:04.819+07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Dengan Sumbar..?</title><content type='html'>Akhir-akhir ini Para Petarung Sumbar kurang menyumbangkan Medali.!Kenapa bisa demikian...?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jabar Juara Umum Piala Presiden 2009&lt;br /&gt;Berikut adalah kutipan dari koran PR:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PR,BANDUNG, (PRLM).- Kontingen Jawa Barat berhasil mempertahankan Piala Presiden RI, setelah menjadi juara umum kejuaraan nasional Tarung Derajat 2009, di GOR Pajajaran, Bandung, Minggu (25/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabar mengumpulkan 5 emas, 1 perak, 1 perunggu. Posisi kedua ditempati Riau dengan 2 emas, 2 perak, 2 perunggu disusul Kalimantan Barat dengan 2 emas 1 perak, 3 perunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima emas Jabar disumbangkan Agus Firmansyah (tarung putra kelas 49,1 kg), Eka (64,1 kg), Tina Nengsih (tarung putri 46,1 kg), Mini Rohaeni (54,1 kg) serta nomor gerak tarung putra atas nama Imanda Dwi/Mochamad Zam Zam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Piala Presiden RI diserahkan Ketua KONI Pusat Rita Subowo kepada Manajer Jabar, Yadi Sri Mulyadi sekaligus menutup kejurnas. Menurut Yadi, hasil tersebut telah sesuai dengan target Jabar, walaupun dari segi medali meleset dua emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Kejurnas Tarung Derajat di Jakarta empat tahun lalu, Jabar menjadi juara umum dengan tujuh emas. Sementara, pada PON Kaltim Jabar menyabet empat emas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4772052257728224771-5056467342732707032?l=kodrat-sumbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/feeds/5056467342732707032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/bagaimana-dengan-sumbar.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/5056467342732707032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/5056467342732707032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/bagaimana-dengan-sumbar.html' title='Bagaimana Dengan Sumbar..?'/><author><name>Yon BoxeR</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/SeK8aPPDBGI/AAAAAAAAAA0/vmmBF1cj-yw/S220/BOX.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4772052257728224771.post-4340781630438817825</id><published>2009-04-17T16:56:00.000+07:00</published><updated>2009-04-17T17:00:56.301+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='data Kejurnas Tarung Derajat'/><title type='text'>Data Base Kejuaraan Nasional Tarung Derajat</title><content type='html'>1. KEJURNAS I – 1988 / AA BOXER CUP I – 1998&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertempat di Bandung, Jumlah peserta 36 Petarung dari 4 daerah Provinsi : Jawa Barat, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Bali.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;   2. KEJURNAS II – 1990 / AA BOXER CUP II – 1990&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertempat di Bandung, Jumlah peserta 48 Petarung dari 5 daerah Provinsi : Jawa Barat, jawa Timur, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. KEJURNAS III – 1992 / AA BOXER CUP III – 1992&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertempat di Bandung, Jumlah peserta 59 Petarung dari 8 daerah Provinsi : Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Bali, Kalimantan Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   4. KEJURNAS IV – 1995 / AA BOXER CUP IV – 1995&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertempat di Bandung, Jumlah peserta 200 Petarung dari 14 daerah Provinsi : Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Bali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Informasi : Setelah Kejurnas IV – 1995 / AA BOXER CUP IV – 1995, terus diadakan pembenahan seleksi peserta kejuaraan berikutnya, baik seleksi tekhnik, kesehatan maupun administrasi, sehingga terjadi penurunan jumlah peserta pada kejurnas-kejurnas berikutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   5. KEJURNAS V – 1996 / AA BOXER CUP V – 1996&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertempat di Bandung, Jumlah peserta 130 Petarung dari 14 daerah Provinsi : Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Bali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   6. KEJURNAS VI – 1996 / AA BOXER CUP VI – 1996&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertempat di Bandung, Jumlah peserta 126 Petarung dari 14 daerah Provinsi : Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Bali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   7. KEJURNAS VII – 2000 / EKSIBISI PON XV – 2000 JAWA TIMUR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertempat di Sidoarjo – Jawa Timur pada Tanggal 27 – 28 Juni 2000, Jumlah peserta 105 Petarung dari 14 daerah Provinsi : Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   8. KEJURNAS VIII – 2002 PALEMBANG, SUMATERA SELATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertempat di Palembang, Tanggal 26 – 27 Oktober 2002, Jumlah peserta 130 Petarung dari 16 daerah Provinsi : Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   9. KEJURNAS IX – 2003 / PRA-PON XVI – 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertempat di Bandung, Tanggal 27 – 28 Desember 2003, Jumlah peserta 130 Petarung dari 18 Provinsi : NAD, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  10. PON XVI – 2004 SUMATERA SELATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digelar di Hall Unsri Bukit Besar, Palembang, Sumatera Selatan, Bulan September 2004, Jumlah peserta 81 Petarung dari 18 Provinsi : NAD, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  11. KEJURNAS TARUNG DERAJAT X – 2005 – BANK NISP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertempat di Jakarta, Tanggal 16 – 18 Desember 2005, Jumlah Peserta 227 orang dari 19 daerah Provinsi : NAD, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepri, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  12. KEJURNAS TARUNG DERAJAT PIALA PRESIDEN R.I. TAHUN 2006 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertempat di Istora Senayan Jakarta, Tanggal 1 – 3 Desember 2006, Jumlah Peserta 263 Atlet Petarung dan Seni Gerak, dari 22 daerah Provinsi : NAD, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepri, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Bali, Maluku, Papua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  13. KEJUARAAN TARUNG DERAJAT PRA-PON XVII – KALTIM 2008 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertempat di Bandung, Tanggal 3 – 5 Agustus 2007, Jumlah Peserta 227 Atlet Petarung dan Seni gerak, dari 18 daerah Provinsi : NAD, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepri, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kutip Dari Situs : http://kumpulantarungderajat.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4772052257728224771-4340781630438817825?l=kodrat-sumbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/feeds/4340781630438817825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/data-base-kejuaraan-nasional-tarung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/4340781630438817825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/4340781630438817825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/data-base-kejuaraan-nasional-tarung.html' title='Data Base Kejuaraan Nasional Tarung Derajat'/><author><name>Yon BoxeR</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/SeK8aPPDBGI/AAAAAAAAAA0/vmmBF1cj-yw/S220/BOX.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4772052257728224771.post-6828206303941869422</id><published>2009-04-17T16:12:00.000+07:00</published><updated>2009-04-18T23:33:50.716+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Piala Presiden'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kejuaraan Nasional Tarung Derajat 2009'/><title type='text'>Kejuaraan Nasional Tarung Derajat 2009,Piala Presiden</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://lh6.ggpht.com/_hroyjZldCS4/SehN8IZpeqI/AAAAAAAAAKE/1crEsQ76ZtQ/pembukaan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://lh6.ggpht.com/_hroyjZldCS4/SehN8IZpeqI/AAAAAAAAAKE/1crEsQ76ZtQ/pembukaan.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;BOX!!!!... Kejuaraan ini digelar di GOR Padjajaran Bandung pada tanggal 23-25 Januari 2009. Kejuaraan ini di buka oleh Ketua Umum PB Kodrat, Menteri Kehutanan MS Kaban, dan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga ,Adhyaksa Dault dan Walikota Bandung, Dada Rosada. Acara pembukaan dimeriahkan oleh demo gerakan jurus. Berikut adalah kutipan dari koran KOMPAS&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;BANDUNG, KOMPAS--Dalam kapasitas sebagai Ketua Umum PB Kodrat, Menteri Kehutanan MS Kaban membuka kejuaraan nasional tarung derajat yang digelar di GOR Pajajaran, Bandung, Jumat (3/5) - Minggu (5/5). Kejurnas ini sekaligus merupakan babak kualifikasi tarung derajat untuk PON XVII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejurnas diikuti 271 atlet dari 18 daerah di Indonesia. Mereka akan bersaing dalam tiga nomor pertandingan yang masih dibagi lagi dalam belasan kelas. Kaban mengatakan, dalam waktu dekat PB Kodrat akan menyebarluaskan olahraga tarung derajat ke negara-negara tetangga. "Kita harus bangga karena tarung derajat merupakan beladiri asli negara kita," kata Kaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ujar Kaban, PB Kodrat akan lebih menyebarluaskan tarung derajat di dalam negeri dengan cara memopulerkannya di sekolah-sekolah. "Kita akan mengimprovisasi olahraga tarung derajat lebih menarik bagi anak-anak dan perempuan," ujar Kaban. (LSD) Menjelang sore, Kejuaraan ini dihadiri oleh Wagub Jabar ,Dede Yusuf sebagai bentuk support yang baik bagi Tarung Derajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertandingan berlangsung seru, setiap atlet berjuang dengan gigih untuk meraih kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kutip Dari Situs : http://tarungderajatkombat.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4772052257728224771-6828206303941869422?l=kodrat-sumbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/feeds/6828206303941869422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/kejuaraan-nasional-tarung-derajat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/6828206303941869422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/6828206303941869422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/kejuaraan-nasional-tarung-derajat.html' title='Kejuaraan Nasional Tarung Derajat 2009,Piala Presiden'/><author><name>Yon BoxeR</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/SeK8aPPDBGI/AAAAAAAAAA0/vmmBF1cj-yw/S220/BOX.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/_hroyjZldCS4/SehN8IZpeqI/AAAAAAAAAKE/1crEsQ76ZtQ/s72-c/pembukaan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4772052257728224771.post-5339535860654180500</id><published>2009-04-17T14:28:00.000+07:00</published><updated>2009-04-18T23:12:41.770+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mengenal Tarung Derajat'/><title type='text'>Mengenal Tarung Derajat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://lh3.ggpht.com/_hroyjZldCS4/SeNYdZa-RkI/AAAAAAAAAC4/VpmWq5kOAdQ/muantabzZZ.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 328px; height: 500px;" src="http://lh3.ggpht.com/_hroyjZldCS4/SeNYdZa-RkI/AAAAAAAAAC4/VpmWq5kOAdQ/muantabzZZ.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TARUNG DERAJAT itu Seni Ilmu Olah Raga Bela Diri yang memiliki ciri khas dan kemandirian tersendiri, seperti Sistem Pembelaan Diri Reaksi Cepat yang Praktis dan Efektif dengan gerak anggota tubuh yang Realistis dan Rasional. Hal itu adalah, Logika dan Tindakan Moral yang memanfaatkan senyawa daya gerak Otot, Otak serta Nurani untuk digunakan terutama pada upaya Pemeliharaan Keselamatan dan Kesehatan hidup, seperti Menghindari dan mempertahankan diri dari segala bentuk tindak kekerasan yang merusak derajat moral kemanusiaan dan Menghormati persamaan hak dan kewajiban dalam pergaulan umum dimanapun berada, serta Pencegahan dan Pemulihan penyakit fisik dan mental yang menumbuhkan kerusakan pada tatanan kehidupan, misalnya: Persaingan hidup dan Keserakahan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Senyawa daya gerak Otot, Otak serta Nurani tersebut berasal dan diperoleh antara lain, yaitu dari: Didikan Akhlak budipekerti dan Ajaran Agama yang diterapkan oleh kedua orang tua dan tertanam serta terpelihara secara berdisiplin sejak masa kecil, dari gerak reflek anggota tubuh dan bagian penting lainnya yang alami sebagai bagian dari kelengkapan hidup bawaan lahir yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana kepada setiap mahluk hidup ciptaannya yaitu suatu kemampuan gerak alami mempertahankan diri untuk bertahan hidup dari sesuatu bahaya yang mengancam kehidupannya, antara lain: Naluri, Insting dan Garisah, serta dari hasil terapan Pengalaman Hidup lainnya yang menjadi magnit dan pendorong yang kuat untuk membangun sendiri secara mandiri suatu cara mempertahankan dan menahan diri yang tersendiri dan bermanfaat dalam penyelenggaraan KEHIDUPAN selaras dengan Kodratnya. Sebelum senyawa daya gerak Otot, Otak serta Nurani melekat pada seluruh Anggota Tubuh beserta bagian-bagiannya dan dijadikan sebagai alat untuk Pembelaan Diri, haruslah difikirkan, dirasakan dan diyakini akan keamanan dan keampuhannya. Untuk menjamin hal itu senyawa daya gerak Otot, Otak serta Nurani tersebut harus melalui serangkaian Proses Uji tentang Daya Serang dan Daya Tahan , Sifat Fisik dan Sikap Mental serta Khasiat dan Manfaatnya, sehingga dapat ditentukan bentuk Teknik, Taktik dan Strategi Mempertahankan dan Menahan Diri yang paling patut dan sangat pantas untuk diciptakan secara khusus dan diterapkan melalui cara yang tersendiri dalam arena kehidupan sehari-hari untuk ditumbuh kembangkan serta diorganisir dengan pola hidup yang mandiri dan alamiah. Pada penciptaan dan penerapan selalu dilakukan penelitian dan ketelitian mutu teknik, taktik dan strategi untuk menjamin agar alat pembelaan diri dapat dikuasai dengan mutu terjamin dan dapat digunakan sesuai dengan derajat kebutuhan dan peruntukannya..Fikiran, Rasa dan Keyakinan tentang Hikmah yang terkandung dibalik terjadinya kejadian – kejadian hidup yang mengguncang perasaan batin&lt;br /&gt;TARUNG DERAJAT (TARUNG DRADJAT), adalah Logika dan Tindakan Moral yang memanfaatkan Senyawa Daya Gerak Otot - Otak serta Nurani untuk digunakan terutama pada upaya PEMBELAAN DIRI yaitu Pemeliharaan Keselamatan dan Kesehatan Hidup, seperti Pencegahan dan Pemulihan Penyakit fisik dan Mental serta mempertahankan dan menahan diri demi tegaknya kehidupan yang bermartabat.&lt;br /&gt;Senyawa Daya Gerak Otot - Otak serta Nurani tersebut berasal dan diperoleh dari: Didikan Akhlak Budipekerti dan Ajaran Agama yang diterapkan oleh kedua Orang tua dan melekat secara terpelihara sejak masa kecil, dari Reflek Gerak Tubuh alami sebagai bagian dari kelengkapan hidup yang di Anugerahkan Tuhan Yang Maha Esa kepada setiap mahluk hidup ciptaannya, antara lain: Naluri, Insting, dan Garisah, serta hasil dari terapan Pengalaman hidup sendiri.&lt;br /&gt;Sebelum senyawa diserap dan meresap serta melekat pada setiap gerak anggota tubuh kemudian digunakan sebagai Alat untuk Perlindungan diri, haruslah di Fikirkan, di Rasakan dan di Yakini akan Keamanan dan Kemanfaatannya, untuk menjamin hal itu Senyawa Daya Gerak Otot - Otak serta Nurani, harus melalui rangkaian Proses UJI, tentang: Khasiat, Daya Tahan dan Serang, serta Sifat Fisik dan Sikap Mentalnya, sehingga dapat dibangun bentuk dari pada Sistem Pembelaan Diri yang paling Realistis dan Rasional serta sangat Praktis dan Efektif untuk menyikapi dan menjawab kejadian dan tantangan hidup yang merusak harkat martabat atau derajat kemanusiaan dan tatanan kehidupannya.&lt;br /&gt;Berbagai macam cara, upaya dan pengorbanan dilakukan didalam membangun system teknik, taktik dan strategi pertahanan dan ketahanan diri ini, perjuangan hidup tersebut terkordinasi dalam tahapan proses pembelajaran dan pemberlatihan olah gerak anggota badan beserta bagian-bagian pentingnya, seperti: bagian kepala, tangan, kaki dan perangkat tubuh lainnya dalam bentuk gerakan yang sesuai dengan fungsi dari pada anggota tubuh tersebut, misalnya Pukulan , Tendangan , Hindaran , Tangkisan , Bantingan dan Kuncian serta gerak tubuh lainnya yang terkait dalam kepentingan gerakan beladiri. Pada penerapannya yang dipraktekan langsung dalam kehidupan sehari-hari dimana diperlukan dan butuh berkelahi guna menyelamatkan kelangsungan hidup, menegakkan kehormatan dan membela kemanusiaan serta sambil menguji kemampuan hasil belajar dan berlatih diri sendiri. Dan sesungguhnya kebiasaan berkelahi tersebut menjadi bagian dari proses penempaan fisik dan mental yang sangat memiliki pengaruh pada pembentukan jati diri seni Pembelaan Diri ini dari perkelahian jalanan ini pula kemudian dikenal istilah TARUNG BEBAS yang kemudian menjadi salah satu cirri khas dari Seni Ilmu Olah Raga Bela Diri ini.&lt;br /&gt;“TARUNG DERAJAT.yaitu : “ Ilmu Olah Raga Seni Beladiri yang memanfaatkan Senyawa daya gerak Otot – Otak serta Nurani didalam Pembelajaran dan Pemberlatihan Gerak seluruh anggota tubuh beserta bagian-bagian pentingnya, antara lain Kepala, Tangan, Kaki dengan segala keinderaannya didalam lingkup Proses penempaan fisik dan Mental dalam rangka menguasai dan menerapkan 5 unsur Daya Gerak Moral, yakni: Kekuatan-Kecepatan-Ketepatan-Keberanian dan Keuletan, dalam Teknik, Taktik dan Strategi Mempertahankan dan Menahan Diri yang Agresif dan Dinamis pada bentuk Pukulan, Tendangan, Hindaran, Kibasan, Bantingan, Kuncian serta gerak Bertahan Menyerang lainya yang Praktis dan Efektif, bagi suatu Pembelaan Diri yang Realistis dan Rasional “. Pada proses pembentukan dan penerapan selalu dilakukan pengkajian Derajat teknik, taktik dan strategi pertahanan dan ketahanan diri untuk menjamin agar Sistem Pembelaan Diri&lt;br /&gt;terserap dan melekat pada anggota tubuh dengan Derajat terjamin serta dapat digunakan dalam arena Kehidupan sehari-hari sesuai dengan peruntukan dan kepentingannya.&lt;br /&gt;Tarung Derajat dilahirkan di Bumi Persada Indonesia tercinta di kota Bandung Jawa Barat pada tanggal 18 Juli 1972, yang ditandai dengan Ikrar pendirian Perguruan Pusat Tarung Derajat oleh Sang pendiri tunggalnya, yaitu Pencipta Tarung Derajat bernama : ACHMAD DRADJAT yang akrab dipanggil dengan nama sebutan “AA BOXER”. Nama sebutan tersebut diterapkan dan terpatri pada Sang Guru Achmad Dradjat untuk menandai dirinya sendiri yang telah mampu dan berhasil meraih tahapan awal dari suatu proses Perjuangan panjang, antara lain: Melakukan perlawanan diri terhadap suatu Tindak Kekerasan Fisik yang mengancam Keselamatan dan kesehatan hidupnya, tindak perlawanan tersebut dilakukan dengan kemampuan fisik yang terbangun dan dibangun dari hasil proses Renungan dan Pelatihan diri .&lt;br /&gt;KEHIDUPAN pada Hakekatnya, adalah merupakan Interaksi antara Manusia dengan Alam semesta, Manusia dengan Lingkungannya, Manusia dengan Manusia lainnya, Manusia dengan Dirinya sendiri, serta Manusia dengan Tuhannya.&lt;br /&gt;Selaras dan sejalan dengan Hal-hal diatas tadi, adalah sosok Guru Achmad Dradjat seorang putra bangsa Indonesia yang akrab dengan nama panggilan AA BOXER. Sejak usia remaja 13 tahun Berjuang Diri mencari dan menggali sendiri secara mandiri, untuk memiliki dan menguasai Sesuatu Hal yang Khas dan tersendiri, guna Menyelamatkan dan Menyehatkan Kelangsungan Hidupnya.&lt;br /&gt;Kehidupan masa kecil Sang Guru Achmad Dradjat yang mempunyai postur tubuh Lebih Pendek dan kurus bila dibanding dan ditandingkan dengan anak-anak sebayanya yang berumur rata-rata sama, kelebihan badan luarnya itu terimbangi dengan sifat dan sikap bawaan hidup yang Berani dan Ulet serta selalu Realistis dan Rasional dalam Berkehidupan. Hidup dan dibesarkan disuatu tempat tinggal yang peri kehidupan masyarakatnya sangat keras dan heteorogin,&lt;br /&gt;Terimbangi yang lebih itu adalah Suatu Ilmu Olah Raga Seni Bela Diri, yang dinamakan “ TARUNG DERAJAT “. memanfaatkan senyawa daya gerak Otot, Otak serta Nurani untuk digunakan terutama pada upaya menguasai dan menerapkan 5 (Lima) Unsur Daya Gerak Moral , antaralain : Kekuatan, Kecepatan, Ketepatan, Keberanian dan Keuletan, pada Sistem Mempertahankan dan Menahan Diri&lt;br /&gt;Bermacam cara , upaya dan pengorbanan dilakukan dalam kesendirian oleh Achmad Dradjat dan secara mandiri serta tersendiri pula mencari dan menggali suatu cara , tempat dan sarana , prasarana lainnya yang Praktis dan Efektif untuk suatu Penempaan diri , hal itu dikerjakan sejalan dengan penyelenggaraan hidup sehari-hari ditengah kerasnya Kehidupan yang ditapakinya dari saat ke saat semasih hidup pada masanya , seiring dengan bergulirnya sang waktu Perjuangan hidup pribadi Achmad Dradjat yang syarat mengalami berbagai Tindak Kekerasan dan diwarnai bermacam Perkelahian fisik dan mental yang menguras Tenaga ,fikiran dan Perasaan yang terjadi secara alami maupun terprogram baik yang disebut perkelahian jalanan maupun ditempat-tempat umum lainnya saat berlatih Beladiri lainnya pada upaya uji banding dan tanding dengan cara bela diri yang sedang dibangunnya.: “ ILMU OLAH RAGA SENI BELA DIRI “ ( Ilmu adalah Pengetahuan, Kepandaian atau Keterampilan - Olah adalah Mengolah, Menggodok atau Menempa dan Raga adalah badan dengan seluruh perangkatnya atau wadah dari jiwa - Seni adalah Kesanggupan akal fikiran untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi dan bermanfaat atau Karya yang diciptakan dengan Kemampuan luar biasa – Bela adalah Membela, Menjaga, Merawat, Menahan, Memelihara dan Diri adalah Sendiri, orang yang terpisah dengan orang lain atau Pribadi yang Mandiri).&lt;br /&gt;Pada Proses Pembentukan dan Pembangunan System serta Pola dan Penerapan Teknik, Taktik dan strategi Ilmu Olah Raga Seni Bela Diri tersebut, setiap saat selalu dilakukan Pengujian dan Pengkajian Derajat kemampuannya secara terus menerus dan bertahap untuk menjamin, agar CARA Mempertahankan dan Menahan Diri ini dapat dikuasai dengan baik dan terjamin Keamanan dan Keampuhannya serta dapat dipakai sesuai dengan peruntukan dan kepentingan didalam memangku Kehidupan diatas muka bumi selaras dengan Kodrat Nya.&lt;br /&gt;Sejalan dengan Perjuangan Hidup yang dilakukan Sosok diri Achmad Dradjat yang Konsisten dan Konsekwen dengan segala resiko Perjuanganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari http://tarungderajat-aaboxer.com &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4772052257728224771-5339535860654180500?l=kodrat-sumbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/feeds/5339535860654180500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/mengenal-tarung-derajat_17.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/5339535860654180500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/5339535860654180500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/mengenal-tarung-derajat_17.html' title='Mengenal Tarung Derajat'/><author><name>Yon BoxeR</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/SeK8aPPDBGI/AAAAAAAAAA0/vmmBF1cj-yw/S220/BOX.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_hroyjZldCS4/SeNYdZa-RkI/AAAAAAAAAC4/VpmWq5kOAdQ/s72-c/muantabzZZ.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4772052257728224771.post-5970450074606028297</id><published>2009-04-17T14:18:00.000+07:00</published><updated>2009-04-18T23:15:34.308+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sang Guru Utama'/><title type='text'>Sejarah Berdirinya Tarung DeraJaT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://lh3.ggpht.com/_hroyjZldCS4/SehKAKhaoGI/AAAAAAAAAJ8/0BKi4FGrWDo/kluarga%20guru.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://lh3.ggpht.com/_hroyjZldCS4/SehKAKhaoGI/AAAAAAAAAJ8/0BKi4FGrWDo/kluarga%20guru.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;AKu Ramah Bukan Berarti Takut&lt;br /&gt;Aku Tunduk Bukan Berarti Takluk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BOX ....!!Salam persaudaraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni Ilmu Olah Raga Bela Diri TARUNG DERAJAT dideklarasikan kelahirannya dibumi persada Indonesia tercinta, di Bandung 18 Juli 1972 oleh peciptanya seorang putra bangsa yaitu Guru Haji Achmad Dradjat yang memiliki nama julukan dengan panggilan Aa Boxer. Nama panggilan Aa Boxer diterapkan dan melekat pada diri Achmad Dradjat, setelah dirinya mampu dan berhasil menggunakan dan menerapkannya Seni Pembelaan Diri karya ciptanya didalam berbagai bentuk perkelahian, dimana butuh dan harus BERKELAHI atau BERTARUNG dalam rangka BERJUANG untuk mempertahankan kelangsungan hidup, menegakan kehormatan dan membela kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari selaras dengan kodrat hidupnyanya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;  Jadi sebenarnya keberadaan Tarung Derajat itu adalah identik dengan perjalanan &amp; perjuangan G.H.Achmad Dradjat yang juga dikenal dengan julukan Aa Boxer dan kini bergelar “SANG GURU TARUNG DERAJAT”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan &amp; Perjuangan hidup Achmad Dradjat dimulai sejak kelahirannya diatas muka bumi ini, Sang Guru Tarung Derajat dilahirkan di Garut 18 Juli 1951 dari pasangan Bapak dan Ibu H.Adang Latif dan Hj.Mintarsih dalam suasana sedang terjadi pertempuran melawan Gerombolan pemberontak yang dikenal dengan sebutan kelompok Darul Islam (D.I), dalam penyerangan tersebut kedua orang tua Achmad Dradjat sebagai Aktivis Pejuang Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang setelah pasca Keemerdekaan menjadi anggota Polisi Istimewa, menjadi salah satu sasaran operasi dari penyerangan Gerombolan tersebut. Berkat kebesaran dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa dapat selamat dari peristiwa itu dan saat itulah Sang Guru lahir dalam keadaan sehat, ditengah kejaran para pemberontak. Peristiwa tersebut telah mengilhami kedua oranng tua Sang Guru memberikan nama DARAJAT (DRADJAT / DERAJAT), yang berarti Berkat yaitu suatu Rahmat karunia Tuhan Yang Maha Esa yang membawa atau mendatangkan kebaikan pada kehidupan manusia, seperti keselamatan dan kesehatan hidup atau kesejahteraan hidup atau juga sebagai harkat dan martabat hidup manusia. Sejalan dan seiring dengan nilai-nilai riwayat Perjalanan &amp; Perjuangan hidup yang dilakukan Sang Guru Achmad Dradjat alias Aa Boxer dalam menciptakan dan melahirkan Ilmu Bela Diri secara Alami, Mandiri, dan Tersendiri serta kejadian-kejadian hidup yang terjadi selalu dinikmati dengan totalitas berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan tindakan-tindakan yang Realistis dan Rasional, dari hasil perjuangan hidup PRIBADI seperti itu, mencuat sebuah nama untuk diterapkan pada Seni Ilmu Olah Raga Bela Diri Karya Ciptanya, yaitu : “TARUNG DERAJAT.” (Tarung, Bertarung adalah Berjuang dan Derajat adalah Harkat martabat kemanusiaan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia balita Achmad Dradjat pindah ke Bandung mengikuti perjalanan dinas kedua orang tuanya, tinggal di kawasan Tegallega suatu daerah yang keras dan berpenduduk sangat heteorogin dengan segala perilaku hidupnya yang dinamis. Situasi dan kondisi seperti itu sangat ditunjang dengan keberadaan sebuah lapangan sangat luas yang beraktivitas hampir 24 jam , berbagai macam bentuk kegiatan hidup terjadi dilapangan tersebut, seperti: berbagai kegiatan olah raga, perkealahian masal antar kelompok pemuda remaja, pemerasan, perampokan perjudian, pelacuran, dlsb yang berbau kriminalitas dan kemaksiatan serta dalam waktu-waktu tertentu bisa dan biasa juga dipakai untuk kegiatan kemasyarakatan lainnya oleh seluruh kalangan masyarakat Bandung khususnya dan apabila sesuatu tindak kekerasan terjadi, tidak jarang masyarakat setempat yang berperilaku hidup baik-baik kerap menjadi korban tindak kekerasan, kejadian tindak kekerasan tersebut tidak terkecuali sering juga dialami oleh sosok remaja Achmad Dradjat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Achmad Dradjat yang sejak masa anak-anak mempunyai postur tubuh lebih kecil dibanding dengan sesama anak lainnya dan sangat menggemari olah raga keras, seperti sepak bola dan beladiri, selain itu dirinya yang berkarakter berani dan ulet, menjadikan hidup dan dibesarkan dilingkungan seperti itu memiliki arti dan tantangan yang tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbekal didikan Akhlak Budi pekerti dan Ajaran Agama yang diterapkan kedua orang tua dan tertanam serta terpelihara secara ketat dan berdisiplin sejak masa kecil. Aa, demikian dipanggil dalam lingkungan keluarganya (Aa adalah suatu panggilan dalam bahasa daerah sunda bagi anak laki yang tertua atau yang dituakan) mulai memasuki lingkungan yang keras, bermacam cara datang dan terjadi perekelahian antar kelompok maupun perorangan, pemerasan serta berbagai bentuk tindak kekerasan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lingkungan demikian sifat pemberani dan keinginan menolong teman yang dimilikinya, seringkali membuat Aa mengalami berbagai tindak kekerasan, perklelahian demi perkelahian harus ia lalui walau lebih sering kalah dari pada menangnya, dengan segala keuletan yang didasari oleh hasil didikan Akhlak dan ajaran Agama yang terus melekat, dirinya mampu meng hadapi dan mengatasi berbagai rintangan hidup setahap demi setahap secara pasti, hingga pada usia 13 tahun tindak kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda remaja dan manusia lain yang tidak bermoral dan tidak bertanggung jawab nyaris merenggut jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak, peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan yang dialaminya itu terjadi ditengah keramaian orang-orang yang hanya bisa menjadi penonton dan sebagian lainya hanya mampu menjadi penganiaya, dalam keadaan seperti itu Achmad Dradjat dituntut harus mampu bertahan hidup dalam kesendirian, bukan mempertahankan diri sampai lupa diri. Sesungguhnya dari kenyataan peristiwa tersebut sangat disadri hanya kerena Kebesaran dan Kekuasaan Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, yang menghendaki nasib lain sehingga Aa dapat terselamatkan dari nasib yang lebih buruk lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian serupa terjadi dialami Achmad Dradjat pada saat belajar latihan beladiri secara resmi sebagai anggota suatu perkumpulan beladiri, dalam peristiwa tersebut dirinya dipaksa untuk berkelahi menggunakan teknik yang berlaku di beladiri itu sendiri melawan anggota senior yang bertubuh jauh lebih besar, dengan demikian Achmad Dradjat yang baru belajar dasar-dasar teknik perkelahian tidak mampu berbuat banyak selain bertahan diri, disaksikan anggota senior lain, pelatih dan guru besarnya yang ada diruang latihan lainnya. Achmad Dradjat dengan teknik yang terbatas tadi seluruh badannya penuh dengan luka memar, namun demikian tidak ada fikiran dan rasa dari penyaksi termasuk guru besarnya untuk bertindak, menghentikan dan menyelamatkan perkelahian. Dalam kesendirian sosok remaja Achmad Dradjat kembali harus berjuang diri mempertahankan keselamatan dan kesehatan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perkelahian ke perkelahian itulah Achmad Dradjat secara alami dirinya tertempa dan terlatih untuk menjawab tantangan hidup yang keras dan dari kerasnya kehidupan yang dialami sifat fisik dan sikap mentalnya terbina dan terbiasa untuk menerima kenyataan hidup secara realistis dan rasional. Kemampuan itu dimiliki karena pada dasarnya, setiap mahluk hidup telah dibekali kemampuan gerak reflek untuk bertahan hidup. Fikiran , rasa dan keyakinan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masanya dan terbayangi sepanjang usia, baik kejadian itu berupa musibah maupun anugerah, pengalaman tersebut pada dasarnya adalah bagian dari proses pembelajaran dan pelatihan otot, 0tak serta nurani untuk menentukan arah hidup yang lebih baik menuju pada kehidupan yang benar selaras dengan kodratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai macam kejadian dan pengalaman hidup yang terjadi dalam lingkup pembelaan diri yang berasal dan mengandalkan dari gerak reflek dan dorongan naluri ,insting atau garizah yang terus terjadi secara berulang tersebut, mengasah otot, otak serta nuraninya untuk terbiasa menghadapi berbagai ancaman dan terlatih untuk menjawab tantangan hidup, yang berupa menjaga keselamatan dan kesehatan diri, menegakkan dan mempertahankan kehormatan serta membela kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan dengan itulah proses penciptaan gerak dan jurus dibentuk dan diuji dari perkelahian. Proses ini disempurnakan melalui suatu penempaan diri, baik secara fisik maupun mental dengan cara yang tersendiri dan mandiri. Gerakan tubuh yang kemudian menjadi jurus ini, seluruhnya didasari gerak reflek yang alamiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penempaan praktis ini gerakan tubuh yang tercipta manjadi sangat efektif bagi suatu pembelaan diri. Gerakan dan jurus serta metode latihan didasari kemampuan alamiah. Semua ini sebenarnya dimiliki semua manusia sebagai fitrah dan bisa dikembangkan secara mandiri, inilah yang mendasari lahirnya sebuah prinsip hidup Tarung Derajat “Jadikanlah Dirimu oleh Diri Sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga menginjak usia pemuda remaja, Achmad Dradjat telah menunjukan kemampuaan dan keunggulan dalam menghadapi berbagai tindak kekerasan dan perkelahian. Achmad Dradjat juga menularkan kemampuan beladirinya pada rekan-rekan dekat dan masyarakat lain yang membutuhkannya, yang sebagian besar memintanya untuk menjadi “Guru.” Akhirnya, pada tanggal 18 juli 1972 diikrarkan pendirian Perguruan Tarung Derajat yang menjadi tanda utama resminya kelahiran Ilmu Olah Raga Seni Ilmu Pembelaan Diri karya cipta Achmad Dradjat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelar “SANG GURU” menjadi sebuah panggilan kehormatan dan penghargaan sekaligus sebagai Saripati Jati Dirinya dari apa yang diperjuangkannya dalam menciptakan ILmu Olah Raga Seni Pembelaan Diri TARUNG DERAJAT bagi murid-murid dan Perguruan Pusat Tarung Derajat.&lt;br /&gt;Di Kutip Dari Situs : http://tarungderajat-aaboxer.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4772052257728224771-5970450074606028297?l=kodrat-sumbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/feeds/5970450074606028297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/aku-ramah-bukan-berarti-takut-aku.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/5970450074606028297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/5970450074606028297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/aku-ramah-bukan-berarti-takut-aku.html' title='Sejarah Berdirinya Tarung DeraJaT'/><author><name>Yon BoxeR</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/SeK8aPPDBGI/AAAAAAAAAA0/vmmBF1cj-yw/S220/BOX.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_hroyjZldCS4/SehKAKhaoGI/AAAAAAAAAJ8/0BKi4FGrWDo/s72-c/kluarga%20guru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4772052257728224771.post-8103092608246759041</id><published>2009-04-15T14:13:00.001+07:00</published><updated>2009-04-27T13:12:51.507+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penulis Drs.H.Alnedral'/><title type='text'>Posting Pak Alnedral BAB I</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/Sen3vf0xE1I/AAAAAAAAAMw/rUywChRSuEQ/s1600-h/pak+al.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/Sen3vf0xE1I/AAAAAAAAAMw/rUywChRSuEQ/s200/pak+al.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326060429711053650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;LEBIH DEKAT MENGENAL OLAHRAGA&lt;br /&gt;BELADIRI TARUNG DERAJAT “AA-BOXER”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang Tarung Derajat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Olahraga Tarung Derajat diciptakan oleh seorang putra bangsa Indonesia yaitu Sang Guru (Haji Achmad Dradjat, Drs.), yang akrab disapa dengan nama populernya “AA-BOXER”. Olahraga ini dilahirkannya sebagai suatu seni ilmu beladiri dengan memiliki aliran dan wadah tersendiri tanpa berapliasi dengan aliran lain dan organisasi beladiri lainnya yang ada di bumi Indonesia, serta tidak mengadopsi dan bukan gabungan dari beladiri lain seperti pencak silat, karate, taekwondo, kempo, judo, gulat dan tinju. Namun, keberadaan Tarung Derajat tidak juga muncul dengan sendirinya, akan tetapi memiliki latar belakang suatu riwayat perjalanan hidup Sang Guru dan diridhoi oleh keagungan Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Beladiri ini, lahir atau muncul dari pengalaman hidup yang pernah dilakoni oleh Sang Guru dimana sekitar tahun 1968 hingga tahun 1970-an, anak muda ini waktu itu sering terlibat aksi kekerasan pisik, penganiayaan, perkelahian, pemerasan, dan  penghinaan (AD/ART Kodrat: 1994). Keadaan itu, tentu bukan dia yang memulainya, tapi timbul dalam keterpaksaan “kalau ada orang yang menjahati saya, masak saya diam saja? katanya dalam (Matra, Mai: 1997). Dari berbagai perkelahian dengan pereman di pusat kota Bandung-Jawa Barat, Sang Guru selalu menang, pada hal dilihat dari postur tubuhnya yang berbobot sedang tidak meyakinkan untuk mengatasi lawan. &lt;br /&gt;Melihat kehebatan Sang Guru waktu itu, rupanya banyak dari gorombolan pereman yang tidak suka dengannya, maka kelompok peremanisme membuat suatu siasat untuk menghabisi Sang Guru. Mengingat jumlah preman cukup banyak, maka dia segera menghindar dari gorombolan itu. Tapi mereka terlanjur dikuasai emosi segera mengejar Sang Guru seraya meneriakkan maling. Mendengar teriakan itu, orang-orang yang tengah berada di pasar malam ketika itu, ikut memburunya sampai ia terkepung dan ramai-ramai memukulinya sampai ia terkulai lemas dan kondisi tubuhnya sangat menyedihkan. &lt;br /&gt;Semenjak peristiwa pahit itu, Sang Guru mulai merenung untuk menyisiasati diri, mengasah kemampuan mempelajari berbagai jenis beladiri antara lain pencak silat dan karate. Tapi ia tetap tidak puas, alasannya semua itu belum bisa membalas sakit hatinya. Pertanyaan selalu muncul dalam benaknya “Jenis beladiri apakah yang bisa mengangkat kehormatan saya supaya tidak dihina dan disakiti orang?” Kemudian timbul pikiran dalam dirinya untuk menciptakan teknik beladiri dari berbagai beladiri yang pernah dipelajarinya yaitu memadukan lima unsur fungsi gerakan beladiri, seperti: memukul, menendang, menangkis, membanting dan mengelak. Setiap hari kelima fungsi ini diputuskannya dipelajari, diasosiasi dan dipraktekkan sendiri dalam kehidupannya, minimal empat jam sehari dia berlatih dan menemukan teknik-teknik praktis dan efektif, serta merangkai gerakan seni beladiri yang akrobatis dan indah ditonton oleh masyarakat.&lt;br /&gt;Setelah merasa matang dengan ilmu baru yang dia kemas (konsep) sendiri dan dipraktekkannya kepada orang-orang yang mencoba memeras atau membuat masalah selalu dilayaninya. Para berandal dianggap Sang Guru paling tepat untuk menguji teknik beladirinya itu. Ketika itu “terpukul oleh lawan, kok tidak terasa sakit?” tanyanya kepada diri sendiri. “Kesaktian” itu rupanya cukup membawa manfaat. Setiap kali ada orang yang dianiaya atau disakiti oleh berandalan (preman), maka Sang Guru bisa berbuat sesuatu menegakkan kebenaran. Dari sinilah namanya mulai dikenal sebagai pembela orang-orang yang disakiti secara pisik dengan sebutan AA-BOXER yang memiliki kemampuan beladiri yang luar biasa, yakni bertenaga: kuat, cepat, tepat, berani dan ulet, sehingga dia sering menyebutnya keberhasilan pergerakanTarung Derajat sebagai dasar filosofis gerak tubuh ditentukan oleh lima khas kunci kemampuan.&lt;br /&gt;Tak heran lagi, nama Sang Guru yang mendapat julukan AA-BOXER semakin populer dan menjadi jagoan bertarung tersiar kemana-mana di tanah air. Sehingga banyak orang-orang berdatangan minta diajari beladiri ciptaannya, mulai dari anak muda sampai orang tua. Waktu itu Sang Guru malah kebingungan. “Apa yang harus saya ajarkan katanya?”. Sebab ia sendiri mengaku tidak memiliki teknik atau jurus yang baku (Matra, 1997). Karena masih merasa bingung menghadapi anak yang belajar yang cukup banyak, malah metode yang diterapkan Sang Guru menyuruh teman-temannya (anak yang belajar) menyerang ramai-ramai dan merelakan tubuhnya dipukuli, walau kadang-kadang membalas juga. Begitulah perjalan praktek cara mengajarkan kepada orang lain dan disamping menerapkan apa yang berkembang pada saat itu.&lt;br /&gt;Dari pengalaman praktek mengajarkan ilmu beladiri ini, Sang Guru menerima berbagai masukan dari teman-teman agar menata dan mensistematiskan jurus-jurus yang telah diciptakannya yang berkembang secara alamiah agar menemukan bentuk-bentuk gerakan baku untuk dijadikan fungsi beladiri yang dinamis, praktis dan efektif untuk diajarkan. Disamping itu juga mensinergiskan unsur filosofis, pedagogis, kultural, kesehatan olahraga, sosialogis, dan menerapkan ilmiah olahraga.&lt;br /&gt;B. Perguruan Pusat Beladiri Tarung Derajat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan setelah empat tahun kemudian, tepatnya 18 Juli 1972. Masyarakat semakin banyak ingin belajar beladiri Tarung Derajat, maka waktu inilah Sang Guru memproklamasikan berdirinya aliran beladiri AA-BOXER atau “metode beladiri Drajat” yang sekarang disebut Perguruan Pusat KawahTarung Derajat. Dalam perjalanannya beladiri ini dikenal dengan nama Boxer. Pada perguruan pusat inilah Tarung Derajat dikembangkan, baik dari segi ilmu dan keilmuannya maupun dari segi pemasalannya kepada masyarakat.&lt;br /&gt;Dari tahun ke tahun perguruan semakin banyak memiliki murid, tapi tidak semuanya berniat untuk belajar utuh. Kenyataanya masih banyak orang-orang yang ingin “mencoba-cobanya”. Caranya mereka pura-pura masuk menjadi anggoata boxer, niatnya hanya mencari sisi lemah perguruan saja. Jadi cukup banyak suka dan dukanya, bahkan lima tahun sejak perguruan berdiri (1972 sampai 1978) banyak kendala dan rintangan yang dihadapi. Suatu hal yang lumrah dalam sebuah perjuangan. Kendala dan rintangan datang bukan hanya dari dalam perguruan sendiri, tapi juga datang dari luar. Kendati demikian, sang Guru berusaha tetap tegar dan ulet dalam menyikapi setiap kendala yang datang, malah Sang Guru menjadikan hal itu sebagai potensi untuk mendukung perguruan agar lebih maju lagi (Tabloid BOM edisi 27, Agustus 1999). Keadaan yang demikian menunjukkan bahwa, beladiri Tarung Derajat bukan lagi miliknya pribadi Sang Guru, akan tetapi kepemilikannya itu sudah melibatkan banyak pribadi masyarakat luas dari berbagai kalangan, suku, agama dan budaya.&lt;br /&gt;Menyadari hal yang demikian dalam kurun waktu antara 1978 sampai 1983, Sang Guru mengadakan penelitian dan mengembangkan beladirinya, yaitu dengan menata ulang dasar teknik dan meramu seni gerak dari jurus Boxer kemudian mematenkan lambang Boxer (Tarung Derajat) sebagai hasil ciptaannya.  Pada waktu ini, sang guru menemukan sebuah buku tentang ilmu hayat, buku tersebut mengilhami beladiri ini mengenai fungsi dan anatomi tubuh manusia yang menunjukkan bagian mana saja yang bisa dikuatkan untuk memukul dan menendang serta bagian mana sisi lemah dari kemampuan manusia. Dari sinilah Sang Guru dapat menemukan teknik jurus yang mengoptimalkan kekuatan pukulannya, yaitu dengan menggabungkan  lima unsur utama khas Boxer, yakni: kekuatan, kecepatan, ketepatan, keberanian, dan keuletan. Semua unsur itu dapat berfungsi sebagai pertahanan diri dan menerapkan prinsip “menyerang untuk menang” dengan menerapkan falsafah dalam pembentukan keuletan diri untuk berlatih adalah “berlatih beladiri tarung derajat adalah untuk menaklukan diri sendiri, tapi bukan untuk ditaklukkan orang lain” (AD/ART KODRAT, 1994).&lt;br /&gt;Setelah penataan teknik boxer dilakukan sebagai kemampuan otot (pisik), serta untuk keseimbangan pikiran (intelektual) dan nurati (sikap mental) untuk menemukan jatidiri sebagai “Kesatria Pejuang dan Pejuang Kesatria”, maka sang guru menerapkan sebuah motto yaitu: “Aku ramah bukan berarti takut, aku tunduk bukan berarti takluk” Pesan ini selalu ditekankan kepada anak didik yang menekuni Tarung Derajat yang diformulasikan pada setiap latihan dilakukan. Semua kemampuan (otot, otak, dan nurani) diaplikasikan dalam urutan materi latihan yang sudah disusun berdasarkan “kurikulum” formalitas beladiri Tarung Derajat dan materi latihan disesuaikan dengan tingkatan (Kurata) singkatan ---kuat, berani, dan tangkas) –SK Sang Guru Tarung Derajat no. 16/KEP GUTAMA/STD/XII/1991. Kurata terdiri dari tujuh tingkatan Kurata I s/d Kurata VII. Tingkat lanjutan Kurata adalah tingkat “ZAT” yang ditandai memakai sabuk hitam. &lt;br /&gt;Di samping penatan teknik beladiri yang dipelajari secara khusus, kemudian juga dikemas melalui perguruan ini teknik bertarung yang diperlombakan atau yang mengarah kepada olahraga prestasi yang memakai peraturan dan ketentuan yang harus diikuti oleh semuat atlet/petarung. Dalam olahraga ini juga dikenal rangkaian gerak (Ranjer) dan beladiri praktis. Perkembangan Boxer dari tahun 1981 s/d 1983 agak mengalmi staknasi, yaitu peminatnya malah berkurang, pada hal kurikulum dan materi latihan sudah disesuaikan dengan tuntutan tingkatan dan seni geraknya telah dipermantap tak jauh berbeda dengan kata dalam olahraga karate, nomor seni dalam pencak silat.  Sang Guru pernah berkata, mungkin karena beladiri ini terlanjur dicap sebagai olahraga keras, sehingga konotasinya olahraga Boxer berkelahi jalanan. Dari tantangan tersebut Sang Guru lebih banyak belajar lagi, baginya seolah tiada hari tanpa belajar. Ilmu-ilmu beladiri lain, ia jadikan sebagai bahan bandingan dari hasil penelitian-pengembangan, kemudian diuji, sebelum resminya berdiri olahraga Tarung Derajat dijadikan olahraga prestasi dan dipertandingkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tarung Derajat Menuju Olahraga Prestasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kurun waktu lima tahun yakni tahun 1984 sampai 1988, Sungguhpun peminat dan pencita Boxer pada waktu ini agak mengalami penurunan, namun itu tadak menjadi halangan bagi Sang Guru untuk lebih mengembangkan beladirinya ke semua strata masyarakat termasuk pada kalangan militer diberbagai kesatuan. Pada saat ini pulalah Sang Guru banyak mendapat tantangan terutama kritikan yang muncul dimasyarakat yakni “kalau mau jadi jagoan, jangan Cuma dijalanan, cobalah buat kejuaraan/pertandingan yang bisa melihat kemampuan beladiri Boxer pada suatu arena (matras/reng)”. Dari kritikan inilah Sang Guru mencoba menata struktur organisasi dari perkumpulan Satuan Latihan (Satlat) yang ada di Kota Bandung dan daerah sekitarnya. Tekat pertama adalah bagaimana mengujudkan boxer bisa dipertandingkan sama dengan cabang beladiri lain.&lt;br /&gt;Membentuk olahraga prestasi yang dibuktikan melalui pertandingan, harus ada kaidah-kaidah, ketentuan-ketentuan, dan peraturan yang baku untuk diterapkan dalam sebuah parameter keolahragaan. Untuk memenuhi tuntutan maka dirancanglah teknik-teknik yang khas Aa-boxer untuk dipertandingkan. Merancang sarana untuk pertandingan, seperti arena tarung, pakaian tanding, dan alat-alat yang digunakan oleh tenaga pelaksana. Mencetak para wasit-juri yang akan menjalankan ketentuan-ketentuan dan peraturan pertandingan. Mengkondisikan bagaimana supaya pertandingan itu ramai disaksikan oleh penonton, memikat dan menarik.&lt;br /&gt;Pada tahun 1988, Boxer pertama kali mengadakan kejuaraan yang disebut “Tarung Bebas AA-BOXER CUP” di Kota Bandung. Semenjak itulah beladiri ini semakin dikenal oleh masyarakat. Malah yang sangat tertarikt secara emosional waktu itu adalah Panglima Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi yaitu Mayor Jenderal Arie Sudewo. Kedekatan beliau dengan Boxer, sampai sekarang Bapak Arie Sudewo masih setia menjadi Pembina Utama pada Pengurus Besar (PB) Tarung Derajat. Disamping itu, tercatat juga Wali Kota Bandung waktu itu Bapak Otje Djundjunan (suami) Ibu Dra. Ny. Hj Popong R. Otje Djundjunan yang sampai sekarang Ibu Otje masih menjadi pembina PB Tarung Derajat.&lt;br /&gt;Kejuaraan pertama yang disebut “Tarung Bebas” menerapkan beberapa faktor teknis yang berkembang secara almiah, yaitu memakai prinsip “menyerang untuk menang” sebagai tabu bagi petarung. Perolehan nilai atau poin untuk pemenang, memakai sistem perkenaan langsung (full body contact) sebagai khas utama olahraga Boxer. Dasar penerapan teknik bertanding, menerapkan lima unsur beladiri, yaitu memukul, menendang, menangkis, membanting dan mengelak. Pembentukan mental yang membaja petarung menerapkan lima kunci unsur kemampuan, yaitu kekuatan, kecepatan, ketepatan, keberanian, dan keuletan (Sang Guru dalam GO, 1996). Sebelum peterung (atlet) diterjun kearena kejuaraan, semuanya dibekali dengan kualitas teknik yang sama dan memiliki sertifikasi petarung minimal pemegang tingkatan Kurata IV. Kemudian, supaya perbedaan bobot badan jangan mencolok, pertimbangan berat badan adalah menjadi ukuran nomor atau kelas pertandingan yang diklasifikasikan mulai dari kelas ringan (49 kg ke bawah) sampai kelas bebas (65 kg ke atas).&lt;br /&gt;Atas dasar penilaian kemampuan petarung yang memiliki indikasi kemampuan yang sama secara kualitas teknik, maka tidak ada dikenal istilah petarung unggulan. Semua petarung dianggap sama, tidak dipersoalkan ia dari tingkatan kurata IV (sabuk biru), kurata VI (sabuk merah), dan tingkatan Zat (sabuk hitam). Atas dasar itulah, penempatan lawan tanding ditentukan secara undian (acak), mereka mengenal lawan tanding hanya beberapa saat menjelang pertandingan akan dimulai. Pengalaman dan pengembangan kemajuan telah banyak menunjukkan, bahwa petarung berperingkat kurata IV atau V menaklukan petarung tingkat Zat. Untuk itu, keterujian petarung tergantung kematangan menerima materi latihan dari pelatih dan pengalaman seringnya mengikuti kejuaraan lokal dengan mitra tanding sebelum berlaga pada kejuaraan “Tarung Bebas AA-BOXER Cup”.&lt;br /&gt;Sukses pelaksaan kejuaran yang pertama, tentu dengan ada beberapa cacatan Litbang Perguruan Boxer,  maka tahun 1991 digelar kejuaraan Tarung Bebas AA-BOXER Cup II dan tahun 1994 kejuaraan Tarung bebas AA-BOXER Cap III atau disebut juga kejuaraan Tarung Bebas Bandung Raya Cup. Tahun 1995 digelar Kejurnas IV Tarung Bebas Boxer. Pada tahun 1996 kejuaraan Piala AA-BOXER V (kejurnas V). Harapan yang strategis Perguruan AA-BOXER untuk masuk  menjadi anggota KONI Pusat hampir terbuka lebar yakni dengan terpenuhinya persyaratan 5 (lima) kali mengadakan kejuaran yang bersekala Nasional, maka olahraga Beladiri Tarung Derajat kualifikasi cabang akan diakui oleh KONI Pusat sebagai cabang olahraga prestasi resmi dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON). Namun untuk pengakuan secara resmi perlu menata secara teknis lagi bentuk dan khas yang diterapkan anatara kejuaraan AA-BOXER Cup I samapai Kejurnas V hampir sama, yaitu memakai sistem perkenaan langsung (full body contact) tanpa pelindung yang menyangkut dengan keselamatan petarung, baik wajah, badan, selangkangan, gigi, kepalan tangan dan kesan brutal yang berlebihan sudah menjadi catatan Litbang KONI Pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Tarung Derajat Resmi Jadi Anggota Koni Pusat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tekat yang kuat untuk menjalankan organisasi mulai terwadahi dari terbentuknya Kepengurusan Pusat Tarung Derajat Priode 1991-1994 dibawah kepemimpinan Ketua Umum Brigjend. TNI. HMA. Sampoerna. Waktu pertama kali mengadakan musyawarah Nasional keanggotan daerah pada tahun 1992 baru mencapai 10 wilayah. Seiring rentangan waktu dan perkembangan kemajuan yang dicapai oleh organisasi Boxer yang pada tahun 1994 sudah memasyarakat pada 15 propinsi di Indonesia. Daerah yang dimaksud pada waktu itu adalah: Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY Yogyakarta, Bali, NTB, Lampung, Sumsel, Jambi, Riau, Sumbar, Sumut, Kaltim, dan Kalbar (data ST, No. Istimewa/PB/VI/1994).&lt;br /&gt; Kelayakan perkembangan bidang organisasi yang diminta oleh KONI Pusat sudah terpenuhi yakni persyaratan hanya 10 daerah dan malah sudah melebi target yaitu mencapai 15 daerah.  Namun dari segi bidang pengembangan dan penelitian teknis masih banyak yang harus dipenuhi untuk jadi cabang olahraga keanggotaan KONI Pusat, Indra Jati Sidi waktu itu selaku Litbang KONI Pusat menyebutkan “Kalau boxer sudah masuk KONI Pusat dan dipertandingkan di PON atau tempat yang lebih tinggi lagi, perlu dipertimbangkan penggunaan alat pelindung (body protector). Sementara selama ini, body protector tidak ada dalam tradisi Boxer (Tabloit GO, 1996). Kemudian masalah nama cabang olahraga “Boxer” yang kesannya nama yang diadopsi dari cabang Boxing/tinju, kick boxing ala Amerika dan Thai-Boxing ala Thailand, agaknya perlu disempurnakan. &lt;br /&gt;Menanggapi hal yang demikian, maka Sang Guru, sebagai pemimpin Perguruan Boxer-Seni Keperkasaan AA-Boxer, masih bertahan dengan tradisi dan ciri khas yang ada: pertarungan Boxer tetap olahraga contak langsung (full body contact) tanpa menggunakan alat pelindung. Alasan Sang Guru, “kalau pakai alat pelindung tubuh, boxer akan kehilangan ciri khasnya. Sepanjang sejarah boxer, belum ada petarung yang cacat tubuh, apalagi sampai meninggal karena adu pukul dan tendangan. Soal tetesan darah atau patah tangan itu biasa”. &lt;br /&gt;Dengan demikian secara teknis masih terkendala untuk memenuhi syarat-syarat yang diminta KONI Pusat. Namun Sang Guru waktu itu, masih punya alternatif, yaitu: (1) bisa saja dipertahankan versi Boxer, pertarungan bebas tanpa pembedaan kelas dan tanpa alat pelindung segala macam khusus untuk nomor tradisional; (2) khusus untuk konsumsi KONI atau PON kelak, Boxer memakai alat pelindung badan/wajah (Bola, Agustus 1996). Mengenai nama organisasi pada prinsipnya tidak berkeberatan untuk mengganti, dulunya “Boxer” menjadi Keluarga Olaharaga Beladiri Tarung Derajat yang disingkat KODRAT. &lt;br /&gt;Untuk meluluskan persyaratan resmi jadi anggota KONI Pusat, maka bidang pertandingan dan bidang teknik PB KODRAT bersama Sang Guru Tarung Derajat dan anggota Raparnas 9 Agustus 1996 agar mencari solusi yang terbaik, demi tercapainya cita-cita agar Tarung Derajat diakaui dan disejajarkan dengan cabang olahraga lainnya di Indonesia maupun diluar Negeri. &lt;br /&gt;Akhirnya Sang Guru memutuskan “mengalah untuk menang” agaknya mesti diterapkan untuk konsumsi KONI dan PON Tarung Derajat memakai pelindung (body Protector) dengan memakai Gamsil untuk gigi, batok untuk selangkangan/kemaluan, dan hand box untuk kepalan tangan. Konsekwensi dari keputusan yang diambil Sang Guru, adalah anugrah kemenangan yang penantian cukup lama, tapi pasti, yaitu tepat pada tanggal  6 Januari 1997, KONI Pusat memutuskan Penerimaan Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB KODRAT) sebagai anggota Biasa KONI Pusat, nomor: 06/RA/1997.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;E. Eksibisi Pekan Olahraga Nasional (PON) XV-2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setelah Tarung Derajat resmi diterima KONI Pusat yang tercatat sebagai anggota ke-53, maka secara organisasi dan pembenahan semua bidang terus ditingkatkan. Untuk konsolidasi organisasi pertama diadakanlah Musyawarah Nasional Ke I Keluaraga Olaharaga Tarung Derajat, pada tanggal 12-13 April 1997. Seiring dengan kegiatan ini, juga dilaksanakan Pelatihan Pelatih dan wasit-juri Nasional yan bertujuan untuk penyetaraan teknik guna mengantisipasi kekurangan pelatih dan menambah jumlah wasit-juri di  daerah seluruh Indonesia. Dari kegiatan munas tersubut, melahirkan berbagai konsep untuk pengembangan tarung Derajat termasuk merancang program uji-coba kejurnas I yang bentukknya sudah mendekatik pelaksanan Multi Evan seperti PON yang sudah bisa mengakomodir rekomondasi dan petunjuk KONI Pusat terutama menerapkan alat pelindung pada bagian yang pital untuk keselamatan petarung secara ilmu kesehatan olahraga (sport medicine).&lt;br /&gt; Tepat pada tanggal 5-6 Juli  1998 diadakanlah Kejurnas I Tarung Derajat di Kota Bandung Jawa Barat. Banyak memang perubahan yang diterapkan secara teknis dan non-teknis. Secara teknis misalnya, nomor/kelas yang dipertandingkan tujuh kelas, sebelumnya lima kelas. Non-teknis misalnya setiap daerah yang ikut hanya beleh satu petarung mengikuti satu kelas pertandingan, sebelumnya boleh satu daerah atletnya lebih pada satu kelas.  Dengan cara demikian otomatis pendstribusian atlet setiap daerah akan merata dan peluang untuk menjadi pemenang akan semakain terbuka.&lt;br /&gt; Perbedaan yang diterpkan pada kejurnas pertama, akan menampakkan perkembangan pembinaan olahraga prestasi berkembang di banyak daerah. Tarung Derajat sebelum resmi jadi anggota KONI Pusat, pembinaan olahraga prestasi terlihat berkembang hanya di Kota Bandung-Jawa Barat. Jadi menerapkan distribusi, prinsip hak sama, maka pada kejurnas I prestasi Cabang Olahraga Tarung Derajat sudah hampir merata di setiap daerah. Data prestasi Kejurnas I menunjukkan  dari tujuh medali emas yang diperebutkan Jawa Barat meraih (4 emas,  1 perunggu), Sumbar (2 emas, 2 perak, 1 perunggu), dan NTB (1 emas). &lt;br /&gt; Berdasarkan hasil evaluasi Kejurnas I yang dikemukakan oleh Ketua umum PB KODRAT priode 1997-2000, Letjen TNI (Purn) Serya Subrata dalam (PR, 1998) menyebutkan hasil musyawarah kerja Nasional dan kejurnas I tarung bebas telah menghasilkan berbagai tugas yang menuntut penangan baik dalam pembinaan organisasi maupun pembinaan prestasi. Dengan demikian, kenyataan itulah KONI Pusat juga memutuskan Tarung Derajat diikut sertakan pada PON XV-2000 Surabaya Jawa Timur untuk pertama kali sebagai cabang olahraga Eksibisi.&lt;br /&gt; Pertandingan PON XV-2000 Surabaya, adalah akumulasi dari semua perbaikan yang dilakukan dari semua bidang yang ada  pada PB KODRAT. Nomor/kelas yang diperebutkan pada PON XV yakni 9 kelas dengan medali (9 emas, 9 perak, 18 perunggu). Tercatat juga sebagai pertandingan yang sukses penyelenggaraannya dan tidak ada terjadi suatu keributan serta kericuhan. Di samping itu terkesan juga Tarung Derajat berdisiplin tinggi, sebagai bukti, walau cabang eksebisi waktu itu, semua kegiatan yang disusun oleh PB PON XV-2000, dari awal pembukaan sampai penutupan diikuti secara tertip dan teratur. Hal itulah yang menjadikan Tarung Derajat untuk bisa berkembang dan contoh oleh masyarakat Indonesia, serta menjadi catatan akreditasi KONI Pusat untuk masuk menjadi cabang olahraga prestasi pada “multi event PON XVI-2004”.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;F. Resmi Mengikuti Kejuaraan Multi Event PON XVI-2004 Palembang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi lahirnya ilmu beladiri yang bernama “Tarung Derajat” sebenarnya bersumber, dicari dan digali dari alam nan luas dengan segala aspek kehidupannya, kemudian diangkat kepermukaan sebagai hasil suatu Pengalaman dan renungan hidup Sang Guru (Haji Achmad Dradjat, Drs.). Untuk kemudian “dicetak” melalui perjuangan masa yang panjang, usaha dengan tekat yang keras, penganalisaan yang tajam, rasional untuk diterima, realistis untuk dipahami, dinamis dalam pergerakan, praktis dilaksanakan dan evektif untuk digunakan. Diharapkan belajar beladiri “Tarung Derajat” dapat mengujudkan “manusia yang berhakekat manusia” sebagai lambang pribadi mandiri BOXER yang menjadi logo Tarung Derajat atau induk organisasi KODRAT.&lt;br /&gt;Makna yang tercantum dalam pribadi mandiri BOXER yang dimanipestasikan dalam setiap insan masyarakat yang mengikuti kegiatan latihan Tarung Derajat. Merupakan keharusan dan perlu disadari bahwa Tarung Derajat adalah sebagai wadah menampung minat, menyalurkan bakat dan hoby dalam rangka membentuk watak dan karakter pribadi yang mencerminkan manusia yang berhakekat manusia yang memiliki: kejujuran, kesetiaan, keberanian moral, budi pekerti, kemandirian, kepribadian, patriotisme, mental baja, rendah hati, jiwa besar, sabar, pemikiran yang positif, dan tanggung-jawab (AD/ART Kodrat: 1994). Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat dibutuhkan didalam pelaksanaan pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia yang masyarakatnya adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.&lt;br /&gt;Melalui masa yang panjang dan keterujian Tarung Derajat yang sudah pasti menempatkan dirinya menjadi yang terbaik untuk membangun bangsa dalam dunia olahraga, maka  akhirnya Tarung Derajat tercatat dalam sejarah olahraga beladiri di Indonesia menjadi cabang resmi olahraga prestasi KONI Pusat yang pertama resmi dipertandingkan pada multi event PON XVI-2004 Palembang. Sekarang Tarung Derajat boleh bangga dengan perjuangannya, namun usaha itu belum lengkap, kalau belum semua bangsa di dunia ini mengakuinya. Untuk itu, semboyan untuk membakar semangat Tarung Derajat agar lebih maju mendunia kata pembina utama PB KODRAT (Mayor Jenderal Arie Sudewo) dalam kesempatan penutupan Pelatihan Pelatih Dasar tingkat Nasional dalam rangka PON XVI-2004 di Palembang adalah “sekali Tarung Derajat eksis diakui KONI Pusat, selamanya tetap eksis ”. Pada kesempatan itu semua peserta pelatihan dari 20 daerah se Indonesia dan disangsikan Pengurus Daerah bersama Sang Guru menjawab BOX!! … BOX!!! . Ini pertanda pernyataan sikap seluruh anggota Keluarga Besar Tarung Derajat seutuhnya. Insya’ Allah, niat yang tulus dan iklas dikabulkan-Nya. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab II.  PERKEMBANGAN ORGANISASI TARUNG DERAJAT&lt;br /&gt;Bab III.  MATERI PENGAJARAN DAN METODE PRAKTIS TARUNG DERAJAT&lt;br /&gt;Bab IV.  PERATURAN PERTANDINGAN TARUNG DERAJAT&lt;br /&gt;Bab V.  TES DAN PENGUKURAN PRAKTIS DALAM BELADIRI TARUNG DERAJAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat izin dan petunjuk Sang Guru, serta Ridho-Nya, mudah-mudahan buku jadi rampung. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis Drs.H.Alnedral&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4772052257728224771-8103092608246759041?l=kodrat-sumbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/feeds/8103092608246759041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/possting-pak-alnedral.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/8103092608246759041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/8103092608246759041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/possting-pak-alnedral.html' title='Posting Pak Alnedral BAB I'/><author><name>Yon BoxeR</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/SeK8aPPDBGI/AAAAAAAAAA0/vmmBF1cj-yw/S220/BOX.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/Sen3vf0xE1I/AAAAAAAAAMw/rUywChRSuEQ/s72-c/pak+al.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4772052257728224771.post-8423349292804921458</id><published>2009-04-13T17:17:00.000+07:00</published><updated>2009-04-17T14:00:54.452+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegiatan Kawah Derajat Sum Bar'/><title type='text'>Kegiatan Kawah Derajat Sum Bar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/SegHEMuOBDI/AAAAAAAAAJE/uK9uzGIsaLA/s1600-h/yono.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 247px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/SegHEMuOBDI/AAAAAAAAAJE/uK9uzGIsaLA/s320/yono.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325514328081564722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum wr wb &lt;br /&gt;BOX…..!&lt;br /&gt;Hari Sabtu tgl 28 Maret 2009 semua Pelatih dan Assisten Plus Kader Satuan Latihan /Satlat di sumatera barat berkumpul di Kawah  Derajat Sumbar yang beralamat di Jln Tamsis no 1.&lt;br /&gt;Dengan memanfaat kan media celluler khususnya Hp Kang Acik sebagai ketua Dewan Pelatih Mengundang semua Pelatih dan Assisten Plus Kader Satlat yg ada via sms.yang mana mereka di wajibkan mengikuti acara pengkaderan yang ke tiga kalinya semenjak Tarung Derajat Masuk dan berkembang di Ranah minang ini.&lt;br /&gt;Pengkaderan pertama pada Tahun 1995 dan di ikuti oleh enam orang PeTaRuNG yang Alhamdulillah sampai saat ini mereka masih banyak yang aktif dan menjadi penggerak dan sekaligus pengembang Beladiri Asli Anak Nagari ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pengkaderan kedua pada Tahun 1998 dan di ikuti oleh enam belas PeTaRuNG Handal Sumbar.Dari Hasil binaan dan gemblengan latihan para pelatih,mereka terus mengembangkan ilmu yang mereka dapat,dengan semangat Olahraga yang di dasari kecintaan mereka terhadap Tarung Derajat Akhirnya mereka dapat mendidik PeTaRuNG dan Pelatih penerus dan sekaligus pengembang Beladiri tersebut.keberhasilan mereka bisa di lihat dari banyaknya PeTaRuNG Sumbar yang berprestasi di kancah Nasional yang mana bisa memposisikan Sumbar menjadi Juara Nasional ke Dua setelah Jawa barat yang menjadi Icon Tarung Derajat ini berasal dan berkembang.dan juga keberhasilan mereka di tandai dengan makin bertambahnya anggota pengkaderan yang cukup signifikan dengan rentang waktu yang cukup lama yaitu antara tahun 1998 sampai 2009.dan jumlah tersebut mencapai angka 76 (tujuh puluh enam) anggota kader dari berbagai satuan latihan dan Daerah  yang ada di Sumbar.&lt;br /&gt;Materi yang telah di susun panitia pengkaderan dari tgl 28 – 29 maret cukup banyak,tapi kesemuanya itu di lalui oleh anggota kader dengan semangat,ceria,kompak dan harmonis.star pertama adalah jam 8:30 waktu Indonesia bagian padang.Materi pertama adalah materi Kurata I yang di berikan oleh Kang Gatot sampai selesai,dan di teruskan ke materi kurata II yang di pimpin oleh Kang Rozi Martoyo sampai jam istirahat,dalam waktu istirahat anggota Sholat zhuhur dan makan siang.siap istirahat di lanjutkan lagi materi kurata II sampai selesai dan di teruskan dengan materi Kurata III di sini Kang Dede yang ambil komando memberikan materi.maghrib pun istirahat,sholat dan makan dan di lanjutkan lagi materi kurata III yang di akhiri dengan Jurus Drajat I dan Judas Tarung,kesemua itu   berakhir jam 10:30 malam.istirahat anggota kader di wajibkan tidur di kawah yang beralaskan matras,bagi kader yang cewek masuk ke kamar cewek.&lt;br /&gt;Treeeeeeeeeeeeeeeng…. Treeeeeeeeeeeeeeeng……….. Treeeeeeeeeeeeeeeng&lt;br /&gt;Lagi asik-asiknya anggota kader terlelap dalam buaian mimpi akibat keletihan seharian mengikuti materi yang di berikan para Senior or panitia pengkaderan &lt;br /&gt;( ada juga yang masih ngobrol n tidak bisa tidur,ada juga yang masih giat memangkas rambutnya dengan peralatan pangkas yang sudah di persiapkan oleh panitia) di kejutkan dengan suara Treeeeeeeeeeeeeeeng.tepat pukul 2 (dua) dini hari semua di bangunkan,ada yang kebingungan khususnya dari kamar cewek ..”Lha…ada apa ini ..mo kemana…mo ngapain…”banyak terlontar dari mereka,SUPRISSE..!!!.&lt;br /&gt; Anggota Kader dengan sigap memakai kembali baju latihan lengkap dengan sabuk masing masing dan berkumpul di aula kawah dan menunggu giliran namanya di panggil dan di bagi menjadi 6 kelompok,siap pembagian kelompok yang masing² kelompo terdiri dari 10 – 12 anggota kader lalu naek ke truk TNI AD Batalyon 133 menuju ke perbatasan kota antara solok dan padang tepatnya di Indarung.sesampainya di lokasi tujuan anggota kader di turunkan dan di bagi sesuai dengan kelompok masing².Kelompok pertama di bariskan dan dengan mengucapkan Basmallah “Bismillahirrahmanirrahim” dimana Pak Alnedral yang mengomandoi perjalanan tersebut berangkatlah kelompok perkelompok menuju Kawah Derajat melalui rute yang telah di tetapkan panitia.di dalam perjalanan pun ada tim penilai kelompok,para senior or panitia pengkaderan memantau dan mendata kelompok mana yang paling rapi dan disiplin selama di perjalanan,disamping itu mereka pun memberikan permen hexoss dan air mineral.Di tengah semilirnya angin malam yang menusuk kulit dimana kebanyakan orang pada waktu jam dini hari tersebut sedang enaknya bercengkerama dengan alam mimpi,tapi  Panitia, Pelatih,Assisten Pelatih dan Kader satlat dengan gigih dan semangat berjalan menyelusuri rute perjalanan yang jarak tempuhnya lumayan memakan waktu.menjelang berkumandangnya suara Azan shubuh para anggota kader pria diwajibkan menyebang aliran sungai dan boleh membuka baju petarungnya dan di wajibkan berendam sampai kepala basah.Jam 5 subuh para anggota  kader sholat di masjid,siap berpasrah diri kepada Allah SWT perjalanan pun di lanjutkan sesuai dengan kelompok masing².&lt;br /&gt;Masih dengan semangat yang tinggi walau ada yang terseok karma di serang kantuk dan letih kesemua kelompok berjalan bahkan ada yg jogging di pagi yang cerah dan berembun itu.para kader wanita siap solat shubuh di naek kan ke mobil karna kondisi mereka yang sudah letih,walaupun tanpa naek mobil pun rasanya mereka masih sanggup menempuh sisa perjalanan yang di tuju.(salut dech sama kader cewek,tidak mengeluh dan tetap penuh semangat)&lt;br /&gt;Dengan harapan dapat istirahat dan sarapan pagi para kader pun dengan semangat mempercepat perjalanan dengan lari lari kecil.&lt;br /&gt;Dan akhirnya ada yang sampai di kawah derajat jam 8:30 dan terakhir 9:30 dan kesemuanya bisa istirahat sejenak dengan menikmati menu sarapan yg di sediakan panitia.&lt;br /&gt;Siap sarapan dan istirahat semua berkumpul di aula dan duduk rapi sesuai dengan kelompok masing².setiap kelompok memberi nama kelompok masing².adapun nama nama kelompok itu adalah : Kelinci , shimba , eagle , elang ,  tiger , naga dan petir.&lt;br /&gt;Lha….kenapa kok bisa menjadi 7 kelompok,kelompok petir adalah kelompok yang tidak mengikuti rutinitas pengkaderan dari awal sampai akhir dan kelompok tersebut di wajibkan mengulang di pertemuan pengkaderan dua bulan di minggu ke dua sejak bulan pengkaderan ketiga di adakan.dan para kader sepakat setiap dua bulan di minggu ke dua melakukan latihan gabungan.&lt;br /&gt; Akhirnya selesai sudah acara pengkaderan yang di tutup oleh Bapak wakil ketua Tarung Derajat Sumbar.dan akhirnya para kader pun pulang ke rumah masing² dengan membawa kenangan yang tidak terlupakan,(capek,lelah,letih,lesu,kaki ada yang melepuh)setidaknya itulah pembawa semangat para kader.&lt;br /&gt;Alhamdulillah….!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Semoga acara tersebut membawa berkah,memupuk rasa kekeluargaan dan menambah semangat untuk tetap mengembaangkan ilmu yang di dapat dimanapun berada.&lt;br /&gt;  Yang tujuan pengkaderan tersebut adalah untuk meluruskan kembali nilai nilai Beladiri Tarung Derajat baik materi gerakan jurus Akhlak Moral dan Mental yang sudah atau melenceng dari ajaran inti Perguruan Pusat.&lt;br /&gt; Itulah sepenggal perjalanan pengkaderan ketiga di Kawah Derajat  Sumbar,mohon maaf jika ada kalimat yang tidak sesuai dan Mohon di koreksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Hormat saya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Supriyono&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4772052257728224771-8423349292804921458?l=kodrat-sumbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/feeds/8423349292804921458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/kegiatan-kawah-derajat-sum-bar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/8423349292804921458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4772052257728224771/posts/default/8423349292804921458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kodrat-sumbar.blogspot.com/2009/04/kegiatan-kawah-derajat-sum-bar.html' title='Kegiatan Kawah Derajat Sum Bar'/><author><name>Yon BoxeR</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/SeK8aPPDBGI/AAAAAAAAAA0/vmmBF1cj-yw/S220/BOX.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hroyjZldCS4/SegHEMuOBDI/AAAAAAAAAJE/uK9uzGIsaLA/s72-c/yono.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
